🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 46 (from laksa108)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

đź“„
INDEXABLE
âś…
CRAWLED
14 hours ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/
Last Crawled2026-04-21 02:36:00 (14 hours ago)
First Indexed2021-02-08 05:43:23 (5 years ago)
HTTP Status Code200
Meta TitleVaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib - Universitas Islam Indonesia
Meta Descriptionnull
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
Ustadz Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Auditor Halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM UII) Yogyakarta turut menyoroti pihak-pihak yang menentang keberadaan vaksin Covid-19. Terlebih spekulasi yang menyebut haram karena vaksin berasal dari babi. Karenanya penting untuk berhati-hati terhadap informasi, senantiasa tabayyun akan kebenaran informasi sebelum menyebarkan pada orang lain. Ustadz Nanung dalam kajian tematik bertajuk “Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib” yang diselenggarakan IKA UII Kedokteran pada Minggu (7/2) menyebut vaksin Covid-19 aman dan dipakai lebih dari 193 negara. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90%. “Ilmuwan yang sering dikutip pendapatnya bukan ahli vaksin, namun seorang psikolog, ahli statistik, homeopati, kolumnis, dan ahli kanker di tahun 1950-1960. Sumber data yang digunakan kuno. Saat ini teknologi vaksin yang digunakan sudah canggih,” bebernya. Lebih lanjut Ustadz Nanung dalam pemaparannya menjelaskan, hingga saat ini Uni Eropa sudah memesan 1,4 miliar dosis vaksin Astra Zeneca, Curevac, dan Moderna. Amerika Serikat memesan 800 juta vaksin. Jepang dengan penduduk yang lebih sedikit memesan 540 juta vaksin Astra Zeneca, Moderna, dan Novovax. Menurut Ustadz Nanung, hoax yang beredar juga menyebut bahwa vaksin Covid-19 mengandung mercuri yang berbahaya pernah terjadi di Teluk Minamata, Jepang pada tahun 1932-1968. Tapi faktanya mercuri yang dibuang di Jepang adalah methyl mercuri, sedangkan yang dipakai di vaksin adalah ethyl mercuri dimana bukan merupakan suatu zat yang berbahaya. Kemudian hoax yang mengatakan jika vaksin merupakan senjata biologis untuk memusnahkan umat Islam sangatlah tidak benar. Justru banyak negara non-muslim yang mengembangkan vaksin seperti Amerika Serikat, Israel, Kanda, Inggris, Belanda, dan Australia. Negara Israel merupakan salah satu negara yang pertama yang akan bebas dari Covid-19 karena cakupan vaksin yang sangat tinggi. Selain itu juga Israel memakai vaksin Pfizer-BioNTech dengan efficacy 92%. “Pemerintah akan mencabut bantuan pada anak yang orang tuanya menentang vaksinasi, itu merupakan tanda keseriusan penanganan pandemi Covid-19 di Israel,” terang Ustadz Nanung. Hal yang paling meresahkan masyarakat menurut Ustadz Nanung adalah hoax mengenai kehalalan vaksin Covid-19. Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sudah memberikan fatwa vaksin Sinovac halal dan suci. Sehingga masyarakat tidak harus ragu dan khawatir pada vaksin Sinovac yang dibuat negara China ini. Banyak negara lain seperti Singapura, Chili, Filipina, Turki, dan Brasil yang juga memesan vaksin Sinovac. “Jadi, berita yang beredar jika Indonesia merupakan kelinci percobaan untuk vaksin Sinovac merupakan hoax,” tandasnya. Kejadian yang menggegerkan juga dengan beredarnya kejadian di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember yang banyak berita mengatakan jika ratusan santri terkapar usai disuntik vaksin Covid-19. “Namun, ternyata itu merupakan berita palsu. Video yang ditayangkan merupakan dokumentasi tahun 2018 usai disuntik vaksin difteri. Kebenaran lainnya pada saat penyuntikan vaksin difteri ada salah satu SOP yang tidak dilaksanakan,” ungkap Ustadz Nanung. Banyak sekali hoax yang beredar mengenai vaksin Covid-19 ini. Hoax disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan biasanya bukan berasal dari latar belakang ilmu kedokteran. Sering terjadi juga beberapa tokoh yang memainkan politik untuk membuzzer masyarakat. “Masayarakat awam nantinyalah yang akan menanggung akibat paling merugikan. Sebagai masyarakat Indonenesia yang cerdas kita harus bisa menyaring berita. Tidak semata-mata langsung percaya dan harus mencari fakta-faktanya,” tutup Ustadz Nanung. (UAH/RS)
Markdown
- [Admisi](https://pmb.uii.ac.id/) - [UII Gateway](https://gateway.uii.ac.id/) - [Email](https://www.uii.ac.id/cdn-cgi/l/email-protection#6e070008012e1b0707400f0d40070a) - [Kontak](https://wa.me/6282131737773) - [![Bahasa Indonesia](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABAAAAALCAIAAAD5gJpuAAAABGdBTUEAAK/INwWK6QAAABl0RVh0U29mdHdhcmUAQWRvYmUgSW1hZ2VSZWFkeXHJZTwAAAFASURBVHjaYrwvyMzw6S8DGPwD0//ACAj+wNj/kNgAAcTC8P6vUF87UPr/v38M//79//v3/18g+Yfh35//v//++/vn/x8g+v3/N4hxe9YigABiYWAGG/biOQNI6V+wNBj9/f0PqOj3738g1b////rFLCUNtAEggFgY/jIAjYSo/gdWygBU8ec3iP37z7/fv0DsXyARxj9AOQaAAGIBOe7b179fPv3/85cBah5Q6a9/v8HafoOM//frF1CckYf3FwMDQACxCOSmctjY//34EeSef2AEchiY8QfsB4jlf/8yCwiKnT8LEECMf/+CguY/EDCAIW7AxMT0/v17gABi+ffvHyMjI0g9Az7VEFmgLwACiAmoAb9SNG0AAQSyAWgXRA8DDADtZEABQC5IFqgYIIBAGn78+PEPAhjAEAeAaAUIMAD/YnbumkL3sQAAAABJRU5ErkJggg==)](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [![English](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABAAAAALCAIAAAD5gJpuAAAAGXRFWHRTb2Z0d2FyZQBBZG9iZSBJbWFnZVJlYWR5ccllPAAAAflJREFUeNpinDRzn5qN3uFDt16+YWBg+Pv339+KGN0rbVP+//2rW5tf0Hfy/2+mr99+yKpyOl3Ydt8njEWIn8f9zj639NC7j78eP//8739GVUUhNUNuhl8//ysKeZrJ/v7z10Zb2PTQTIY1XZO2Xmfad+f7XgkXxuUrVB6cjPVXef78JyMjA8PFuwyX7gAZj97+T2e9o3d4BWNp84K1NzubTjAB3fH0+fv6N3qP/ir9bW6ozNQCijB8/8zw/TuQ7r4/ndvN5mZgkpPXiis3Pv34+ZPh5t23//79Rwehof/9/NDEgMrOXHvJcrllgpoRN8PFOwy/fzP8+gUlgZI/f/5xcPj/69e/37//AUX+/mXRkN555gsOG2xt/5hZQMwF4r9///75++f3nz8nr75gSms82jfvQnT6zqvXPjC8e/srJQHo9P9fvwNtAHmG4f8zZ6dDc3bIyM2LTNlsbtfM9OPHH3FhtqUz3eXX9H+cOy9ZMB2o6t/Pn0DHMPz/b+2wXGTvPlPGFxdcD+mZyjP8+8MUE6sa7a/xo6Pykn1s4zdzIZ6///8zMGpKM2pKAB0jqy4UE7/msKat6Jw5mafrsxNtWZ6/fjvNLW29qv25pQd///n+5+/fxDDVbcc//P/zx/36m5Ub9zL8+7t66yEROcHK7q5bldMBAgwADcRBCuVLfoEAAAAASUVORK5CYII=)](https://www.uii.ac.id/en/) [![Universitas Islam Indonesia](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png)](https://www.uii.ac.id/ "Logo Web 80") - [PENDIDIKAN](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Program Pendidikan](https://www.uii.ac.id/program-pendidikan/) - [Penerimaan Mahasiswa Baru](https://pmb.uii.ac.id/) - [Merdeka Belajar Kampus Merdeka](https://www.uii.ac.id/mbkm/) - [Informasi Beasiswa](https://www.uii.ac.id/beasiswa/) - [Fasilitas Kampus](https://www.uii.ac.id/kehidupan-mahasiswa/) - [Jelajahi Yogyakarta](https://www.uii.ac.id/kehidupan-di-yogyakarta/) - [PENELITIAN](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Pusat Studi & Laboratorium](https://www.uii.ac.id/pusat-studi-laboratorium/) - [Riset & Pengajaran](https://www.uii.ac.id/riset-pengajaran/) - [Portal Jurnal](https://www.uii.ac.id/jurnal/) - [Konferensi & Seminar](https://www.uii.ac.id/konferensi-dan-seminar/) - [PENGABDIAN](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Pengabdian & Dakwah](https://www.uii.ac.id/pengabdian-dakwah/) - [Lingkungan & Keberlanjutan](https://www.uii.ac.id/lingkungan-keberlanjutan/) - [Simpul Tumbuh](https://www.uii.ac.id/simpultumbuh/) - [Donasi UIIPeduli](https://www.uii.ac.id/uiipeduli/) - [INTERNASIONAL](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [International Admission](https://pmb.uii.ac.id/international/) - [Kantor Urusan Internasional](https://www.uii.ac.id/kui/) - [Mobilitas Internasional](https://www.uii.ac.id/mobilitas/) - [Program Gelar Ganda](https://www.uii.ac.id/gelar-ganda/) - [Erasmus+ CBHE di UII](https://www.uii.ac.id/erasmus-cbhe/) - [LAYANAN](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Mahasiswa](https://www.uii.ac.id/layanan-mahasiswa/) - [Alumni](https://www.uii.ac.id/alumni/) - [Kemitraan](https://www.uii.ac.id/kemitraan/) - [Publik & Rekan Media](https://www.uii.ac.id/publik-rekan-media/) - [Paten & Hak Cipta](https://www.uii.ac.id/hki/) - [PROFIL](https://www.uii.ac.id/profil/) - [Click to open the search input fieldSearch](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/?s= "Click to open the search input field") - [**Menu** Menu](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) You are here: [Home](https://www.uii.ac.id/ "Universitas Islam Indonesia")1 / [Indeks Berita](https://www.uii.ac.id/indeks-berita/ "Indeks Berita")2 / [Berita Kegiatan](https://www.uii.ac.id/category/berita-kegiatan/)3 / Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib [Berita Kegiatan](https://www.uii.ac.id/category/berita-kegiatan/), [Pilihan](https://www.uii.ac.id/category/pilihan/) # Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib [![](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Tangkapan-layar-Ustadz-Ir.-Nanung-Danar-Dono-saat-menjadi-narasumber-dalam-kajian-tematik-yang-diselenggarakan-IKA-UII-Kedokteran-754x321.jpg)](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Tangkapan-layar-Ustadz-Ir.-Nanung-Danar-Dono-saat-menjadi-narasumber-dalam-kajian-tematik-yang-diselenggarakan-IKA-UII-Kedokteran.jpg "Tangkapan layar Ustadz Ir. Nanung Danar Dono saat menjadi narasumber dalam kajian tematik yang diselenggarakan IKA UII Kedokteran") Ustadz Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Auditor Halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM UII) Yogyakarta turut menyoroti pihak-pihak yang menentang keberadaan vaksin Covid-19. Terlebih spekulasi yang menyebut haram karena vaksin berasal dari babi. Karenanya penting untuk berhati-hati terhadap informasi, senantiasa tabayyun akan kebenaran informasi sebelum menyebarkan pada orang lain. Ustadz Nanung dalam kajian tematik bertajuk “Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib” yang diselenggarakan IKA UII Kedokteran pada Minggu (7/2) menyebut vaksin Covid-19 aman dan dipakai lebih dari 193 negara. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90%. “Ilmuwan yang sering dikutip pendapatnya bukan ahli vaksin, namun seorang psikolog, ahli statistik, homeopati, kolumnis, dan ahli kanker di tahun 1950-1960. Sumber data yang digunakan kuno. Saat ini teknologi vaksin yang digunakan sudah canggih,” bebernya. Lebih lanjut Ustadz Nanung dalam pemaparannya menjelaskan, hingga saat ini Uni Eropa sudah memesan 1,4 miliar dosis vaksin Astra Zeneca, Curevac, dan Moderna. Amerika Serikat memesan 800 juta vaksin. Jepang dengan penduduk yang lebih sedikit memesan 540 juta vaksin Astra Zeneca, Moderna, dan Novovax. Menurut Ustadz Nanung, hoax yang beredar juga menyebut bahwa vaksin Covid-19 mengandung mercuri yang berbahaya pernah terjadi di Teluk Minamata, Jepang pada tahun 1932-1968. Tapi faktanya mercuri yang dibuang di Jepang adalah methyl mercuri, sedangkan yang dipakai di vaksin adalah ethyl mercuri dimana bukan merupakan suatu zat yang berbahaya. Kemudian hoax yang mengatakan jika vaksin merupakan senjata biologis untuk memusnahkan umat Islam sangatlah tidak benar. Justru banyak negara non-muslim yang mengembangkan vaksin seperti Amerika Serikat, Israel, Kanda, Inggris, Belanda, dan Australia. Negara Israel merupakan salah satu negara yang pertama yang akan bebas dari Covid-19 karena cakupan vaksin yang sangat tinggi. Selain itu juga Israel memakai vaksin Pfizer-BioNTech dengan efficacy 92%. “Pemerintah akan mencabut bantuan pada anak yang orang tuanya menentang vaksinasi, itu merupakan tanda keseriusan penanganan pandemi Covid-19 di Israel,” terang Ustadz Nanung. Hal yang paling meresahkan masyarakat menurut Ustadz Nanung adalah hoax mengenai kehalalan vaksin Covid-19. Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sudah memberikan fatwa vaksin Sinovac halal dan suci. Sehingga masyarakat tidak harus ragu dan khawatir pada vaksin Sinovac yang dibuat negara China ini. Banyak negara lain seperti Singapura, Chili, Filipina, Turki, dan Brasil yang juga memesan vaksin Sinovac. “Jadi, berita yang beredar jika Indonesia merupakan kelinci percobaan untuk vaksin Sinovac merupakan hoax,” tandasnya. Kejadian yang menggegerkan juga dengan beredarnya kejadian di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember yang banyak berita mengatakan jika ratusan santri terkapar usai disuntik vaksin Covid-19. “Namun, ternyata itu merupakan berita palsu. Video yang ditayangkan merupakan dokumentasi tahun 2018 usai disuntik vaksin difteri. Kebenaran lainnya pada saat penyuntikan vaksin difteri ada salah satu SOP yang tidak dilaksanakan,” ungkap Ustadz Nanung. Banyak sekali hoax yang beredar mengenai vaksin Covid-19 ini. Hoax disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan biasanya bukan berasal dari latar belakang ilmu kedokteran. Sering terjadi juga beberapa tokoh yang memainkan politik untuk membuzzer masyarakat. “Masayarakat awam nantinyalah yang akan menanggung akibat paling merugikan. Sebagai masyarakat Indonenesia yang cerdas kita harus bisa menyaring berita. Tidak semata-mata langsung percaya dan harus mencari fakta-faktanya,” tutup Ustadz Nanung. (UAH/RS) 8 Februari 2021 ##### Share this entry - [Share on Facebook](https://www.facebook.com/sharer.php?u=https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/&t=Vaksin%20Covid%2019%3A%20Halal%20dan%20Thoyyib) - [Share on X](https://twitter.com/share?text=Vaksin%20Covid%2019%3A%20Halal%20dan%20Thoyyib&url=https://www.uii.ac.id/?p=66305) - [Share on WhatsApp](https://api.whatsapp.com/send?text=https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Share on LinkedIn](https://linkedin.com/shareArticle?mini=true&title=Vaksin%20Covid%2019%3A%20Halal%20dan%20Thoyyib&url=https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/) - [Share by Mail](https://www.uii.ac.id/cdn-cgi/l/email-protection#142b6761767e7177602942757f677d7a312624577b627d70312624252d3127553126245c7578757831262470757a312624407c7b6d6d7d76323724272c2f767b706d297c606064672e3b3b6363633a617d7d3a75773a7d703b62757f677d7a39777b627d7039252d397c757875783970757a39607c7b6d6d7d763b) https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Tangkapan-layar-Ustadz-Ir.-Nanung-Danar-Dono-saat-menjadi-narasumber-dalam-kajian-tematik-yang-diselenggarakan-IKA-UII-Kedokteran.jpg 450 754 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/12/Logo-Web-80-1.png humas2021-02-08 12:17:242021-02-09 17:35:55Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib ### Berita Terakhir - [UII Sambut Mahasiswa SEA-Teacher Batch 11 dari Panpacific University Filipina](https://www.uii.ac.id/uii-sambut-mahasiswa-sea-teacher-batch-11-dari-panpacific-university-filipina/) - [UII Lantik 30 Arsitek Baru dalam Wisuda Profesi Arsitek Angkatan ke-17](https://www.uii.ac.id/uii-lantik-30-arsitek-baru-dalam-wisuda-profesi-arsitek-angkatan-ke-17/) - [UII dan Universitas Darunnajah Jajaki Kerja Sama Penguatan Pendidikan Tinggi](https://www.uii.ac.id/uii-dan-universitas-darunnajah-jajaki-kerja-sama-penguatan-pendidikan-tinggi/) - [Dari UII ke Dunia: Qatar Debate Indonesian Chapter 2026 Siapkan Delegasi Indonesia](https://www.uii.ac.id/dari-uii-ke-dunia-qatar-debate-indonesian-chapter-2026-siapkan-delegasi-indonesia/) - [UII Perkuat Kolaborasi dengan MPR RI, Dorong Penguatan Wawasan Kebangsaan](https://www.uii.ac.id/uii-perkuat-kolaborasi-dengan-mpr-ri-dorong-penguatan-wawasan-kebangsaan/) ![](http://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/02/UII-Web-Logo.png) Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat) Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia Telepon: +62 274 898444 Faks: +62 274 898459 Email: info\[at\]uii.ac.id ![](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2024/05/akreditasi-nasional-uii-1030x146.png) **Akreditasi Institusi Unggul**. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022. © Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia \| [**Pengelolaan Situs Web**](https://uii.ac.id/pengelolaan-situs-web/) \| [**Pernyataan Sangkalan**](https://uii.ac.id/pernyataan-sangkalan/) \| [**Tampilan Lama**](http://arsip.uii.ac.id/) \| Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024 [Link to: Teliti Identitas Keislaman, Pengasuh Pondok Pesantren UII Raih Gelar DoktorTeliti Identitas Keislaman, Pengasuh Pondok Pesantren UII Raih Gelar Doktor![](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Pengasuh-Pondok-Pesantren-Putra-UII-Suyanto-S.Ag_.-M.Si_.-M.Pd_.-80x80.jpg)](https://www.uii.ac.id/teliti-identitas-keislaman-pengasuh-pondok-pesantren-uii-raih-gelar-doktor/ "Link to: Teliti Identitas Keislaman, Pengasuh Pondok Pesantren UII Raih Gelar Doktor") [Link to: Vaksinasi sebagai Solusi Penyelesaian Pandemi![](https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Ahli-Bioteknologi-Universitas-Putra-Malaysia-Assoc.-Prof.-Bimo-Ario-Tejo-PhD.-80x80.png)Vaksinasi sebagai Solusi Penyelesaian Pandemi](https://www.uii.ac.id/vaksinasi-sebagai-solusi-penyelesaian-pandemi/ "Link to: Vaksinasi sebagai Solusi Penyelesaian Pandemi") [Scroll to top Scroll to top](https://www.uii.ac.id/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/#top "Scroll to top")
Readable Markdown
Ustadz Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Auditor Halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM UII) Yogyakarta turut menyoroti pihak-pihak yang menentang keberadaan vaksin Covid-19. Terlebih spekulasi yang menyebut haram karena vaksin berasal dari babi. Karenanya penting untuk berhati-hati terhadap informasi, senantiasa tabayyun akan kebenaran informasi sebelum menyebarkan pada orang lain. Ustadz Nanung dalam kajian tematik bertajuk “Vaksin Covid 19: Halal dan Thoyyib” yang diselenggarakan IKA UII Kedokteran pada Minggu (7/2) menyebut vaksin Covid-19 aman dan dipakai lebih dari 193 negara. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90%. “Ilmuwan yang sering dikutip pendapatnya bukan ahli vaksin, namun seorang psikolog, ahli statistik, homeopati, kolumnis, dan ahli kanker di tahun 1950-1960. Sumber data yang digunakan kuno. Saat ini teknologi vaksin yang digunakan sudah canggih,” bebernya. Lebih lanjut Ustadz Nanung dalam pemaparannya menjelaskan, hingga saat ini Uni Eropa sudah memesan 1,4 miliar dosis vaksin Astra Zeneca, Curevac, dan Moderna. Amerika Serikat memesan 800 juta vaksin. Jepang dengan penduduk yang lebih sedikit memesan 540 juta vaksin Astra Zeneca, Moderna, dan Novovax. Menurut Ustadz Nanung, hoax yang beredar juga menyebut bahwa vaksin Covid-19 mengandung mercuri yang berbahaya pernah terjadi di Teluk Minamata, Jepang pada tahun 1932-1968. Tapi faktanya mercuri yang dibuang di Jepang adalah methyl mercuri, sedangkan yang dipakai di vaksin adalah ethyl mercuri dimana bukan merupakan suatu zat yang berbahaya. Kemudian hoax yang mengatakan jika vaksin merupakan senjata biologis untuk memusnahkan umat Islam sangatlah tidak benar. Justru banyak negara non-muslim yang mengembangkan vaksin seperti Amerika Serikat, Israel, Kanda, Inggris, Belanda, dan Australia. Negara Israel merupakan salah satu negara yang pertama yang akan bebas dari Covid-19 karena cakupan vaksin yang sangat tinggi. Selain itu juga Israel memakai vaksin Pfizer-BioNTech dengan efficacy 92%. “Pemerintah akan mencabut bantuan pada anak yang orang tuanya menentang vaksinasi, itu merupakan tanda keseriusan penanganan pandemi Covid-19 di Israel,” terang Ustadz Nanung. Hal yang paling meresahkan masyarakat menurut Ustadz Nanung adalah hoax mengenai kehalalan vaksin Covid-19. Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sudah memberikan fatwa vaksin Sinovac halal dan suci. Sehingga masyarakat tidak harus ragu dan khawatir pada vaksin Sinovac yang dibuat negara China ini. Banyak negara lain seperti Singapura, Chili, Filipina, Turki, dan Brasil yang juga memesan vaksin Sinovac. “Jadi, berita yang beredar jika Indonesia merupakan kelinci percobaan untuk vaksin Sinovac merupakan hoax,” tandasnya. Kejadian yang menggegerkan juga dengan beredarnya kejadian di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember yang banyak berita mengatakan jika ratusan santri terkapar usai disuntik vaksin Covid-19. “Namun, ternyata itu merupakan berita palsu. Video yang ditayangkan merupakan dokumentasi tahun 2018 usai disuntik vaksin difteri. Kebenaran lainnya pada saat penyuntikan vaksin difteri ada salah satu SOP yang tidak dilaksanakan,” ungkap Ustadz Nanung. Banyak sekali hoax yang beredar mengenai vaksin Covid-19 ini. Hoax disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan biasanya bukan berasal dari latar belakang ilmu kedokteran. Sering terjadi juga beberapa tokoh yang memainkan politik untuk membuzzer masyarakat. “Masayarakat awam nantinyalah yang akan menanggung akibat paling merugikan. Sebagai masyarakat Indonenesia yang cerdas kita harus bisa menyaring berita. Tidak semata-mata langsung percaya dan harus mencari fakta-faktanya,” tutup Ustadz Nanung. (UAH/RS)
Shard46 (laksa)
Root Hash1204900613517709046
Unparsed URLid,ac,uii!www,/vaksin-covid-19-halal-dan-thoyyib/ s443