ℹ️ Skipped - page is already crawled
| Filter | Status | Condition | Details |
|---|---|---|---|
| HTTP status | PASS | download_http_code = 200 | HTTP 200 |
| Age cutoff | PASS | download_stamp > now() - 6 MONTH | 0 months ago |
| History drop | PASS | isNull(history_drop_reason) | No drop reason |
| Spam/ban | PASS | fh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0 | ml_spam_score=0 |
| Canonical | PASS | meta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsed | Not set |
| Property | Value |
|---|---|
| URL | https://www.mitrakeluarga.com/artikel/batu-empedu |
| Last Crawled | 2026-04-06 11:34:31 (2 hours ago) |
| First Indexed | 2024-06-28 10:35:53 (1 year ago) |
| HTTP Status Code | 200 |
| Meta Title | Ciri-Ciri Batu Empedu yang Tidak Disadari & Pengobatannya |
| Meta Description | Ciri-ciri batu empedu: 1. Sakit perut bagian atas, 2. Mual dan muntah, 3. Nyeri pada ulu hati, 4. Menguningnya kulit, 5. Perubahan warna urine, 6. Demam |
| Meta Canonical | null |
| Boilerpipe Text | Batu empedu adalah suatu kondisi ketika terbentuknya batu pada kantong empedu dengan gejala berupa nyeri perut mendadak. Terkadang, ciri-ciri penyakit batu empedu, atau dalam istilah medis dikenal dengan
cholelithiasis
ini, mirip dengan gangguan pencernaan seperti mulas, asam lambung, dan kram sehingga banyak yang mengabaikannya.
Kantong empedu sendiri merupakan organ bagian dalam yang terletak di sisi kanan perut, tepat berada di bawah hati. Fungsi utama kantong ini yaitu untuk menyimpan cairan empedu yang akan dilepas ke usus kecil sehingga dapat membantu proses pencernaan.
Ukuran batu empedu berkisar dari sekecil satu butir pasir sampai sebesar bola golf. Semakin besar, tentu akan semakin berbahaya. Penderitanya dapat mengembangkan hanya satu batu empedu atau banyak batu empedu pada saat yang bersamaan.
Sahabat MIKA mungkin tidak tahu bahwa sedang memiliki batu empedu sampai batu ini memblokir saluran empedu dan menyebabkan rasa sakit yang membutuhkan perawatan segera.
Lalu, seperti ciri-ciri dan gejala dan penyebabnya? Mari simak selengkapnya pada artikel berikut.
Ciri-Ciri Penyakit Batu Empedu
Sebagian orang yang memiliki batu empedu tidak mengalami gejala tertentu karena batu tersebut diam. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh
Canadian Society of Intestinal Research
, menunjukkan bahwa sekitar 50 persen pasien dengan batu empedu tidak mengalami gejala.
Biasanya batu pada saluran empedu baru ditemukan pada saat penderitanya melakukan CT scan atau USG yang dilakukan karena alasan lain.
Meski begitu, beberapa orang yang memiliki batu empedu mengalami gejala yang bervariasi sesuai dengan frekuensi dan tingkat keparahan. Berikut ini sejumlah gejala batu empedu pada pria dan wanita yang mungkin tidak disadari.
1. Sakit Perut Bagian Kanan Atas
Bayangkan Sahabat MIKA memiliki batu empedu seukuran bola golf yang mencoba melewati lubang seukuran sedotan.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Bekasi,
dr. Ediyanto, Sp.B
, orang yang mengalami batu empedu, akan merasakan
sakit di area perut bagian kanan atas
. Selain itu, rasa nyerinya bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
“(Gejala batu empedu) Nyeri pada bagian perut kanan atas, terutama setelah makan. Nyeri yang dirasakan, biasanya menjalar ke bagian punggung belakang sebelah kanan,” ujar
dr. Ediyanto, Sp.B
.
Selain itu, beberapa orang juga mengalami nyeri di bagian tengah perut, tepat di bawah tulang dada.
Rasa tidak nyaman ini dapat berlangsung secara intens selama beberapa menit hingga beberapa jam terutama setelah makan berlemak.
Jangan abaikan ketika Anda sudah mulai merasa terlalu sering sakit perut atau bahkan semakin terasa lebih parah dibandingkan biasanya.
2. Mual dan Muntah
Ciri-ciri batu empedu berikutnya yaitu rasa mual dan ingin muntah. Hal ini dapat terjadi ketika batu tersangkut di salah satu saluran yang membuat enzim pencernaan Anda mengalir sehingga memicu peradangan ringan, pembengkakan, dan rasa sakit yang parah.
Kantong empedu dapat berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku ketika peradangan berkembang menjadi kronis. Alhasil ini akan menyebabkan perut terasa mual, kembung (terutama setelah makan), muntah, hingga diare kronis.
3. Nyeri pada Ulu Hati
Gejala batu empedu berkembang mirip dengan gangguan pencernaan dan nyeri pada bagian ulu hati seperti mulas, refluks asam, dan kram. Kemudian bagian ulu hati juga terasa seperti diremas, dan panas terbakar sampai ke dada (
heartburn
). Biasanya, hal ini paling umum sebagai ciri-ciri batu empedu pada wanita.
Perbedaan batu empedu dan
penyakit asam lambung
terletak pada seberapa sering gejala ini terjadi. Pada penyakit batu empedu, sakit pada ulu hati cenderung terjadi berulang kali, terutama setelah makan, banyak beraktivitas, bahkan sedang beristirahat.
Hal ini terjadi karena batu empedu sudah menghalangi jalan keluar dari kantong empedu.
Baca juga:
6 Fakta Radang Usus Buntu Serta Cara Mengenalinya
4. Menguningnya Kulit dan Bagian Putih Mata (
Jaundice
)
Jaundice adalah warna kekuningan pada kulit dan lapisan mukosa seperti bagian putih mata yang sering dialami oleh pasien batu empedu yang kondisinya sudah parah.
Menguningnya kulit dan bagian putih mata ini terjadi karena konsentrasi bilirubin dalam aliran darah menjadi meningkat, kemudian menumpuk di kulit dan mengubahnya menjadi kuning
Meningkatnya konsentrasi bilirubin di kantong empedu ini terjadi karena penumpukan cairan empedu akibat tersumbatnya saluran empedu dan menghambat sistem pengiriman empedu ke usus kecil.
5. Perubahan Warna Urine dan kotoran.
Kelebihan bilirubin ternyata dapat membuat perubahan warna pada urine dan tinja. Warna urine yang memiliki batu ginjal menjadi lebih gelap, atau lebih tepatnya merah tua atau cokelat.
Sementara, pada tinja berwarna pucat atau cenderung mirip tanah liat karena batu empedu sudah menghambat aliran cairan empedu yang berfungsi memberikan warna pada tinja.
6. Demam.
Demam, kedinginan, dan detak jantung yang cepat, terutama dikombinasikan dengan sakit perut yang tidak kunjung berhenti, bisa berarti aliran keluar kandung empedu benar-benar tersumbat dan telah menyebabkan infeksi.
Infeksi saluran empedu sangatlah berbahaya dan dapat mengancam jiwa jika diabaikan.
Penyebab batu empedu
Dibandingkan dengan sistem pencernaan lainnya, kantong empedu tidak menerima banyak aliran udara sehingga dapat menyebabkan lemak yang mengeras dan mengendap.
Berikut ini penyebab batu empedu berdasarkan jenis dan penyebab lainnya:
1. Batu Empedu Kolesterol
Batu empedu kolesterol adalah jenis
Cholelithiasis
yang paling umum. Komposisi batu yang berwarna kuning ini, terdiri dari kolesterol yang tidak larut, yang mungkin juga mengandung komponen lain.
Penyebabnya tak lain karena sudah terlalu banyak kolesterol dalam empedu, hingga di atas 70%, pada sistem, partikel kolesterol saling menempel. Kemudian, ukurannya membesar membentuk batu empedu.
2. Batu Empedu Pigmen
Selanjutnya ada batu empedu pigmen yang berwarna coklat tua atau hitam. Terbentuk ketika empedu mengandung terlalu banyak bilirubin. Pertumbuhan kolesterol yang tidak normal dalam sistem dan adanya penurunan kinerja kontraksi kantong empedu. Kondisi seperti sirosis, infeksi, dan kelainan darah dapat menyebabkan hati menyimpan terlalu banyak bilirubin sehingga mengembangkan batu empedu pigmen.
Batu pigmen coklat terjadi ketika bakteri duodenum memasuki kantong empedu. Hal ini berdampak pada perubahan struktur bilirubin sehingga terbentuklah batu pigmen berwarna coklat.
Sementara itu, batu pigmen berwarna hitam terjadi ketika bilirubin yang berlebihan dalam empedu menempel pada mineral lain, seperti kalsium. Partikel ini pun tumbuh dan menjadi batu pigmen yang hitam dan mengeras.
3. Penyebab Lain
Selain itu, penyebab lainnya dari batu empedu adalah proses pengosongan kantong empedu yang tidak benar.
Jika kantong empedu Anda tidak mengosongkan sepenuhnya atau cukup sering, empedu bisa menjadi sangat pekat, berkontribusi pada pembentukan batu empedu.
Faktor Risiko Batu Empedu
Kemudian, batu empedu dapat berkembang orang yang memiliki faktor risiko berikut:
Wanita lebih banyak dibandingkan pasien pria.
Berusia 40 atau lebih
Kelebihan berat badan atau obesitas
Usia produktif (belum menopause)
Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu
Kurang bergerak atau jarang berolahraga
Makan makanan tinggi lemak
Makan makanan tinggi kolesterol
Makan makanan rendah serat
Menderita diabetes
Memiliki kelainan darah tertentu, seperti anemia atau leukemia
Minum obat yang mengandung estrogen, seperti kontrasepsi oral atau obat terapi hormon
Memiliki penyakit liver
Memiliki penyakit usus seperti Crohn's
Melakukan diet ekstra yang tidak sehat untuk menurunkan banyak berat badan dalam waktu singkat
Selain itu, Sahabat MIKA juga harus waspada terhadap makanan berlemak. Makanan berlemak dapat memperparah gejala batu empedu.
Menurut dr. Ediyanto, Sp.B, makanan yang berlemak seperti gorengan, ayam goreng, dan kentang goreng, dan makanan lainnya yang digoreng, dapat menyebabkan nyeri pada penderita batu empedu.
“Makanan berlemak dapat merangsang pengeluaran empedu dari kantung empedu. Dengan begitu, apabila terdapat batu yang menghalangi pengeluaran empedu, maka dapat mengakibatkan nyeri. Pada intinya penderita batu empedu harus menghindari makanan berlemak,” kata dr. Ediyanto, Sp.B.
Diagnosis Batu Empedu
Beberapa orang tidak menyadari terdapat batu pada empedunya karena di tahap awal, bisa jadi tidak menimbulkan gejala. Selain itu, ketika muncul, gejala tersebut mirip dengan penyakit lain, misalnya
tukak lambung
, GERD, radang usus, dan penyakit divertikular.
Untuk mengetahui secara jelas apakah pasien mengalami batu empedu atau tidak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.
1. Pemeriksaan Fisik
Pertama-tama, dokter akan mendengar keluhan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan secara umum untuk mengonfirmasi apakah gejala yang dialami pasien merupakan gejala penyakit batu empedu atau bukan.
Salah satu contoh
pemeriksaan fisik
yang umum dilakukan dokter adalah menekan perut bagian atas. Apabila timbul rasa nyeri, ada kemungkinan pasien menderita penyakit batu empedu.
2. Pemeriksaan Darah
Untuk menunjang pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien untuk memeriksa darah, panel fungsi hati, serta enzim lipase dan amilase.
Tujuan dari pemeriksaan darah lengkap ini adalah untuk mengetahui apakah ada komplikasi atau tidak. Contoh komplikasi yang kerap terjadi adalah sumbatan batu empedu, infeksi, dan pankreatitis.
3. Ultrasonografi
Pemindaian menggunakan
perangkat ultrasonografi
sangat efektif untuk melihat kondisi saluran empedu dan batu empedu. Dengan pemindaian ini juga dokter dapat melihat, apakah terjadi sumbatan pada saluran empedu atau tidak.
Baca Juga:
Penyebab Rasa Sakit Perut di Atas Kemaluan dan Cara Mengatasinya. Perhatikan Kesehatan Saluran Kemih!
Pengobatan Batu Empedu
Apabila penyakit batu empedu yang Anda alami muncul tanpa gejala, biasanya dokter belum akan memberikan pengobatan khusus. Namun, sebagai pasien, Anda disarankan untuk menjaga pola makan dan kembali berkonsultasi pada jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
Lalu, apabila batu empedu sudah diiringi dengan gejala tertentu, dokter akan merekomendasikan sejumlah pengobatan berikut:
1. Obat-obatan
Jika Anda merasaknya nyeri kolik billier atau rasa nyeri pada bagian tengah dan kanan atas perut, dokter akan memberikan obat pereda nyeri.
Lalu, di dalam kantong empedu terdapat batu empedu kecil yang tidak menyebabkan sumbatan pada saluran empedu, dokter akan memberikan obat lain. Fungsi dari obat tersebut adalah melarutkan dan menghancurkan batu empedu.
Obat yang umum dianjurkan oleh dokter adalah
ursodeoxycholic acid
. Obat ini memiliki efek mengurangi tingkat kejenuhan asam empedu sehingga akan menekan pembentukan batu kolesterol dan memperbaiki gangguan pada aliran asam empedu.
2. Operasi Bedah
Operasi bedah merupakan tindakan terakhir jika kondisi Anda cukup parah. Salah satu pertanda jika Anda memerlukan operasi adalah sering mengalami sakit pada bagian kanan perut.
Dalam operasi ini, dokter akan mengangkat kantong empedu. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda masih bisa hidup normal tanpa kantong empedu.
Setelah operasi, mungkin Anda akan mengalami diare, tetapi biasanya kondisi ini hanya berlangsung sementara.
3. Laparoskopi
Laparoskopi
adalah tindakan minimal invasif menggunakan selang yang dilengkapi kamera khusus dan alat bedah yang dimasukkan sayatan kecil sepanjang 0,5-1 cm di sekitar area perut bagian pusar sampai ke atas.
Dokter akan memantau kondisi di dalam perut melalui layar monitor. Kemudian, dokter akan mengeluarkan kantong empedu beserta batu empedu secara hati-hati, lalu menutup sayatan itu kembali.
Kelebihan prosedur ini adalah durasi operasi dan pemulihannya jauh lebih cepat dibanding operasi konvensional. Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Jatiasih,
dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B
, operasi hanya berlangsung sekitar 1-2 jam jika tidak ada komplikasi. Kemudian, beberapa jam setelahnya, pasien bisa mulai belajar duduk dan makan seperti biasa.
“Karena luka sayatannya sangat kecil dan minim risiko komplikasi, pasien bisa pulang keesokan harinya (setelah operasi) tanpa keluhan apa pun.” ujar
dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B
.
Namun, setelah selesai operasi, Sahabat MIKA tetap harus kontrol dan periksakan diri ke dokter untuk memastikan proses pengobatan berjalan lancar. Secara umum, Sahabat MIKA bisa kembali ke rutinitas semula dalam waktu 1-2 minggu.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Sahabat MIKA sudah merasakan gejala sakit perut di bagian kanan atas dan tidak kunjung reda, sebaiknya Sahabat MIKA segera memeriksakan diri ke dokter di
Digestive Center Mitra Keluarga
.
Konsultasi dengan dokter juga sangat diperlukan jika Anda mengalami tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, misalnya:
Sakit perut begitu hebat sehingga kesulitan duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
Menguningnya kulit dan bagian putih mata (
jaundice
)
Demam tinggi disertai menggigil
Apabila dokter menyarankan untuk menjalani prosedur bedah, berkonsultasilah dengan
Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga
.
Supaya sesi konsultasi lebih nyaman dan praktis, buat Janji Temu dengan dokter secara
online
melalui
website
atau MIKA Aplikasi Mobile yang dapat diunduh di Play Store dan App Store!
Dengan buat Janji Temu, Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan pantau antrean secara
real-time
.
Yuk,
buat Janji Temu
dengan dokter pilihan Sahabat MIKA!
Mitra Keluarga
life.love.laughter
Sumber:
Women's Health. 2018. 6 Signs You Might Have A Serious Problem With Your Gallbladder
MSD Manual. 2021. Cholelithiasis
Web MD. 2023. Gallstones (Cholelithiasis)
Healthline. 2023. A Guide to Gallstones
Mayo Clinic. 2021. Gallstones (2021)
Jasmin Tanaja; Richard A. Lopez; Jehangir M. Meer. 2023. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing |
| Markdown | [](https://www.mitrakeluarga.com/)

Gawat DaruratIGD
[Beranda](https://www.mitrakeluarga.com/)[Tentang Kami](https://www.mitrakeluarga.com/tentang-kami)[Cabang](https://www.mitrakeluarga.com/cabang)[Spesialisasi](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi)[Fasilitas Layanan](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan)
[Beranda](https://www.mitrakeluarga.com/)[Tentang Kami](https://www.mitrakeluarga.com/tentang-kami)[Cabang](https://www.mitrakeluarga.com/cabang)[Spesialisasi](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi)[Fasilitas Layanan](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan)

Login / DaftarLogin
- [Beranda](https://www.mitrakeluarga.com/)\>
- [Artikel](https://www.mitrakeluarga.com/artikel)\>
- Ciri-ciri Batu Empedu yang Tidak Disadari serta Pengobatan yang Cepat dan Tepat
# Ciri-ciri Batu Empedu yang Tidak Disadari serta Pengobatan yang Cepat dan Tepat
Mitra Keluarga\-31 December 2025•234935 Reads
Bagikan[](https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https://www.mitrakeluarga.com/artikel/batu-empedu&display=popup&ref=plugin&src=share_button "Share ke Facebook")[](https://twitter.com/intent/tweet?text=Ciri-ciri%20Batu%20Empedu%20yang%20Tidak%20Disadari%20serta%20Pengobatan%20yang%20Cepat%20dan%20Tepat%20%20-%20https://www.mitrakeluarga.com/artikel/batu-empedu "Share ke Twitter")[](https://api.whatsapp.com/send?text=https://www.mitrakeluarga.com/artikel/batu-empedu "Share ke Whatsapp")

URL Tersalin\!



Artikel Kesehatan
Batu empedu adalah suatu kondisi ketika terbentuknya batu pada kantong empedu dengan gejala berupa nyeri perut mendadak. Terkadang, ciri-ciri penyakit batu empedu, atau dalam istilah medis dikenal dengan *cholelithiasis* ini, mirip dengan gangguan pencernaan seperti mulas, asam lambung, dan kram sehingga banyak yang mengabaikannya.
Kantong empedu sendiri merupakan organ bagian dalam yang terletak di sisi kanan perut, tepat berada di bawah hati. Fungsi utama kantong ini yaitu untuk menyimpan cairan empedu yang akan dilepas ke usus kecil sehingga dapat membantu proses pencernaan.
Ukuran batu empedu berkisar dari sekecil satu butir pasir sampai sebesar bola golf. Semakin besar, tentu akan semakin berbahaya. Penderitanya dapat mengembangkan hanya satu batu empedu atau banyak batu empedu pada saat yang bersamaan.
Sahabat MIKA mungkin tidak tahu bahwa sedang memiliki batu empedu sampai batu ini memblokir saluran empedu dan menyebabkan rasa sakit yang membutuhkan perawatan segera.
Lalu, seperti ciri-ciri dan gejala dan penyebabnya? Mari simak selengkapnya pada artikel berikut.
## Ciri-Ciri Penyakit Batu Empedu
Sebagian orang yang memiliki batu empedu tidak mengalami gejala tertentu karena batu tersebut diam. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh *Canadian Society of Intestinal Research*, menunjukkan bahwa sekitar 50 persen pasien dengan batu empedu tidak mengalami gejala.
Biasanya batu pada saluran empedu baru ditemukan pada saat penderitanya melakukan CT scan atau USG yang dilakukan karena alasan lain.
Meski begitu, beberapa orang yang memiliki batu empedu mengalami gejala yang bervariasi sesuai dengan frekuensi dan tingkat keparahan. Berikut ini sejumlah gejala batu empedu pada pria dan wanita yang mungkin tidak disadari.
### 1\. Sakit Perut Bagian Kanan Atas
Bayangkan Sahabat MIKA memiliki batu empedu seukuran bola golf yang mencoba melewati lubang seukuran sedotan.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Bekasi, [dr. Ediyanto, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue/dr-ediyanto-sp-b-2_019a979a-f034-7c46-91f5-a19f5c5f3c05), orang yang mengalami batu empedu, akan merasakan [sakit di area perut bagian kanan atas](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/sakit-perut-sebelah-kanan). Selain itu, rasa nyerinya bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
“(Gejala batu empedu) Nyeri pada bagian perut kanan atas, terutama setelah makan. Nyeri yang dirasakan, biasanya menjalar ke bagian punggung belakang sebelah kanan,” ujar [dr. Ediyanto, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu?doctor=dr.+Ediyanto%2C+Sp.B&clinic=Mitra+Keluarga+Bekasi&speciality=Bedah+Umum).
Selain itu, beberapa orang juga mengalami nyeri di bagian tengah perut, tepat di bawah tulang dada.
Rasa tidak nyaman ini dapat berlangsung secara intens selama beberapa menit hingga beberapa jam terutama setelah makan berlemak.
Jangan abaikan ketika Anda sudah mulai merasa terlalu sering sakit perut atau bahkan semakin terasa lebih parah dibandingkan biasanya.
### 2\. Mual dan Muntah
Ciri-ciri batu empedu berikutnya yaitu rasa mual dan ingin muntah. Hal ini dapat terjadi ketika batu tersangkut di salah satu saluran yang membuat enzim pencernaan Anda mengalir sehingga memicu peradangan ringan, pembengkakan, dan rasa sakit yang parah.
Kantong empedu dapat berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku ketika peradangan berkembang menjadi kronis. Alhasil ini akan menyebabkan perut terasa mual, kembung (terutama setelah makan), muntah, hingga diare kronis.
### 3\. Nyeri pada Ulu Hati
Gejala batu empedu berkembang mirip dengan gangguan pencernaan dan nyeri pada bagian ulu hati seperti mulas, refluks asam, dan kram. Kemudian bagian ulu hati juga terasa seperti diremas, dan panas terbakar sampai ke dada (*heartburn*). Biasanya, hal ini paling umum sebagai ciri-ciri batu empedu pada wanita.
Perbedaan batu empedu dan [penyakit asam lambung](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-mengatasi-naiknya-asam-lambung) terletak pada seberapa sering gejala ini terjadi. Pada penyakit batu empedu, sakit pada ulu hati cenderung terjadi berulang kali, terutama setelah makan, banyak beraktivitas, bahkan sedang beristirahat.
Hal ini terjadi karena batu empedu sudah menghalangi jalan keluar dari kantong empedu.
**Baca juga:** [**6 Fakta Radang Usus Buntu Serta Cara Mengenalinya**](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/radang-usus-buntu)
### 4\. Menguningnya Kulit dan Bagian Putih Mata (*Jaundice*)
Jaundice adalah warna kekuningan pada kulit dan lapisan mukosa seperti bagian putih mata yang sering dialami oleh pasien batu empedu yang kondisinya sudah parah.
Menguningnya kulit dan bagian putih mata ini terjadi karena konsentrasi bilirubin dalam aliran darah menjadi meningkat, kemudian menumpuk di kulit dan mengubahnya menjadi kuning
Meningkatnya konsentrasi bilirubin di kantong empedu ini terjadi karena penumpukan cairan empedu akibat tersumbatnya saluran empedu dan menghambat sistem pengiriman empedu ke usus kecil.
### 5\. Perubahan Warna Urine dan kotoran.
Kelebihan bilirubin ternyata dapat membuat perubahan warna pada urine dan tinja. Warna urine yang memiliki batu ginjal menjadi lebih gelap, atau lebih tepatnya merah tua atau cokelat.
Sementara, pada tinja berwarna pucat atau cenderung mirip tanah liat karena batu empedu sudah menghambat aliran cairan empedu yang berfungsi memberikan warna pada tinja.
### 6\. Demam.
Demam, kedinginan, dan detak jantung yang cepat, terutama dikombinasikan dengan sakit perut yang tidak kunjung berhenti, bisa berarti aliran keluar kandung empedu benar-benar tersumbat dan telah menyebabkan infeksi.
Infeksi saluran empedu sangatlah berbahaya dan dapat mengancam jiwa jika diabaikan.
## Penyebab batu empedu
Dibandingkan dengan sistem pencernaan lainnya, kantong empedu tidak menerima banyak aliran udara sehingga dapat menyebabkan lemak yang mengeras dan mengendap.
Berikut ini penyebab batu empedu berdasarkan jenis dan penyebab lainnya:
### 1\. Batu Empedu Kolesterol
Batu empedu kolesterol adalah jenis *Cholelithiasis* yang paling umum. Komposisi batu yang berwarna kuning ini, terdiri dari kolesterol yang tidak larut, yang mungkin juga mengandung komponen lain.
Penyebabnya tak lain karena sudah terlalu banyak kolesterol dalam empedu, hingga di atas 70%, pada sistem, partikel kolesterol saling menempel. Kemudian, ukurannya membesar membentuk batu empedu.
### 2\. Batu Empedu Pigmen
Selanjutnya ada batu empedu pigmen yang berwarna coklat tua atau hitam. Terbentuk ketika empedu mengandung terlalu banyak bilirubin. Pertumbuhan kolesterol yang tidak normal dalam sistem dan adanya penurunan kinerja kontraksi kantong empedu. Kondisi seperti sirosis, infeksi, dan kelainan darah dapat menyebabkan hati menyimpan terlalu banyak bilirubin sehingga mengembangkan batu empedu pigmen.
Batu pigmen coklat terjadi ketika bakteri duodenum memasuki kantong empedu. Hal ini berdampak pada perubahan struktur bilirubin sehingga terbentuklah batu pigmen berwarna coklat.
Sementara itu, batu pigmen berwarna hitam terjadi ketika bilirubin yang berlebihan dalam empedu menempel pada mineral lain, seperti kalsium. Partikel ini pun tumbuh dan menjadi batu pigmen yang hitam dan mengeras.
### 3\. Penyebab Lain
Selain itu, penyebab lainnya dari batu empedu adalah proses pengosongan kantong empedu yang tidak benar.
Jika kantong empedu Anda tidak mengosongkan sepenuhnya atau cukup sering, empedu bisa menjadi sangat pekat, berkontribusi pada pembentukan batu empedu.
## Faktor Risiko Batu Empedu
Kemudian, batu empedu dapat berkembang orang yang memiliki faktor risiko berikut:
- Wanita lebih banyak dibandingkan pasien pria.
- Berusia 40 atau lebih
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Usia produktif (belum menopause)
- Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu
- Kurang bergerak atau jarang berolahraga
- Makan makanan tinggi lemak
- Makan makanan tinggi kolesterol
- Makan makanan rendah serat
- Menderita diabetes
- Memiliki kelainan darah tertentu, seperti anemia atau leukemia
- Minum obat yang mengandung estrogen, seperti kontrasepsi oral atau obat terapi hormon
- Memiliki penyakit liver
- Memiliki penyakit usus seperti Crohn's
- Melakukan diet ekstra yang tidak sehat untuk menurunkan banyak berat badan dalam waktu singkat
Selain itu, Sahabat MIKA juga harus waspada terhadap makanan berlemak. Makanan berlemak dapat memperparah gejala batu empedu.
Menurut dr. Ediyanto, Sp.B, makanan yang berlemak seperti gorengan, ayam goreng, dan kentang goreng, dan makanan lainnya yang digoreng, dapat menyebabkan nyeri pada penderita batu empedu.
“Makanan berlemak dapat merangsang pengeluaran empedu dari kantung empedu. Dengan begitu, apabila terdapat batu yang menghalangi pengeluaran empedu, maka dapat mengakibatkan nyeri. Pada intinya penderita batu empedu harus menghindari makanan berlemak,” kata dr. Ediyanto, Sp.B.
## Diagnosis Batu Empedu
Beberapa orang tidak menyadari terdapat batu pada empedunya karena di tahap awal, bisa jadi tidak menimbulkan gejala. Selain itu, ketika muncul, gejala tersebut mirip dengan penyakit lain, misalnya [tukak lambung](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/tukak-lambung), GERD, radang usus, dan penyakit divertikular.
Untuk mengetahui secara jelas apakah pasien mengalami batu empedu atau tidak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.
### 1\. Pemeriksaan Fisik
Pertama-tama, dokter akan mendengar keluhan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan secara umum untuk mengonfirmasi apakah gejala yang dialami pasien merupakan gejala penyakit batu empedu atau bukan.
Salah satu contoh [pemeriksaan fisik](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/pemeriksaan-fisik) yang umum dilakukan dokter adalah menekan perut bagian atas. Apabila timbul rasa nyeri, ada kemungkinan pasien menderita penyakit batu empedu.
### 2\. Pemeriksaan Darah
Untuk menunjang pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien untuk memeriksa darah, panel fungsi hati, serta enzim lipase dan amilase.
Tujuan dari pemeriksaan darah lengkap ini adalah untuk mengetahui apakah ada komplikasi atau tidak. Contoh komplikasi yang kerap terjadi adalah sumbatan batu empedu, infeksi, dan pankreatitis.
### 3\. Ultrasonografi
Pemindaian menggunakan[perangkat ultrasonografi](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan/diagnostik/radiologi-2/usg-2-2) sangat efektif untuk melihat kondisi saluran empedu dan batu empedu. Dengan pemindaian ini juga dokter dapat melihat, apakah terjadi sumbatan pada saluran empedu atau tidak.
**Baca Juga:** [**Penyebab Rasa Sakit Perut di Atas Kemaluan dan Cara Mengatasinya. Perhatikan Kesehatan Saluran Kemih\!**](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/sakit-perut-di-atas-kemaluan)
## Pengobatan Batu Empedu
Apabila penyakit batu empedu yang Anda alami muncul tanpa gejala, biasanya dokter belum akan memberikan pengobatan khusus. Namun, sebagai pasien, Anda disarankan untuk menjaga pola makan dan kembali berkonsultasi pada jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
Lalu, apabila batu empedu sudah diiringi dengan gejala tertentu, dokter akan merekomendasikan sejumlah pengobatan berikut:
### 1\. Obat-obatan
Jika Anda merasaknya nyeri kolik billier atau rasa nyeri pada bagian tengah dan kanan atas perut, dokter akan memberikan obat pereda nyeri.
Lalu, di dalam kantong empedu terdapat batu empedu kecil yang tidak menyebabkan sumbatan pada saluran empedu, dokter akan memberikan obat lain. Fungsi dari obat tersebut adalah melarutkan dan menghancurkan batu empedu.
Obat yang umum dianjurkan oleh dokter adalah *ursodeoxycholic acid*. Obat ini memiliki efek mengurangi tingkat kejenuhan asam empedu sehingga akan menekan pembentukan batu kolesterol dan memperbaiki gangguan pada aliran asam empedu.
### 2\. Operasi Bedah
Operasi bedah merupakan tindakan terakhir jika kondisi Anda cukup parah. Salah satu pertanda jika Anda memerlukan operasi adalah sering mengalami sakit pada bagian kanan perut.
Dalam operasi ini, dokter akan mengangkat kantong empedu. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda masih bisa hidup normal tanpa kantong empedu.
Setelah operasi, mungkin Anda akan mengalami diare, tetapi biasanya kondisi ini hanya berlangsung sementara.
### 3\. Laparoskopi
[Laparoskopi](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan/diagnostik/endoskopi-2/laparoskopi) adalah tindakan minimal invasif menggunakan selang yang dilengkapi kamera khusus dan alat bedah yang dimasukkan sayatan kecil sepanjang 0,5-1 cm di sekitar area perut bagian pusar sampai ke atas.
Dokter akan memantau kondisi di dalam perut melalui layar monitor. Kemudian, dokter akan mengeluarkan kantong empedu beserta batu empedu secara hati-hati, lalu menutup sayatan itu kembali.
Kelebihan prosedur ini adalah durasi operasi dan pemulihannya jauh lebih cepat dibanding operasi konvensional. Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Jatiasih, [dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue/dr-faisal-ali-ahmad-kler-sp-b_019a9799-6b5e-7aef-b09c-bee4e26fa13b), operasi hanya berlangsung sekitar 1-2 jam jika tidak ada komplikasi. Kemudian, beberapa jam setelahnya, pasien bisa mulai belajar duduk dan makan seperti biasa.
“Karena luka sayatannya sangat kecil dan minim risiko komplikasi, pasien bisa pulang keesokan harinya (setelah operasi) tanpa keluhan apa pun.” ujar [dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu?doctor=dr.+Faisal+Ali+Ahmad+Kler%2C+Sp.B&clinic=Mitra+Keluarga+Jatiasih&speciality=Bedah+Umum).
Namun, setelah selesai operasi, Sahabat MIKA tetap harus kontrol dan periksakan diri ke dokter untuk memastikan proses pengobatan berjalan lancar. Secara umum, Sahabat MIKA bisa kembali ke rutinitas semula dalam waktu 1-2 minggu.
## Kapan Harus ke Dokter?
Jika Sahabat MIKA sudah merasakan gejala sakit perut di bagian kanan atas dan tidak kunjung reda, sebaiknya Sahabat MIKA segera memeriksakan diri ke dokter di [Digestive Center Mitra Keluarga](https://www.mitrakeluarga.com/layanan-unggulan/digestive-center-089sgyp).
Konsultasi dengan dokter juga sangat diperlukan jika Anda mengalami tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, misalnya:
- Sakit perut begitu hebat sehingga kesulitan duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
- Menguningnya kulit dan bagian putih mata (*jaundice*)
- Demam tinggi disertai menggigil
Apabila dokter menyarankan untuk menjalani prosedur bedah, berkonsultasilah dengan [Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue).
Supaya sesi konsultasi lebih nyaman dan praktis, buat Janji Temu dengan dokter secara *online* melalui *website* atau MIKA Aplikasi Mobile yang dapat diunduh di Play Store dan App Store\!
Dengan buat Janji Temu, Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan pantau antrean secara *real-time*.
Yuk, [**buat Janji Temu**](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu) dengan dokter pilihan Sahabat MIKA\!
**Mitra Keluarga**
**life.love.laughter**
**Sumber:**
- [*Women's Health. 2018. 6 Signs You Might Have A Serious Problem With Your Gallbladder*](https://www.womenshealthmag.com/health/a19995362/gallstone-symptoms/)
- [*MSD Manual. 2021. Cholelithiasis*](https://www.msdmanuals.com/professional/hepatic-and-biliary-disorders/gallbladder-and-bile-duct-disorders/cholelithiasis)
- *Web MD. 2023. Gallstones (Cholelithiasis)*
- [*Healthline. 2023. A Guide to Gallstones*](https://www.healthline.com/health/gallstones)
- [*Mayo Clinic. 2021. Gallstones (2021)*](https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214)
- [*Jasmin Tanaja; Richard A. Lopez; Jehangir M. Meer. 2023. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing*](https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470440/)
Artikel Menarik Lainnya
[Pengobatan Usus Buntu yang Benar dan Cara Mengenali Gejalanya. Sering Tidak Disadari\!](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/radang-usus-buntu)
[Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah, Gejala, hingga Cara Mengobatinya](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/sakit-perut-bagian-bawah)
[9 Penyebab Sakit Perut Melilit Hilang Timbul dan Cara Mengatasinya](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/penyebab-sakit-perut-melilit)
Promo Untuk Sahabat MIKA
[Promo MEMIKAT Hari Kesehatan Sedunia 2026, Cek Kesehatan Mulai dari Rp149 Ribu\!](https://www.mitrakeluarga.com/promo/semua-cabang/promo-memikat-hari-kesehatan-sedunia-2026)
[Promo Tindakan Cimino Hemodialisa Rp9 Juta di Mitra Keluarga Bekasi](https://www.mitrakeluarga.com/promo/semua-cabang/promo-tindakan-cimino-hemodialisa-rp9-juta-di-mitra-keluarga-bekasi)
[](https://www.mitrakeluarga.com/)
QUICK MENU[Tentang Kami](https://www.mitrakeluarga.com/tentang-kami)[Investor](https://investor.mitrakeluarga.com/)
Download Mitra Keluarga App
[](https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mika.app)[](https://apps.apple.com/id/app/mika-mitra-keluarga/id1662314710)
CORPORATE[Buat Janji Temu](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu)[Cari Dokter](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi)[Cari Lokasi](https://www.mitrakeluarga.com/cabang)[Karir](https://karier.mitrakeluarga.com/)
HUBUNGI KAMI
[Instagram](https://www.instagram.com/mitrakeluarga/)[TikTok](https://www.tiktok.com/@mitrakeluargaofficial)[Youtube](https://www.youtube.com/channel/UC0kcFbtKTaC3JYnvPR5LI8w)[Linkedin](https://www.linkedin.com/company/mitra-keluarga)[Facebook](https://www.facebook.com/MitraKeluargaKaryaSehat/)[Email](mailto:web@mitrakeluarga.com)[Podcast](https://open.spotify.com/show/4R0Nx2cXK5PIESlvb7HmlJ?si=Jdv77IrPQ6ug-gs0tahuDw&nd=1)
[Kebijakan Privasi](https://www.mitrakeluarga.com/kebijakan-privasi)
Copyright © 2026 Rumah Sakit Mitra Keluarga
[Cari Dokter & Buat Janji Temu](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu "Cari Dokter & Buat Janji Temu")
 |
| Readable Markdown | Batu empedu adalah suatu kondisi ketika terbentuknya batu pada kantong empedu dengan gejala berupa nyeri perut mendadak. Terkadang, ciri-ciri penyakit batu empedu, atau dalam istilah medis dikenal dengan *cholelithiasis* ini, mirip dengan gangguan pencernaan seperti mulas, asam lambung, dan kram sehingga banyak yang mengabaikannya.
Kantong empedu sendiri merupakan organ bagian dalam yang terletak di sisi kanan perut, tepat berada di bawah hati. Fungsi utama kantong ini yaitu untuk menyimpan cairan empedu yang akan dilepas ke usus kecil sehingga dapat membantu proses pencernaan.
Ukuran batu empedu berkisar dari sekecil satu butir pasir sampai sebesar bola golf. Semakin besar, tentu akan semakin berbahaya. Penderitanya dapat mengembangkan hanya satu batu empedu atau banyak batu empedu pada saat yang bersamaan.
Sahabat MIKA mungkin tidak tahu bahwa sedang memiliki batu empedu sampai batu ini memblokir saluran empedu dan menyebabkan rasa sakit yang membutuhkan perawatan segera.
Lalu, seperti ciri-ciri dan gejala dan penyebabnya? Mari simak selengkapnya pada artikel berikut.
## Ciri-Ciri Penyakit Batu Empedu
Sebagian orang yang memiliki batu empedu tidak mengalami gejala tertentu karena batu tersebut diam. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh *Canadian Society of Intestinal Research*, menunjukkan bahwa sekitar 50 persen pasien dengan batu empedu tidak mengalami gejala.
Biasanya batu pada saluran empedu baru ditemukan pada saat penderitanya melakukan CT scan atau USG yang dilakukan karena alasan lain.
Meski begitu, beberapa orang yang memiliki batu empedu mengalami gejala yang bervariasi sesuai dengan frekuensi dan tingkat keparahan. Berikut ini sejumlah gejala batu empedu pada pria dan wanita yang mungkin tidak disadari.
### 1\. Sakit Perut Bagian Kanan Atas
Bayangkan Sahabat MIKA memiliki batu empedu seukuran bola golf yang mencoba melewati lubang seukuran sedotan.
Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Bekasi, [dr. Ediyanto, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue/dr-ediyanto-sp-b-2_019a979a-f034-7c46-91f5-a19f5c5f3c05), orang yang mengalami batu empedu, akan merasakan [sakit di area perut bagian kanan atas](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/sakit-perut-sebelah-kanan). Selain itu, rasa nyerinya bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
“(Gejala batu empedu) Nyeri pada bagian perut kanan atas, terutama setelah makan. Nyeri yang dirasakan, biasanya menjalar ke bagian punggung belakang sebelah kanan,” ujar [dr. Ediyanto, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu?doctor=dr.+Ediyanto%2C+Sp.B&clinic=Mitra+Keluarga+Bekasi&speciality=Bedah+Umum).
Selain itu, beberapa orang juga mengalami nyeri di bagian tengah perut, tepat di bawah tulang dada.
Rasa tidak nyaman ini dapat berlangsung secara intens selama beberapa menit hingga beberapa jam terutama setelah makan berlemak.
Jangan abaikan ketika Anda sudah mulai merasa terlalu sering sakit perut atau bahkan semakin terasa lebih parah dibandingkan biasanya.
### 2\. Mual dan Muntah
Ciri-ciri batu empedu berikutnya yaitu rasa mual dan ingin muntah. Hal ini dapat terjadi ketika batu tersangkut di salah satu saluran yang membuat enzim pencernaan Anda mengalir sehingga memicu peradangan ringan, pembengkakan, dan rasa sakit yang parah.
Kantong empedu dapat berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku ketika peradangan berkembang menjadi kronis. Alhasil ini akan menyebabkan perut terasa mual, kembung (terutama setelah makan), muntah, hingga diare kronis.
### 3\. Nyeri pada Ulu Hati
Gejala batu empedu berkembang mirip dengan gangguan pencernaan dan nyeri pada bagian ulu hati seperti mulas, refluks asam, dan kram. Kemudian bagian ulu hati juga terasa seperti diremas, dan panas terbakar sampai ke dada (*heartburn*). Biasanya, hal ini paling umum sebagai ciri-ciri batu empedu pada wanita.
Perbedaan batu empedu dan [penyakit asam lambung](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-mengatasi-naiknya-asam-lambung) terletak pada seberapa sering gejala ini terjadi. Pada penyakit batu empedu, sakit pada ulu hati cenderung terjadi berulang kali, terutama setelah makan, banyak beraktivitas, bahkan sedang beristirahat.
Hal ini terjadi karena batu empedu sudah menghalangi jalan keluar dari kantong empedu.
**Baca juga:** [**6 Fakta Radang Usus Buntu Serta Cara Mengenalinya**](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/radang-usus-buntu)
### 4\. Menguningnya Kulit dan Bagian Putih Mata (*Jaundice*)
Jaundice adalah warna kekuningan pada kulit dan lapisan mukosa seperti bagian putih mata yang sering dialami oleh pasien batu empedu yang kondisinya sudah parah.
Menguningnya kulit dan bagian putih mata ini terjadi karena konsentrasi bilirubin dalam aliran darah menjadi meningkat, kemudian menumpuk di kulit dan mengubahnya menjadi kuning
Meningkatnya konsentrasi bilirubin di kantong empedu ini terjadi karena penumpukan cairan empedu akibat tersumbatnya saluran empedu dan menghambat sistem pengiriman empedu ke usus kecil.
### 5\. Perubahan Warna Urine dan kotoran.
Kelebihan bilirubin ternyata dapat membuat perubahan warna pada urine dan tinja. Warna urine yang memiliki batu ginjal menjadi lebih gelap, atau lebih tepatnya merah tua atau cokelat.
Sementara, pada tinja berwarna pucat atau cenderung mirip tanah liat karena batu empedu sudah menghambat aliran cairan empedu yang berfungsi memberikan warna pada tinja.
### 6\. Demam.
Demam, kedinginan, dan detak jantung yang cepat, terutama dikombinasikan dengan sakit perut yang tidak kunjung berhenti, bisa berarti aliran keluar kandung empedu benar-benar tersumbat dan telah menyebabkan infeksi.
Infeksi saluran empedu sangatlah berbahaya dan dapat mengancam jiwa jika diabaikan.
## Penyebab batu empedu
Dibandingkan dengan sistem pencernaan lainnya, kantong empedu tidak menerima banyak aliran udara sehingga dapat menyebabkan lemak yang mengeras dan mengendap.
Berikut ini penyebab batu empedu berdasarkan jenis dan penyebab lainnya:
### 1\. Batu Empedu Kolesterol
Batu empedu kolesterol adalah jenis *Cholelithiasis* yang paling umum. Komposisi batu yang berwarna kuning ini, terdiri dari kolesterol yang tidak larut, yang mungkin juga mengandung komponen lain.
Penyebabnya tak lain karena sudah terlalu banyak kolesterol dalam empedu, hingga di atas 70%, pada sistem, partikel kolesterol saling menempel. Kemudian, ukurannya membesar membentuk batu empedu.
### 2\. Batu Empedu Pigmen
Selanjutnya ada batu empedu pigmen yang berwarna coklat tua atau hitam. Terbentuk ketika empedu mengandung terlalu banyak bilirubin. Pertumbuhan kolesterol yang tidak normal dalam sistem dan adanya penurunan kinerja kontraksi kantong empedu. Kondisi seperti sirosis, infeksi, dan kelainan darah dapat menyebabkan hati menyimpan terlalu banyak bilirubin sehingga mengembangkan batu empedu pigmen.
Batu pigmen coklat terjadi ketika bakteri duodenum memasuki kantong empedu. Hal ini berdampak pada perubahan struktur bilirubin sehingga terbentuklah batu pigmen berwarna coklat.
Sementara itu, batu pigmen berwarna hitam terjadi ketika bilirubin yang berlebihan dalam empedu menempel pada mineral lain, seperti kalsium. Partikel ini pun tumbuh dan menjadi batu pigmen yang hitam dan mengeras.
### 3\. Penyebab Lain
Selain itu, penyebab lainnya dari batu empedu adalah proses pengosongan kantong empedu yang tidak benar.
Jika kantong empedu Anda tidak mengosongkan sepenuhnya atau cukup sering, empedu bisa menjadi sangat pekat, berkontribusi pada pembentukan batu empedu.
## Faktor Risiko Batu Empedu
Kemudian, batu empedu dapat berkembang orang yang memiliki faktor risiko berikut:
- Wanita lebih banyak dibandingkan pasien pria.
- Berusia 40 atau lebih
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Usia produktif (belum menopause)
- Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu
- Kurang bergerak atau jarang berolahraga
- Makan makanan tinggi lemak
- Makan makanan tinggi kolesterol
- Makan makanan rendah serat
- Menderita diabetes
- Memiliki kelainan darah tertentu, seperti anemia atau leukemia
- Minum obat yang mengandung estrogen, seperti kontrasepsi oral atau obat terapi hormon
- Memiliki penyakit liver
- Memiliki penyakit usus seperti Crohn's
- Melakukan diet ekstra yang tidak sehat untuk menurunkan banyak berat badan dalam waktu singkat
Selain itu, Sahabat MIKA juga harus waspada terhadap makanan berlemak. Makanan berlemak dapat memperparah gejala batu empedu.
Menurut dr. Ediyanto, Sp.B, makanan yang berlemak seperti gorengan, ayam goreng, dan kentang goreng, dan makanan lainnya yang digoreng, dapat menyebabkan nyeri pada penderita batu empedu.
“Makanan berlemak dapat merangsang pengeluaran empedu dari kantung empedu. Dengan begitu, apabila terdapat batu yang menghalangi pengeluaran empedu, maka dapat mengakibatkan nyeri. Pada intinya penderita batu empedu harus menghindari makanan berlemak,” kata dr. Ediyanto, Sp.B.
## Diagnosis Batu Empedu
Beberapa orang tidak menyadari terdapat batu pada empedunya karena di tahap awal, bisa jadi tidak menimbulkan gejala. Selain itu, ketika muncul, gejala tersebut mirip dengan penyakit lain, misalnya [tukak lambung](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/tukak-lambung), GERD, radang usus, dan penyakit divertikular.
Untuk mengetahui secara jelas apakah pasien mengalami batu empedu atau tidak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.
### 1\. Pemeriksaan Fisik
Pertama-tama, dokter akan mendengar keluhan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan secara umum untuk mengonfirmasi apakah gejala yang dialami pasien merupakan gejala penyakit batu empedu atau bukan.
Salah satu contoh [pemeriksaan fisik](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/pemeriksaan-fisik) yang umum dilakukan dokter adalah menekan perut bagian atas. Apabila timbul rasa nyeri, ada kemungkinan pasien menderita penyakit batu empedu.
### 2\. Pemeriksaan Darah
Untuk menunjang pemeriksaan fisik, dokter akan meminta pasien untuk memeriksa darah, panel fungsi hati, serta enzim lipase dan amilase.
Tujuan dari pemeriksaan darah lengkap ini adalah untuk mengetahui apakah ada komplikasi atau tidak. Contoh komplikasi yang kerap terjadi adalah sumbatan batu empedu, infeksi, dan pankreatitis.
### 3\. Ultrasonografi
Pemindaian menggunakan[perangkat ultrasonografi](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan/diagnostik/radiologi-2/usg-2-2) sangat efektif untuk melihat kondisi saluran empedu dan batu empedu. Dengan pemindaian ini juga dokter dapat melihat, apakah terjadi sumbatan pada saluran empedu atau tidak.
**Baca Juga:** [**Penyebab Rasa Sakit Perut di Atas Kemaluan dan Cara Mengatasinya. Perhatikan Kesehatan Saluran Kemih\!**](https://www.mitrakeluarga.com/artikel/sakit-perut-di-atas-kemaluan)
## Pengobatan Batu Empedu
Apabila penyakit batu empedu yang Anda alami muncul tanpa gejala, biasanya dokter belum akan memberikan pengobatan khusus. Namun, sebagai pasien, Anda disarankan untuk menjaga pola makan dan kembali berkonsultasi pada jadwal yang telah ditentukan oleh dokter.
Lalu, apabila batu empedu sudah diiringi dengan gejala tertentu, dokter akan merekomendasikan sejumlah pengobatan berikut:
### 1\. Obat-obatan
Jika Anda merasaknya nyeri kolik billier atau rasa nyeri pada bagian tengah dan kanan atas perut, dokter akan memberikan obat pereda nyeri.
Lalu, di dalam kantong empedu terdapat batu empedu kecil yang tidak menyebabkan sumbatan pada saluran empedu, dokter akan memberikan obat lain. Fungsi dari obat tersebut adalah melarutkan dan menghancurkan batu empedu.
Obat yang umum dianjurkan oleh dokter adalah *ursodeoxycholic acid*. Obat ini memiliki efek mengurangi tingkat kejenuhan asam empedu sehingga akan menekan pembentukan batu kolesterol dan memperbaiki gangguan pada aliran asam empedu.
### 2\. Operasi Bedah
Operasi bedah merupakan tindakan terakhir jika kondisi Anda cukup parah. Salah satu pertanda jika Anda memerlukan operasi adalah sering mengalami sakit pada bagian kanan perut.
Dalam operasi ini, dokter akan mengangkat kantong empedu. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda masih bisa hidup normal tanpa kantong empedu.
Setelah operasi, mungkin Anda akan mengalami diare, tetapi biasanya kondisi ini hanya berlangsung sementara.
### 3\. Laparoskopi
[Laparoskopi](https://www.mitrakeluarga.com/fasilitas-layanan/diagnostik/endoskopi-2/laparoskopi) adalah tindakan minimal invasif menggunakan selang yang dilengkapi kamera khusus dan alat bedah yang dimasukkan sayatan kecil sepanjang 0,5-1 cm di sekitar area perut bagian pusar sampai ke atas.
Dokter akan memantau kondisi di dalam perut melalui layar monitor. Kemudian, dokter akan mengeluarkan kantong empedu beserta batu empedu secara hati-hati, lalu menutup sayatan itu kembali.
Kelebihan prosedur ini adalah durasi operasi dan pemulihannya jauh lebih cepat dibanding operasi konvensional. Menurut Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga Jatiasih, [dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue/dr-faisal-ali-ahmad-kler-sp-b_019a9799-6b5e-7aef-b09c-bee4e26fa13b), operasi hanya berlangsung sekitar 1-2 jam jika tidak ada komplikasi. Kemudian, beberapa jam setelahnya, pasien bisa mulai belajar duduk dan makan seperti biasa.
“Karena luka sayatannya sangat kecil dan minim risiko komplikasi, pasien bisa pulang keesokan harinya (setelah operasi) tanpa keluhan apa pun.” ujar [dr. Faisal Ali Ahmad Kler, Sp.B](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu?doctor=dr.+Faisal+Ali+Ahmad+Kler%2C+Sp.B&clinic=Mitra+Keluarga+Jatiasih&speciality=Bedah+Umum).
Namun, setelah selesai operasi, Sahabat MIKA tetap harus kontrol dan periksakan diri ke dokter untuk memastikan proses pengobatan berjalan lancar. Secara umum, Sahabat MIKA bisa kembali ke rutinitas semula dalam waktu 1-2 minggu.
## Kapan Harus ke Dokter?
Jika Sahabat MIKA sudah merasakan gejala sakit perut di bagian kanan atas dan tidak kunjung reda, sebaiknya Sahabat MIKA segera memeriksakan diri ke dokter di [Digestive Center Mitra Keluarga](https://www.mitrakeluarga.com/layanan-unggulan/digestive-center-089sgyp).
Konsultasi dengan dokter juga sangat diperlukan jika Anda mengalami tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, misalnya:
- Sakit perut begitu hebat sehingga kesulitan duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
- Menguningnya kulit dan bagian putih mata (*jaundice*)
- Demam tinggi disertai menggigil
Apabila dokter menyarankan untuk menjalani prosedur bedah, berkonsultasilah dengan [Dokter Spesialis Bedah Mitra Keluarga](https://www.mitrakeluarga.com/spesialisasi/bedah-umum-2y7lue).
Supaya sesi konsultasi lebih nyaman dan praktis, buat Janji Temu dengan dokter secara *online* melalui *website* atau MIKA Aplikasi Mobile yang dapat diunduh di Play Store dan App Store\!
Dengan buat Janji Temu, Anda dapat mengatur jadwal konsultasi dan pantau antrean secara *real-time*.
Yuk, [**buat Janji Temu**](https://www.mitrakeluarga.com/janji-temu) dengan dokter pilihan Sahabat MIKA\!
**Mitra Keluarga**
**life.love.laughter**
**Sumber:**
- [*Women's Health. 2018. 6 Signs You Might Have A Serious Problem With Your Gallbladder*](https://www.womenshealthmag.com/health/a19995362/gallstone-symptoms/)
- [*MSD Manual. 2021. Cholelithiasis*](https://www.msdmanuals.com/professional/hepatic-and-biliary-disorders/gallbladder-and-bile-duct-disorders/cholelithiasis)
- *Web MD. 2023. Gallstones (Cholelithiasis)*
- [*Healthline. 2023. A Guide to Gallstones*](https://www.healthline.com/health/gallstones)
- [*Mayo Clinic. 2021. Gallstones (2021)*](https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gallstones/symptoms-causes/syc-20354214)
- [*Jasmin Tanaja; Richard A. Lopez; Jehangir M. Meer. 2023. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing*](https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470440/) |
| Shard | 76 (laksa) |
| Root Hash | 15944920755145741876 |
| Unparsed URL | com,mitrakeluarga!www,/artikel/batu-empedu s443 |