🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 117 (from laksa197)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

📄
INDEXABLE
✅
CRAWLED
2 days ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0.1 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/
Last Crawled2026-04-10 16:44:16 (2 days ago)
First Indexed2021-05-12 04:25:59 (4 years ago)
HTTP Status Code200
Meta TitleHTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya
Meta DescriptionPada artikel HTTP Status Codes ini, kita akan mengenal beberapa status server & eror codes, dan menjelaskan apa yang terjadi dibalik server yang tengah bekerja.
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
HTTP status codes adalah seperti catatan pendek dari server yang melekat pada sebuah halaman web. HTTP status codes sebenarnya bukan bagian dari konten halaman itu sendiri. Melainkan, HTTP status codes memberikan pesan kepada server untuk memberitahu pada pengguna bagaimana keadaan halaman tersebut saat menerima permintaan untuk melihat suatu halaman tertentu. Pesan serupa ini selalu bermunculan setiap kali situs web berinteraksi dengan server, walaupun kamu tidak melihatnya. Jika kamu adalah pemilik situs web ataupun seorang developer , memahami HTTP status codes merupakan hal yang sangat penting. Karena ketika pesan seperti ini muncul, HTTP status codes adalah alat yang sangat berharga untuk memeriksa dan memperbaiki konfigurasi situs web yang error. Pada artikel kali ini, akan mengenalkan beberapa status server dan eror codes, serta menjelaskan apa saja yang terjadi dibalik server yang tengah bekerja. Mari kita mulai! Daftar Isi Apa itu HTTP Status Codes? Jenis Kelas HTTP Status Codes Daftar Lengkap HTTP Status Codes 1. 100 Status Codes 2. 200 Status Codes 3. 300 Status Codes 4. 404 Status Codes 5. 500 Status Codes Kesimpulan Apa itu HTTP Status Codes? Kode respon tersebut biasanya akan menjelaskan kesalahan pada server. (Source: Shutterstock) Setiap kali kamu mengklik suatu link atau mengetik URL dan menekan Enter, mesin pencari akan mengirim dan memproses permintaan pada server web di suatu halaman yang tengah diakses. Sedangkan server akan menerima dan memproses permintaan tersebut, dan kemudian mengirimkan kembali sumber yang relevan dengan header HTTP. HTTP status codes akan dikirim pada mesin pencarian dalam header HTTP. Ketika status codes dikembalikan tiap kali browser mencoba mengirim permintaan pada suatu halaman web, acapkali kamu tidak akan melihatnya. Namun biasanya ketika suatu masalah terjadi, kamu akan melihat HTTP status codes ditampilkan pada layar browser. Ini adalah cara server untuk berkata: “Suatu kesalahan terjadi. Ini adalah code yang akan menjelaskan apa yang salah pada server tersebut.” Jenis Kelas HTTP Status Codes HTTP status codes dibagi ke dalam lima kelas. Ini adalah metode pengelompokan pada respon yang memiliki arti yang sama. Dengan mengetahui apa saja status codes tersebut, tentu akan membantumu dengan cepat untuk memutuskan metode perbaikannya. Berikut adalah lima kelas pada HTTP status code: 100an : Kode informasi yang menunjukkan bahwa permintaan dari browser tersebut tengah berjalan. 200an : Kode sukses yang dikembalikan ketika permintaan browser diterima, dipahami, dan diproses oleh server. 300an: Kode pengalihan dikembalikan ketika sumber baru telah diganti untuk sumber yang diminta. 400an : Kode client eror mengindikasikan terdapat kendala pada permintaan. 500an : Kode kesalahan server menunjukkan bahwa permintaan diterima, tetapi terdapat suatu eror pada server yang mencegah pemenuhan permintaan. Pada setiap jenis kelas tersebut, terdapat berbagai kode server yang mungkin akan dikembalikan oleh server. Tiap kode tersebut memiliki arti spesifik tersendiri, yang selanjutnya akan kita bahas di bawah. Berikut adalah beberapa daftar HTTP status codes yang kerap dialami oleh kebanyakan pengguna browser, di antaranya adalah: 1. 100 Status Codes Kode level 100 menunjukkan server masih dalam tahap proses. (Sourche: Shutterstock) Level 100 status code memberi tanda bahwa permintaan pada server masih dalam proses. Sebenarnya ini bukanlah masalah, kode tersebut hanya memberikan informasi pada pengguna terkait apa yang sedang terjadi pada browser yang dijalankan. 100 : Continue Kode ini artinya mengindikasikan bahwa server telah menerima permintaan header browser dan sekarang telah siap untuk dikirim juga. Ini membuat proses permintaan menjadi lebih efisien karena mencegah browser dari mengirimkan permintaan halaman walaupun header telah ditolak. 101: Switching Protocols Browser pengguna meminta server untuk mengganti protokol dan server tersebut memenuhinya. 103 : Early Hints Kode 103 menunjukkan pengembalian respon header sebelum respon server sepenuhnya siap. 2. 200 Status Codes Kode respon tersebut mengindikasikan browser berjalan dengan baik. (Source: Shutterstock) Kode ini merupakan salah satu kode yang kerap diterima oleh pengguna. Respons ini menunjukkan jika browser berjalan dengan semestinya. 200 : Everything is OK Kode ini akan dikirimkan ketika sebuah halaman web atau sumber bekerja dengan semestinya. 201 : Created Server telah memenuhi permintaan browser dan sebagai hasilnya, browser membuat sumber terbaru. 202 : Accepted Server telah menerima permintaan browser dan masih memprosesnya. Namun, permintaan tersebut pada akhirnya bisa saja tidak menghasilkan respon yang sempurna. 203 : Non-Authoritative Information Kode status ini akan hadir ketika proxy digunakan. Itu berarti server proxy menerima kode 200 “Everything is OK” dari original server, tetapi telah memodifikasi respon sebelum mengirimkannya pada browser pengguna. 204 : No Content Kode ini menunjukkan jika server telah sukses memproses permintaan, tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. 205 : Reset Content Seperti kode 204, kode ini mengartikan bahwa server telah memproses permintaan tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. Selain itu, kode 205 juga mengharuskan browser dari pengguna untuk mengatur ulang tampilan dokumen. 206 : Partial Content Kamu mungkin akan melihat kode ini jika browser menggunakan range headers . Ini memungkinkan browser melanjutkan unduhan yang dijeda, serta membagi unduhan menjadi beberapa bagian. Kode 206 dikirim ketika range header menyebabkan server mengirim hanya sebagian dari sumber daya yang diminta. 3. 300 Status Codes Kode ini erat kaitannya dengan pengalihan. (Source: Shutterstock) Redirection atau pengalihan adalah proses digunakan untuk mengomunikasikan bahwa suatu sumber atau laman telah dipindahkan pada lokasi berbeda. Terdapat beberapa HTTP status codes pada pengalihan ini, untuk memberikan informasi kepada pengunjung terkait di mana mereka bisa menemukan apa yang dicari. 300 : Multiple Choices Terkadang, mungkin ada beberapa kemungkinan sumber daya yang dapat direspon oleh server untuk memenuhi permintaan browser. Kode status 300 berarti browser tersebut harus memilih di antara keduanya. Ini dapat terjadi ketika terdapat beberapa ekstensi jenis file yang tersedia, atau jika server mengalami ketidakjelasan pengertian kata. 301: The requested resource has been moved permanently Kode ini dikirimkan ketika halaman web atau sumber telah dipindahkan secara permanen pada sumber yang berbeda. Sehingga, kode tersebut digunakan untuk pengalihan URL permanen. 302: The requested resource has moved, but was found Kode tersebut mengindikasikan bahwa permintaan pada sumber ditemukan, tetapi tidak pada lokasi yang seharusnya. Kode 302 biasanya digunakan untuk pengalihan URL sementara. 303: See Other Untuk memahami 303 status code, kamu harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara empat dasar metode permintaan HTTP . Pada dasarnya, kode 303 memberikan informasi pada browser bahwa mereka menemukan sumber yang diminta via POST, PUT, atau DELETE. Namun, untuk mendapatkannya menggunakan GET, kamu harus membuat permintaan yang benar untuk URL berbeda dari yang sebelumnya digunakan.  304: The requested resource has not been modified since the last time you accessed it Kode ini memberikan informasi pada browser bahwa penyimpanan sumber yang ada di cache browser belum berubah. Ini digunakan untuk mempercepat proses pengiriman halaman web dengan kembali menggunakan sumber yang diunduh sebelumnya. 307: Temporary Redirect Kode status ini menggantikan kode 302 ‘Found’ sebagai tindakan ketika sumber kini tengah dipindahkan sementara pada URL berbeda. Tidak seperti kode status 302, kode ini tidak mengizinkan mengubah metode HTTP. 308: Permanent Redirect Kode status 308 merupakan penerus dari kode 301 ‘Moved Permanently’. Mereka tidak mengizinkan untuk mengubah metode HTTP dan mengindikasikan permintaan pada sumber kini sudah dipindahkan secara permanen pada URL baru. 4. 404 Status Codes Kode 400 mengindikasikan kesalahan sedang terjadi. (Source: Shutterstock) Pada level 400, HTTP Status Codes ini mulai sedikit memberikan informasi terkait kesalahan yang terjadi. Ini merupakan kode eror yang mengindikasikan bahwa terjadi kesalahan ataupun permintaan pada browser. 400: Bad Request Server tidak dapat mengembalikan respon yang disebabkan oleh kesalahan pada browser pengguna 401: Unauthorized atau Authorization Required Kode ini dikembalikan oleh server ketika sumber target kekurangan autentikasi yang kredensial.  402: Payment Required Awalnya, kode ini digunakan sebagai bagian dari sistem pembayaran digital. Namun, hal itu tidak berjalan dengan seharusnya. Pada akhirnya, kode ini digunakan oleh berbagai platform untuk mengindikasikan bahwa permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi, yang biasanya dikarenakan kekurangan biaya. Berikut adalah contoh saat kode ini muncul pada browser pengguna: a. Pengguna telah mencapai batasan permintaan harian pada Google Developers API . b. Pengguna belum membayar biaya Shopify dan toko online tersebut pada akhirnya di deaktivasi sementara. 403: Access to that resource is forbidden Kode ini dikembalikan ketika pengguna mencoba mengakses sesuatu yang mereka tidak memiliki izin untuk melihatnya. Misalkan, saat pengguna mencoba menjangkau konten yang dilindungi kata sandi tanpa login secara benar. Server kemudian akan mengirimkan kode eror 403. 404: The requested resource was not found Ini adalah pesan kesalahan paling umum yang kerap ditemukan oleh pengguna. Kode ini berarti bahwa sumber daya yang diminta tidak ditemukan, dan server tidak tahu apakah sumber tersebut pernah ada. 405: Method not allowed. Ini dibuat ketika server hosting (server asal) mendukung metode yang diterima, tetapi sumber target tidak. 406: Not acceptable response Sumber yang diminta hanya mampu menghasilkan konten yang tidak dapat diterima menurut header yang dikirim dalam permintaan. 408: The server timed out waiting for the rest of the request from the browser Kode ini muncul ketika server kehabisan waktu ketika menunggu permintaan lengkap dari browser. Dengan kata lain, server tidak menerima permintaan lengkap yang dikirimkan oleh browser. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kemacetan jaringan yang mengakibatkan hilangnya paket data antara browser dan server. 409: Conflict Kode status 409 berarti bahwa server tidak dapat memproses permintaan browser karena terdapat permasalahan dengan sumber yang dituju. Kode ini juga terkadang muncul karena penyuntingan dilakukan secara bersamaan. 410: The requested resource is gone and won’t be coming back Kode ini mirip dengan kode 404 ‘Not Found’. Namun kode status 410 ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut permanen.  411: Length Required Kode respon ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk menerima permintaan tanpa header Content-Length yang ditentukan. Ini berarti sumber yang diminta mengharuskan klien menentukan Content-Length tertentu untuk bisa mengaksesnya. 412: Precondition Failed Kode ini muncul saat browser pengguna menyertakan kondisi tertentu dalam header permintaannya, dan server tidak memenuhi spesifikasi tersebut. 413: Payload Too Large Kode status ini menunjukkan jika permintaan browser lebih besar daripada yang semestinya bisa diproses oleh server. 414: URL Too Long Kode 414 muncul sebagai hasil dari permintaan GET yang telah dikodekan sebagai kueri yang terlalu besar untuk diproses oleh server. 415: Unsupported Media Type Permintaan yang dikirimkan tersebut menyertakan jenis media yang tidak didukung oleh server atau sumber. 416: Range Not Satisfiable Kode status 416 menunjukkan bahwa server tidak dapat memenuhi permintaan. Misalnya, pengguna meminta sebuah dokumen sebesar 800-900 bytes, tetapi ternyata dokumen tersebut hanya sepanjang 200 bytes. 417: Expectation Failed Server tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan pada header dari permintaan. 418: I’m a teapot Kode pengembalian respon yang khas dengan teko dan secangkir gelas. (Source: Googlesystem) Kode unik ini digambarkan oleh sebuah teko yang menerima permintaan untuk menyeduh kopi. HTTP Status Codes satu ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk memproses permintaan. 422: Unprocessable Entity Permintaan pengguna mengandung kesalahan semantik dan server tidak dapat memprosesnya. 425: Too Early Kode ini dikirim ketika server tidak mau memproses permintaan karena mungkin pengguna memuat ulang halaman yang dituju. 426: Upgrade Required Kode respon kesalahan klien HTTP Status Codes menunjukkan bahwa server menolak untuk melakukan permintaan menggunakan protokol pengguna saat ini, tetapi mungkin bersedia melakukannya setelah pengguna meningkatkan ke protokol yang berbeda.  428: Precondition Required Menunjukkan jika server memerlukan syarat atau kondisi yang lebih spesifik sebelum memproses permintaan. 429: Too many requests Kode tersebut dihasilkan oleh server ketika pengguna telah mengirimkan terlalu banyak permintaan dalam kurun waktu tertentu. Ini terkadang dapat terjadi karena bot atau skrip mencoba mengakses situs tersebut. 431: Request Header Fields Too Large Server tidak dapat memproses permintaan karena bidang header terlalu besar. Ini mungkin menunjukkan terdapat masalah pada beberapa atau semua header yang ada di halaman atau website yang dituju. 451: Unavailable for Legal Reasons Operator server telah menerima permintaan untuk melarang akses ke sumber daya yang diminta oleh pengguna. 499: Client closed request Kode ini dikembalikan oleh NGINX ketika pengguna menutup permintaan saat NGINX sedang memprosesnya. 5. 500 Status Codes Kode respon 500 sering dijumpai oleh para pengguna internet. (Source: Adobe Photo Stock) Kode status 500 level juga merupakan kode yang menunjukkan suatu kesalahan. Namun, kode ini menunjukkan bahwa masalah terdapat di belakang server. Ini bisa membuat mereka lebih sulit untuk diselesaikan. 500: There was an error on the server and the request could not be completed Ini adalah kode umum yang menunjukkan kesalahan server internal. Terdapat kesalahan pada server dan sumber daya yang diminta tidak terkirim. Kode ini biasanya dibuat oleh plugin pihak ketiga, PHP yang salah, atau bahkan koneksi ke database yang rusak. 501: Not Implemented Kode tersebut mengindikasikan bahwa server tidak mendukung fungsionalitas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini hampir selalu menjadi masalah di server web itu sendiri dan biasanya harus diselesaikan oleh pemilik situs web. 502: Bad Gateway Kode ini biasanya berarti bahwa  satu server telah menerima respon yang tidak valid dari yang lain, seperti saat server proxy sedang digunakan. Kode ini juga terkadang muncul saat kueri atau permintaan akan menghabiskan waktu terlalu lama, sehingga dibatalkan atau dimatikan oleh server dan koneksi ke database pun terputus.  503: The server is unavailable to handle this request right now Mengindikasikan jika permintaan tidak dapat diselesaikan saat ini. Kode ini mungkin dikembalikan oleh server yang kelebihan beban dan tidak dapat menangani permintaan tambahan. 504: The server, acting as a gateway, timed out waiting for another server to respond Ini adalah jenis kode yang dikembalikan ketika terdapat dua server yang terlibat dalam pemrosesan permintaan, dan server pertama kehabisan waktu saat menunggu server kedua untuk merespon.  505: HTTP Version Not Supported Server tidak mendukung versi HTTP yang digunakan oleh pengguna untuk membuat permintaan. 511: Network Authentication Required Kode status ini dikirim saat jaringan yang digunakan oleh pengguna memerlukan beberapa bentuk autentikasi sebelum mengirimkan permintaan pengguna ke server. Misalnya, saat kamu perlu menyetujui syarat dan ketentuan hotspot Wi-Fi publik. 521: Web server is down Kode eror 521 adalah informasi kesalahan khusus Cloudflare. Ini berarti browser web pengguna berhasil terhubung ke Cloudflare, tetapi Cloudflare tidak dapat terhubung ke server web asal. 525: SSL Handshake Failed HTTP Status Codes 525 mengindikasikan handshake SSL antara domain yang menggunakan Cloudflare dan server web asal gagal.  Kesimpulan Meskipun terlihat membingungkan dan mengintimidasi, HTTP Status Codes sebenarnya sangat informatif, lho! Nah, dengan mengetahui jenis-jenis kode tersebut, dapat membantu kamu dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi saat berselancar di mesin pencarian. Memahami kode respon ini sangat penting untuk memelihara situs web karena berkaitan juga dengan search engine optimization . Memiliki website yang andal jelas impian banyak orang, salah satunya adalah kamu. Jika kamu menginginkan hosting terpercaya dan terbaik, kamu pasti akan menyukai platform hosting Exabytes. WordPress hosting untuk situs web kamu dengan dukungan 24/7 dari tim ahli profesional. Infrastruktur mumpuni dan berfokus pada kinerja serta keamanan terbaik. Yuk, mulai sekarang!
Markdown
- [Home](https://www.exabytes.co.id/blog/) - [Tutorial](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/) - [Tutorial Email](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-email/) - [Tutorial Hosting](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-hosting/) - [Tutorial VPS](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-vps/) - [Tutorial WordPress](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-wordpress/) - [Tutorial Server](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-server/) - [Tutorial Domain](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-domain/) - [Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/) - [Digital Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/digital-marketing/) - [Panduan Bisnis Online](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-bisnis-online/) - [Search Engine Optimization (SEO)](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-seo-pemula/) - [Content Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/content-marketing/) - [Media Sosial](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/media-sosial/) - [Website](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/) - [Website Design](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/website-design/) - [Website Untuk Semua](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/website-untuk-semua/) - [Cyber Security](https://www.exabytes.co.id/blog/category/cyber-security/) [![Exabytes Indonesia](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20220%2060'%3E%3C/svg%3E)![Exabytes Indonesia](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2020/02/220x60-exabytes-logo.png) Tutorial Digital Marketing, Website, & Bisnis Online – Exabytes](https://www.exabytes.co.id/blog/) - [Tips & Triks](https://www.exabytes.co.id/blog/category/exabytes-tips-sharing/) - [Event](https://www.exabytes.co.id/blog/category/exabytes-event/) - [Promo](https://exabytes.co.id/promo) - [Kembali ke Exabytes.co.id](https://www.exabytes.co.id/) Sign in Welcome! Log into your account [Forgot your password? Get help](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/) Password recovery Recover your password A password will be e-mailed to you. [![Exabytes Indonesia](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20220%2060'%3E%3C/svg%3E)![Exabytes Indonesia](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2020/02/220x60-exabytes-logo.png)](https://www.exabytes.co.id/blog/) [![Exabytes Indonesia](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20220%2060'%3E%3C/svg%3E)![Exabytes Indonesia](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2020/02/220x60-exabytes-logo.png)](https://www.exabytes.co.id/blog/) - [Home](https://www.exabytes.co.id/blog/) - [Tutorial](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/) - [All](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/)[Tutorial Email](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-email/)[Tutorial Hosting](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-hosting/)[Tutorial VPS](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-vps/)[Tutorial WordPress](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-wordpress/)[Tutorial Server](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-server/)[Tutorial Domain](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-domain/) [![blog exabytes](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![blog exabytes](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/cara-memilih-ekstensi-domain-terbaik-untuk-bisnis-online/ "Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online") ### [Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online](https://www.exabytes.co.id/blog/cara-memilih-ekstensi-domain-terbaik-untuk-bisnis-online/ "Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online") [![addon domain](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![addon domain](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-addon-domain/ "Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui") ### [Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-addon-domain/ "Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui") [![top level domain](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![top level domain](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-top-level-domain/ "Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya") ### [Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-top-level-domain/ "Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya") [![domain xyz](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![domain xyz](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/domain-xyz/ "Domain .XYZ: Pengertian, Kelebihan & Cara Mendapatkannya") ### [Domain .XYZ: Pengertian, Kelebihan & Cara Mendapatkannya](https://www.exabytes.co.id/blog/domain-xyz/ "Domain .XYZ: Pengertian, Kelebihan & Cara Mendapatkannya") - [Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/) - [All](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/)[Digital Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/digital-marketing/)[Panduan Bisnis Online](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-bisnis-online/)[Search Engine Optimization (SEO)](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-seo-pemula/)[Content Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/content-marketing/)[Media Sosial](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/media-sosial/) [![blog exabytes](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![blog exabytes](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/domain-rating/ "Domain Rating: Pengertian, Perbedaan DR dan DA, Cara Meningkatkan DR") ### [Domain Rating: Pengertian, Perbedaan DR dan DA, Cara Meningkatkan DR](https://www.exabytes.co.id/blog/domain-rating/ "Domain Rating: Pengertian, Perbedaan DR dan DA, Cara Meningkatkan DR") [![blog exabytes](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![blog exabytes](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-canonical-url/ "Mengenal Canonical URL: Fungsi dan Penggunaannya") ### [Mengenal Canonical URL: Fungsi dan Penggunaannya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-canonical-url/ "Mengenal Canonical URL: Fungsi dan Penggunaannya") [![blog exabytes](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![blog exabytes](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/platform-cms-seo-friendly/ "Platform CMS SEO Friendly untuk Situs Anda") ### [Platform CMS SEO Friendly untuk Situs Anda](https://www.exabytes.co.id/blog/platform-cms-seo-friendly/ "Platform CMS SEO Friendly untuk Situs Anda") [![Tips Facebook Marketing](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![Tips Facebook Marketing](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/15-tips-facebook-marketing-untuk-umkm/ "15 Tips Facebook Marketing untuk UMKM") ### [15 Tips Facebook Marketing untuk UMKM](https://www.exabytes.co.id/blog/15-tips-facebook-marketing-untuk-umkm/ "15 Tips Facebook Marketing untuk UMKM") - [Website](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/) - [All](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/)[Website Design](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/website-design/)[Website Untuk Semua](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/website-untuk-semua/) [![mengenal bootstrap](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![mengenal bootstrap](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-bootstrap/ "Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya") ### [Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-bootstrap/ "Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya") [![contoh landing page fashion](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![contoh landing page fashion](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-landing-page-fashion/ "10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren!") ### [10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren\!](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-landing-page-fashion/ "10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren!") [![DNS Terdesentralisasi](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![DNS Terdesentralisasi](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/dns-terdesentralisasi/ "DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya!") ### [DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya\!](https://www.exabytes.co.id/blog/dns-terdesentralisasi/ "DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya!") [![contoh portofolio web developer](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![contoh portofolio web developer](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-portofolio-web-developer/ "4 Contoh Portofolio Web Developer dan Cara Membuatnya Lengkap") ### [4 Contoh Portofolio Web Developer dan Cara Membuatnya Lengkap](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-portofolio-web-developer/ "4 Contoh Portofolio Web Developer dan Cara Membuatnya Lengkap") - [Cyber Security](https://www.exabytes.co.id/blog/category/cyber-security/) [Home](https://www.exabytes.co.id/blog/) [Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/ "View all posts in Marketing") [Search Engine Optimization (SEO)](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-seo-pemula/ "View all posts in Search Engine Optimization (SEO)") HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya - [Marketing](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/) - [Search Engine Optimization (SEO)](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-seo-pemula/) - [Website](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/) # HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya By [Muthia Batari](https://www.exabytes.co.id/blog/author/exabytes-muthia/) \- May 12, 2021 6734 [Facebook](https://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.exabytes.co.id%2Fblog%2Fpengertian-dan-daftar-http-status-codes%2F "Facebook") [Twitter](https://twitter.com/intent/tweet?text=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya&url=https%3A%2F%2Fwww.exabytes.co.id%2Fblog%2Fpengertian-dan-daftar-http-status-codes%2F&via=Tutorial+Digital+Marketing%2C+Website%2C+%26+Bisnis+Online+-+Exabytes "Twitter") [Pinterest](https://pinterest.com/pin/create/button/?url=https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/&media=https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/1200x630-ID2021-httpstatus.jpg&description=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya "Pinterest") [WhatsApp](https://api.whatsapp.com/send?text=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya%20%0A%0A%20https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/ "WhatsApp") HTTP status codes adalah seperti catatan pendek dari server yang melekat pada sebuah halaman web. HTTP status codes sebenarnya bukan bagian dari konten halaman itu sendiri. Melainkan, HTTP status codes memberikan pesan kepada server untuk memberitahu pada pengguna bagaimana keadaan halaman tersebut saat menerima permintaan untuk melihat suatu halaman tertentu. Pesan serupa ini selalu bermunculan setiap kali situs web berinteraksi dengan server, walaupun kamu tidak melihatnya. Jika kamu adalah pemilik situs web ataupun seorang *developer*, memahami HTTP status codes merupakan hal yang sangat penting. Karena ketika pesan seperti ini muncul, HTTP status codes adalah alat yang sangat berharga untuk memeriksa dan memperbaiki konfigurasi situs web yang error. Pada artikel kali ini, akan mengenalkan beberapa status server dan eror codes, serta menjelaskan apa saja yang terjadi dibalik server yang tengah bekerja. Mari kita mulai\! Daftar Isi Toggle - [Apa itu HTTP Status Codes?](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Apa-itu-HTTP-Status-Codes) - [Jenis Kelas HTTP Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Jenis-Kelas-HTTP-Status-Codes) - [Daftar Lengkap HTTP Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Daftar-Lengkap-HTTP-Status-Codes) - [1\. 100 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#1-100-Status-Codes) - [2\. 200 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#2-200-Status-Codes) - [3\. 300 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#3-300-Status-Codes) - [4\. 404 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#4-404-Status-Codes) - [5\. 500 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#5-500-Status-Codes) - [Kesimpulan](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Kesimpulan) ## Apa itu HTTP Status Codes? ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya - 2026](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%201000%20633'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya - 2026](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes.jpg) Kode respon tersebut biasanya akan menjelaskan kesalahan pada server. (Source: Shutterstock) Setiap kali kamu mengklik suatu link atau mengetik URL dan menekan Enter, mesin pencari akan mengirim dan memproses permintaan pada server web di suatu halaman yang tengah diakses. Sedangkan server akan menerima dan memproses permintaan tersebut, dan kemudian mengirimkan kembali sumber yang relevan dengan header HTTP. HTTP status codes akan dikirim pada mesin pencarian dalam header HTTP. Ketika status codes dikembalikan tiap kali browser mencoba mengirim permintaan pada suatu halaman web, acapkali kamu tidak akan melihatnya. Namun biasanya ketika suatu masalah terjadi, kamu akan melihat HTTP status codes ditampilkan pada layar browser. Ini adalah cara server untuk berkata: “Suatu kesalahan terjadi. Ini adalah code yang akan menjelaskan apa yang salah pada server tersebut.” ## Jenis Kelas HTTP Status Codes HTTP status codes dibagi ke dalam lima kelas. Ini adalah metode pengelompokan pada respon yang memiliki arti yang sama. Dengan mengetahui apa saja status codes tersebut, tentu akan membantumu dengan cepat untuk memutuskan metode perbaikannya. Berikut adalah lima kelas pada HTTP status code: - **100an**:**Kode informasi** yang menunjukkan bahwa permintaan dari browser tersebut tengah berjalan. - **200an**: **Kode sukses** yang dikembalikan ketika permintaan browser diterima, dipahami, dan diproses oleh server. - **300an: Kode pengalihan** dikembalikan ketika sumber baru telah diganti untuk sumber yang diminta. - **400an**: **Kode client eror** mengindikasikan terdapat kendala pada permintaan. - **500an**: **Kode kesalahan server** menunjukkan bahwa permintaan diterima, tetapi terdapat suatu eror pada server yang mencegah pemenuhan permintaan. Pada setiap jenis kelas tersebut, terdapat berbagai kode server yang mungkin akan dikembalikan oleh server. Tiap kode tersebut memiliki arti spesifik tersendiri, yang selanjutnya akan kita bahas di bawah. ## Daftar Lengkap HTTP Status Codes Berikut adalah beberapa daftar HTTP status codes yang kerap dialami oleh kebanyakan pengguna browser, di antaranya adalah: ### 1\. 100 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20500%20292'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-100.jpg) Kode level 100 menunjukkan server masih dalam tahap proses. (Sourche: Shutterstock) Level 100 status code memberi tanda bahwa permintaan pada server masih dalam proses. Sebenarnya ini bukanlah masalah, kode tersebut hanya memberikan informasi pada pengguna terkait apa yang sedang terjadi pada browser yang dijalankan. - **100**: **Continue** Kode ini artinya mengindikasikan bahwa server telah menerima permintaan header browser dan sekarang telah siap untuk dikirim juga. Ini membuat proses permintaan menjadi lebih efisien karena mencegah browser dari mengirimkan permintaan halaman walaupun header telah ditolak. - **101: Switching Protocols** Browser pengguna meminta server untuk mengganti protokol dan server tersebut memenuhinya. - **103**: **Early Hints** Kode 103 menunjukkan pengembalian respon header sebelum respon server sepenuhnya siap. ### 2\. **200 Status Codes** ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20400%20328'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-200-1.jpg) Kode respon tersebut mengindikasikan browser berjalan dengan baik. (Source: Shutterstock) Kode ini merupakan salah satu kode yang kerap diterima oleh pengguna. Respons ini menunjukkan jika browser berjalan dengan semestinya. - **200**: **Everything is OK** Kode ini akan dikirimkan ketika sebuah halaman web atau sumber bekerja dengan semestinya. - **201**: **Created** Server telah memenuhi permintaan browser dan sebagai hasilnya, browser membuat sumber terbaru. - **202**: **Accepted** Server telah menerima permintaan browser dan masih memprosesnya. Namun, permintaan tersebut pada akhirnya bisa saja tidak menghasilkan respon yang sempurna. - **203**: **Non-Authoritative Information** Kode status ini akan hadir ketika proxy digunakan. Itu berarti server proxy menerima kode **200 “Everything is OK”** dari original server, tetapi telah memodifikasi respon sebelum mengirimkannya pada browser pengguna. - **204**: **No Content** Kode ini menunjukkan jika server telah sukses memproses permintaan, tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. - **205**: **Reset Content** Seperti kode 204, kode ini mengartikan bahwa server telah memproses permintaan tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. Selain itu, kode 205 juga mengharuskan browser dari pengguna untuk mengatur ulang tampilan dokumen. - **206**: **Partial Content** Kamu mungkin akan melihat kode ini jika browser menggunakan *range headers*. Ini memungkinkan browser melanjutkan unduhan yang dijeda, serta membagi unduhan menjadi beberapa bagian. Kode 206 dikirim ketika *range header* menyebabkan server mengirim hanya sebagian dari sumber daya yang diminta. ### 3\. 300 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20500%20509'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-300-1.jpg) Kode ini erat kaitannya dengan pengalihan. (Source: Shutterstock) Redirection atau pengalihan adalah proses digunakan untuk mengomunikasikan bahwa suatu sumber atau laman telah dipindahkan pada lokasi berbeda. Terdapat beberapa HTTP status codes pada pengalihan ini, untuk memberikan informasi kepada pengunjung terkait di mana mereka bisa menemukan apa yang dicari. - **300**: **Multiple Choices** Terkadang, mungkin ada beberapa kemungkinan sumber daya yang dapat direspon oleh server untuk memenuhi permintaan browser. Kode status 300 berarti browser tersebut harus memilih di antara keduanya. Ini dapat terjadi ketika terdapat beberapa ekstensi jenis file yang tersedia, atau jika server mengalami ketidakjelasan pengertian kata. - **301: The requested resource has been moved permanently** Kode ini dikirimkan ketika halaman web atau sumber telah dipindahkan secara permanen pada sumber yang berbeda. Sehingga, kode tersebut digunakan untuk pengalihan URL permanen. - **302: The requested resource has moved, but was found** Kode tersebut mengindikasikan bahwa permintaan pada sumber ditemukan, tetapi tidak pada lokasi yang seharusnya. Kode 302 biasanya digunakan untuk pengalihan URL sementara. - **303: See Other** Untuk memahami 303 status code, kamu harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara empat dasar [metode permintaan HTTP](https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/HTTP/Methods). Pada dasarnya, kode 303 memberikan informasi pada browser bahwa mereka menemukan sumber yang diminta via POST, PUT, atau DELETE. Namun, untuk mendapatkannya menggunakan GET, kamu harus membuat permintaan yang benar untuk URL berbeda dari yang sebelumnya digunakan. - **304: The requested resource has not been modified since the last time you accessed it** Kode ini memberikan informasi pada browser bahwa penyimpanan sumber yang ada di cache browser belum berubah. Ini digunakan untuk mempercepat proses pengiriman halaman web dengan kembali menggunakan sumber yang diunduh sebelumnya. - **307: Temporary Redirect** Kode status ini menggantikan kode 302 ‘Found’ sebagai tindakan ketika sumber kini tengah dipindahkan sementara pada URL berbeda. Tidak seperti kode status 302, kode ini tidak mengizinkan mengubah metode HTTP. - **308: Permanent Redirect** Kode status 308 merupakan penerus dari kode 301 ‘Moved Permanently’. Mereka tidak mengizinkan untuk mengubah metode HTTP dan mengindikasikan permintaan pada sumber kini sudah dipindahkan secara permanen pada URL baru. ### 4\. 404 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20600%20373'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-400-2.jpg) Kode 400 mengindikasikan kesalahan sedang terjadi. (Source: Shutterstock) Pada level 400, HTTP Status Codes ini mulai sedikit memberikan informasi terkait kesalahan yang terjadi. Ini merupakan kode eror yang mengindikasikan bahwa terjadi kesalahan ataupun permintaan pada browser. - **400: Bad Request** Server tidak dapat mengembalikan respon yang disebabkan oleh kesalahan pada browser pengguna - **401: Unauthorized** atau **Authorization Required** Kode ini dikembalikan oleh server ketika sumber target kekurangan autentikasi yang kredensial. - **402: Payment Required** Awalnya, kode ini digunakan sebagai bagian dari sistem pembayaran digital. Namun, hal itu tidak berjalan dengan seharusnya. Pada akhirnya, kode ini digunakan oleh berbagai platform untuk mengindikasikan bahwa permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi, yang biasanya dikarenakan kekurangan biaya. Berikut adalah contoh saat kode ini muncul pada browser pengguna: a. Pengguna telah mencapai batasan permintaan harian pada [Google Developers API](https://developers.google.com/products/develop). b. Pengguna belum membayar biaya Shopify dan toko *online* tersebut pada akhirnya di deaktivasi sementara. - **403: Access to that resource is forbidden** Kode ini dikembalikan ketika pengguna mencoba mengakses sesuatu yang mereka tidak memiliki izin untuk melihatnya. Misalkan, saat pengguna mencoba menjangkau konten yang dilindungi kata sandi tanpa login secara benar. Server kemudian akan mengirimkan kode eror 403. - **404: The requested resource was not found** Ini adalah pesan kesalahan paling umum yang kerap ditemukan oleh pengguna. Kode ini berarti bahwa sumber daya yang diminta tidak ditemukan, dan server tidak tahu apakah sumber tersebut pernah ada. - **405: Method not allowed.** Ini dibuat ketika server hosting (server asal) mendukung metode yang diterima, tetapi sumber target tidak. - **406: Not acceptable response** Sumber yang diminta hanya mampu menghasilkan konten yang tidak dapat diterima menurut header yang dikirim dalam permintaan. - **408: The server timed out waiting for the rest of the request from the browser** Kode ini muncul ketika server kehabisan waktu ketika menunggu permintaan lengkap dari browser. Dengan kata lain, server tidak menerima permintaan lengkap yang dikirimkan oleh browser. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kemacetan jaringan yang mengakibatkan hilangnya paket data antara browser dan server. - **409: Conflict** Kode status 409 berarti bahwa server tidak dapat memproses permintaan browser karena terdapat permasalahan dengan sumber yang dituju. Kode ini juga terkadang muncul karena penyuntingan dilakukan secara bersamaan. - **410: The requested resource is gone and won’t be coming back** Kode ini mirip dengan kode 404 ‘Not Found’. Namun kode status 410 ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut permanen. - **411: Length Required** Kode respon ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk menerima permintaan tanpa header *Content-Length* yang ditentukan. Ini berarti sumber yang diminta mengharuskan klien menentukan *Content-Length* tertentu untuk bisa mengaksesnya. - **412: Precondition Failed** Kode ini muncul saat browser pengguna menyertakan kondisi tertentu dalam header permintaannya, dan server tidak memenuhi spesifikasi tersebut. - **413: Payload Too Large** Kode status ini menunjukkan jika permintaan browser lebih besar daripada yang semestinya bisa diproses oleh server. - **414: URL Too Long** Kode 414 muncul sebagai hasil dari permintaan GET yang telah dikodekan sebagai kueri yang terlalu besar untuk diproses oleh server. - **415: Unsupported Media Type** Permintaan yang dikirimkan tersebut menyertakan jenis media yang tidak didukung oleh server atau sumber. - **416: Range Not Satisfiable** Kode status 416 menunjukkan bahwa server tidak dapat memenuhi permintaan. Misalnya, pengguna meminta sebuah dokumen sebesar 800-900 bytes, tetapi ternyata dokumen tersebut hanya sepanjang 200 bytes. - **417: Expectation Failed** Server tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan pada header dari permintaan. - **418: I’m a teapot** ![http status codes 418: I'm a Teapot](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20605%20268'%3E%3C/svg%3E) ![http status codes 418: I'm a Teapot](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Https-status-codes-418.gif) Kode pengembalian respon yang khas dengan teko dan secangkir gelas. (Source: Googlesystem) Kode unik ini digambarkan oleh sebuah teko yang menerima permintaan untuk menyeduh kopi. HTTP Status Codes satu ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk memproses permintaan. - **422: Unprocessable Entity** Permintaan pengguna mengandung kesalahan semantik dan server tidak dapat memprosesnya. - **425: Too Early** Kode ini dikirim ketika server tidak mau memproses permintaan karena mungkin pengguna memuat ulang halaman yang dituju. - **426: Upgrade Required** Kode respon kesalahan klien HTTP Status Codes menunjukkan bahwa server menolak untuk melakukan permintaan menggunakan protokol pengguna saat ini, tetapi mungkin bersedia melakukannya setelah pengguna meningkatkan ke protokol yang berbeda. - **428: Precondition Required** Menunjukkan jika server memerlukan syarat atau kondisi yang lebih spesifik sebelum memproses permintaan. - **429: Too many requests** Kode tersebut dihasilkan oleh server ketika pengguna telah mengirimkan terlalu banyak permintaan dalam kurun waktu tertentu. Ini terkadang dapat terjadi karena bot atau skrip mencoba mengakses situs tersebut. - **431: Request Header Fields Too Large** Server tidak dapat memproses permintaan karena bidang *header* terlalu besar. Ini mungkin menunjukkan terdapat masalah pada beberapa atau semua header yang ada di halaman atau website yang dituju. - **451: Unavailable for Legal Reasons** Operator server telah menerima permintaan untuk melarang akses ke sumber daya yang diminta oleh pengguna. - **499: Client closed request** Kode ini dikembalikan oleh NGINX ketika pengguna menutup permintaan saat NGINX sedang memprosesnya. ### 5\. 500 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20600%20400'%3E%3C/svg%3E) ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-Status-Codes-500.jpg) Kode respon 500 sering dijumpai oleh para pengguna internet. (Source: Adobe Photo Stock) Kode status 500 level juga merupakan kode yang menunjukkan suatu kesalahan. Namun, kode ini menunjukkan bahwa masalah terdapat di belakang server. Ini bisa membuat mereka lebih sulit untuk diselesaikan. - **500: There was an error on the server and the request could not be completed** Ini adalah kode umum yang menunjukkan kesalahan server internal. Terdapat kesalahan pada server dan sumber daya yang diminta tidak terkirim. Kode ini biasanya dibuat oleh plugin pihak ketiga, PHP yang salah, atau bahkan koneksi ke database yang rusak. - **501: Not Implemented** Kode tersebut mengindikasikan bahwa server tidak mendukung fungsionalitas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini hampir selalu menjadi masalah di server web itu sendiri dan biasanya harus diselesaikan oleh pemilik situs web. - **502: Bad Gateway** Kode ini biasanya berarti bahwa satu server telah menerima respon yang tidak valid dari yang lain, seperti saat server proxy sedang digunakan. Kode ini juga terkadang muncul saat kueri atau permintaan akan menghabiskan waktu terlalu lama, sehingga dibatalkan atau dimatikan oleh server dan koneksi ke database pun terputus. - **503: The server is unavailable to handle this request right now** Mengindikasikan jika permintaan tidak dapat diselesaikan saat ini. Kode ini mungkin dikembalikan oleh server yang kelebihan beban dan tidak dapat menangani permintaan tambahan. - **504: The server, acting as a gateway, timed out waiting for another server to respond** Ini adalah jenis kode yang dikembalikan ketika terdapat dua server yang terlibat dalam pemrosesan permintaan, dan server pertama kehabisan waktu saat menunggu server kedua untuk merespon. - **505: HTTP Version Not Supported** Server tidak mendukung versi HTTP yang digunakan oleh pengguna untuk membuat permintaan. - **511: Network Authentication Required** Kode status ini dikirim saat jaringan yang digunakan oleh pengguna memerlukan beberapa bentuk autentikasi sebelum mengirimkan permintaan pengguna ke server. Misalnya, saat kamu perlu menyetujui syarat dan ketentuan hotspot Wi-Fi publik. - **521: Web server is down** Kode eror 521 adalah informasi kesalahan khusus Cloudflare. Ini berarti browser web pengguna berhasil terhubung ke Cloudflare, tetapi Cloudflare tidak dapat terhubung ke server web asal. - **525: SSL Handshake Failed** HTTP Status Codes 525 mengindikasikan handshake SSL antara domain yang menggunakan Cloudflare dan server web asal gagal. ## Kesimpulan Meskipun terlihat membingungkan dan mengintimidasi, HTTP Status Codes sebenarnya sangat informatif, lho! Nah, dengan mengetahui jenis-jenis kode tersebut, dapat membantu kamu dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi saat berselancar di mesin pencarian. Memahami kode respon ini sangat penting untuk memelihara situs web karena berkaitan juga dengan *[search engine optimization](https://www.exabytes.co.id/digital-marketing/layanan-seo)*. Memiliki website yang andal jelas impian banyak orang, salah satunya adalah kamu. Jika kamu menginginkan hosting terpercaya dan terbaik, kamu pasti akan menyukai platform hosting Exabytes. [WordPress hosting](https://www.exabytes.co.id/wordpress-hosting) untuk situs web kamu dengan dukungan 24/7 dari tim ahli profesional. Infrastruktur mumpuni dan berfokus pada kinerja serta keamanan terbaik. Yuk, mulai sekarang\! [Gunakan Jasa Pembuatan Website Disini\!](https://www.exabytes.co.id/website/jasa-pembuatan-website) - TAGS - [http status codes](https://www.exabytes.co.id/blog/tag/http-status-codes/) [Facebook](https://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.exabytes.co.id%2Fblog%2Fpengertian-dan-daftar-http-status-codes%2F "Facebook") [Twitter](https://twitter.com/intent/tweet?text=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya&url=https%3A%2F%2Fwww.exabytes.co.id%2Fblog%2Fpengertian-dan-daftar-http-status-codes%2F&via=Tutorial+Digital+Marketing%2C+Website%2C+%26+Bisnis+Online+-+Exabytes "Twitter") [Pinterest](https://pinterest.com/pin/create/button/?url=https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/&media=https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/1200x630-ID2021-httpstatus.jpg&description=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya "Pinterest") [WhatsApp](https://api.whatsapp.com/send?text=HTTP+Status+Codes%3A+Pengertian+dan+Daftar+Lengkapnya%20%0A%0A%20https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/ "WhatsApp") Previous article[Bawa Pulang Smart TV Dengan Renewal Sekarang\!](https://www.exabytes.co.id/blog/renewal-mei/) Next article[Panduan Lengkap Cara Optimasi On Page SEO Untuk Pemula](https://www.exabytes.co.id/blog/panduan-optimasi-on-page-seo/) [![Muthia Batari](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%2096%2096'%3E%3C/svg%3E)![Muthia Batari](https://secure.gravatar.com/avatar/0dbaab75b60f317d4c722dc3c92e27866e2d529c6bb2a71939d7d1c827cd7aac?s=96&d=mm&r=g)](https://www.exabytes.co.id/blog/author/exabytes-muthia/) [Muthia Batari](https://www.exabytes.co.id/blog/author/exabytes-muthia/) Muthia is the SEO Specialist at Exabytes Indonesia. She is a lover of movie/series, music, badminton, and writing. #### [RELATED ARTICLES](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/)[MORE FROM AUTHOR](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/) [![mengenal bootstrap](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![mengenal bootstrap](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-bootstrap/ "Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya") ### [Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-bootstrap/ "Mengenal Apa Itu Bootstrap dan Cara Menggunakannya") [![contoh landing page fashion](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![contoh landing page fashion](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-landing-page-fashion/ "10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren!") ### [10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren\!](https://www.exabytes.co.id/blog/contoh-landing-page-fashion/ "10 Contoh Landing Page Fashion yang Menarik dan Keren!") [![DNS Terdesentralisasi](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20218%20150'%3E%3C/svg%3E)![DNS Terdesentralisasi](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAANoAAACWAQMAAACCSQSPAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABpJREFUWMPtwQENAAAAwiD7p7bHBwwAAAAg7RD+AAGXD7BoAAAAAElFTkSuQmCC)](https://www.exabytes.co.id/blog/dns-terdesentralisasi/ "DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya!") ### [DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya\!](https://www.exabytes.co.id/blog/dns-terdesentralisasi/ "DNS Terdesentralisasi: Keamanan dan Privasi Lebih Bagus? Ini Penjelasannya!") [![](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20448%20796'%3E%3C/svg%3E)![](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2026/02/448x796-spinwin.jpg)](https://www.exabytes.co.id/spin-and-win) [![blog exabytes](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20100%2070'%3E%3C/svg%3E)![blog exabytes](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAGQAAABGAQMAAAAASKMqAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABBJREFUKM9jGAWjYBQMKwAAA9QAAQWBn6cAAAAASUVORK5CYII=)](https://www.exabytes.co.id/blog/cara-memilih-ekstensi-domain-terbaik-untuk-bisnis-online/ "Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online") ### [Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online](https://www.exabytes.co.id/blog/cara-memilih-ekstensi-domain-terbaik-untuk-bisnis-online/ "Cara Memilih Ekstensi Domain Terbaik untuk Bisnis Online") February 23, 2026 [![addon domain](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20100%2070'%3E%3C/svg%3E)![addon domain](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAGQAAABGAQMAAAAASKMqAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABBJREFUKM9jGAWjYBQMKwAAA9QAAQWBn6cAAAAASUVORK5CYII=)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-addon-domain/ "Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui") ### [Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-addon-domain/ "Apa Itu Addon Domain? Berikut Hal-Hal Yang Perlu Kamu Ketahui") February 16, 2026 [![top level domain](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20100%2070'%3E%3C/svg%3E)![top level domain](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAAGQAAABGAQMAAAAASKMqAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAABBJREFUKM9jGAWjYBQMKwAAA9QAAQWBn6cAAAAASUVORK5CYII=)](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-top-level-domain/ "Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya") ### [Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-top-level-domain/ "Apa Itu Top Level Domain (TLD) dan Jenis Ekstensinya") January 21, 2026 #### Artikel Populer ### [21+ Rekomendasi Template Blogger Gratis dan Responsive](https://www.exabytes.co.id/blog/template-blogger-gratis/ "21+ Rekomendasi Template Blogger Gratis dan Responsive") April 19, 2021 ### [7 Raksasa Industri Bisnis Indonesia Yang (segera) Bangkrut \[Update 2018\]](https://www.exabytes.co.id/blog/7-raksasa-bisnis-indonesia-yang-bangkrut/ "7 Raksasa Industri Bisnis Indonesia Yang (segera) Bangkrut [Update 2018]") July 21, 2017 ### [Pernah Ngalamin 5 Hal Kocak Ini Pas Belanja di Toko Online?](https://www.exabytes.co.id/blog/5-hal-kocak-ini-pas-belanja-di-toko-online/ "Pernah Ngalamin 5 Hal Kocak Ini Pas Belanja di Toko Online?") December 15, 2016 #### Ketegori Populer - [Tutorial Hosting218](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-hosting/) - [Tutorial WordPress162](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-wordpress/) - [Panduan Bisnis Online130](https://www.exabytes.co.id/blog/category/marketing/panduan-bisnis-online/) - [Umum746](https://www.exabytes.co.id/blog/category/uncategorized/) - [Tips & Triks184](https://www.exabytes.co.id/blog/category/exabytes-tips-sharing/) - [Event Exabytes133](https://www.exabytes.co.id/blog/category/exabytes-event/) - [Website239](https://www.exabytes.co.id/blog/category/website/) - [Tutorial Domain236](https://www.exabytes.co.id/blog/category/tutorial/tutorial-domain/) #### Artikel Terbaru ### [SMTP Server vs Mail Server, Pelajari Perbedaannya](https://www.exabytes.co.id/blog/smtp-server-vs-mail-server/ "SMTP Server vs Mail Server, Pelajari Perbedaannya") March 13, 2026 ### [Domain .COM: Pengertian, Kelebihan, Harga, dan Cara Daftarnya](https://www.exabytes.co.id/blog/apa-itu-domain-com/ "Domain .COM: Pengertian, Kelebihan, Harga, dan Cara Daftarnya") March 12, 2026 ### [Cara Menentukan Nama Brand yang Mudah Diingat dan Menarik](https://www.exabytes.co.id/blog/cara-menentukan-nama-brand-yang-mudah-diingat-dan-menarik/ "Cara Menentukan Nama Brand yang Mudah Diingat dan Menarik") March 11, 2026 #### Support - [Panduan Pengguna](https://support.exabytes.co.id/en/support/solutions) - [Pengumuman](https://support.exabytes.co.id/en/support/discussions) - [Network Uptime](https://status.exabytes.co.id/) - [Buka Tiket Support](https://support.exabytes.co.id/en/support/tickets/new) - [Hubungi Kami](https://www.exabytes.co.id/hubungi-kami) #### Ikuti Kami [Facebook](https://www.facebook.com/exabytes.co.id "Facebook") [Instagram](https://www.instagram.com/exabytes_id/ "Instagram") [Tiktok](https://www.tiktok.com/@exabytesid "Tiktok") [Twitter](https://x.com/exabytes_id "Twitter") [Youtube](https://www.youtube.com/channel/UC0JJIsRuMKD_hjER5e7lwvQ "Youtube") [Linkedin](https://id.linkedin.com/company/exabytesid "Linkedin") #### Berlangganan Newsletter Dapatkan informasi promosi terbaru dan berbagai acara menarik kami. Hak Cipta © 2026 PT. Exabytes Network Indonesia Harga belum termasuk PPN 11% ![](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20150%2050'%3E%3C/svg%3E) ![](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABCwAAAJEAQMAAADnqyfeAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAAG9JREFUeNrswYEAAAAAgKD9qRepAgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAADg9uCQAAAAAEDQ/9fOsAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAsAox6wABwRHV3QAAAABJRU5ErkJggg==) [![](data:image/svg+xml,%3Csvg%20xmlns='http://www.w3.org/2000/svg'%20viewBox='0%200%20211%20105'%3E%3C/svg%3E)![](data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAABCwAAAJEAQMAAADnqyfeAAAAA1BMVEWurq51dlI4AAAAAXRSTlMmkutdmwAAAG9JREFUeNrswYEAAAAAgKD9qRepAgAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAADg9uCQAAAAAEDQ/9fOsAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAsAox6wABwRHV3QAAAABJRU5ErkJggg==)](https://www.exabytes.co.id/download/2244_EXABYTES%20NETWORK%20INDONESIA_27K_CERT_KAN.pdf)
Readable Markdown
HTTP status codes adalah seperti catatan pendek dari server yang melekat pada sebuah halaman web. HTTP status codes sebenarnya bukan bagian dari konten halaman itu sendiri. Melainkan, HTTP status codes memberikan pesan kepada server untuk memberitahu pada pengguna bagaimana keadaan halaman tersebut saat menerima permintaan untuk melihat suatu halaman tertentu. Pesan serupa ini selalu bermunculan setiap kali situs web berinteraksi dengan server, walaupun kamu tidak melihatnya. Jika kamu adalah pemilik situs web ataupun seorang *developer*, memahami HTTP status codes merupakan hal yang sangat penting. Karena ketika pesan seperti ini muncul, HTTP status codes adalah alat yang sangat berharga untuk memeriksa dan memperbaiki konfigurasi situs web yang error. Pada artikel kali ini, akan mengenalkan beberapa status server dan eror codes, serta menjelaskan apa saja yang terjadi dibalik server yang tengah bekerja. Mari kita mulai\! Daftar Isi - [Apa itu HTTP Status Codes?](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Apa-itu-HTTP-Status-Codes) - [Jenis Kelas HTTP Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Jenis-Kelas-HTTP-Status-Codes) - [Daftar Lengkap HTTP Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Daftar-Lengkap-HTTP-Status-Codes) - [1\. 100 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#1-100-Status-Codes) - [2\. 200 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#2-200-Status-Codes) - [3\. 300 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#3-300-Status-Codes) - [4\. 404 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#4-404-Status-Codes) - [5\. 500 Status Codes](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#5-500-Status-Codes) - [Kesimpulan](https://www.exabytes.co.id/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/#Kesimpulan) ## Apa itu HTTP Status Codes? ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya - 2026](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes.jpg) Kode respon tersebut biasanya akan menjelaskan kesalahan pada server. (Source: Shutterstock) Setiap kali kamu mengklik suatu link atau mengetik URL dan menekan Enter, mesin pencari akan mengirim dan memproses permintaan pada server web di suatu halaman yang tengah diakses. Sedangkan server akan menerima dan memproses permintaan tersebut, dan kemudian mengirimkan kembali sumber yang relevan dengan header HTTP. HTTP status codes akan dikirim pada mesin pencarian dalam header HTTP. Ketika status codes dikembalikan tiap kali browser mencoba mengirim permintaan pada suatu halaman web, acapkali kamu tidak akan melihatnya. Namun biasanya ketika suatu masalah terjadi, kamu akan melihat HTTP status codes ditampilkan pada layar browser. Ini adalah cara server untuk berkata: “Suatu kesalahan terjadi. Ini adalah code yang akan menjelaskan apa yang salah pada server tersebut.” ## Jenis Kelas HTTP Status Codes HTTP status codes dibagi ke dalam lima kelas. Ini adalah metode pengelompokan pada respon yang memiliki arti yang sama. Dengan mengetahui apa saja status codes tersebut, tentu akan membantumu dengan cepat untuk memutuskan metode perbaikannya. Berikut adalah lima kelas pada HTTP status code: - **100an**:**Kode informasi** yang menunjukkan bahwa permintaan dari browser tersebut tengah berjalan. - **200an**: **Kode sukses** yang dikembalikan ketika permintaan browser diterima, dipahami, dan diproses oleh server. - **300an: Kode pengalihan** dikembalikan ketika sumber baru telah diganti untuk sumber yang diminta. - **400an**: **Kode client eror** mengindikasikan terdapat kendala pada permintaan. - **500an**: **Kode kesalahan server** menunjukkan bahwa permintaan diterima, tetapi terdapat suatu eror pada server yang mencegah pemenuhan permintaan. Pada setiap jenis kelas tersebut, terdapat berbagai kode server yang mungkin akan dikembalikan oleh server. Tiap kode tersebut memiliki arti spesifik tersendiri, yang selanjutnya akan kita bahas di bawah. Berikut adalah beberapa daftar HTTP status codes yang kerap dialami oleh kebanyakan pengguna browser, di antaranya adalah: ### 1\. 100 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-100.jpg) Kode level 100 menunjukkan server masih dalam tahap proses. (Sourche: Shutterstock) Level 100 status code memberi tanda bahwa permintaan pada server masih dalam proses. Sebenarnya ini bukanlah masalah, kode tersebut hanya memberikan informasi pada pengguna terkait apa yang sedang terjadi pada browser yang dijalankan. - **100**: **Continue** Kode ini artinya mengindikasikan bahwa server telah menerima permintaan header browser dan sekarang telah siap untuk dikirim juga. Ini membuat proses permintaan menjadi lebih efisien karena mencegah browser dari mengirimkan permintaan halaman walaupun header telah ditolak. - **101: Switching Protocols** Browser pengguna meminta server untuk mengganti protokol dan server tersebut memenuhinya. - **103**: **Early Hints** Kode 103 menunjukkan pengembalian respon header sebelum respon server sepenuhnya siap. ### 2\. **200 Status Codes** ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-200-1.jpg) Kode respon tersebut mengindikasikan browser berjalan dengan baik. (Source: Shutterstock) Kode ini merupakan salah satu kode yang kerap diterima oleh pengguna. Respons ini menunjukkan jika browser berjalan dengan semestinya. - **200**: **Everything is OK** Kode ini akan dikirimkan ketika sebuah halaman web atau sumber bekerja dengan semestinya. - **201**: **Created** Server telah memenuhi permintaan browser dan sebagai hasilnya, browser membuat sumber terbaru. - **202**: **Accepted** Server telah menerima permintaan browser dan masih memprosesnya. Namun, permintaan tersebut pada akhirnya bisa saja tidak menghasilkan respon yang sempurna. - **203**: **Non-Authoritative Information** Kode status ini akan hadir ketika proxy digunakan. Itu berarti server proxy menerima kode **200 “Everything is OK”** dari original server, tetapi telah memodifikasi respon sebelum mengirimkannya pada browser pengguna. - **204**: **No Content** Kode ini menunjukkan jika server telah sukses memproses permintaan, tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. - **205**: **Reset Content** Seperti kode 204, kode ini mengartikan bahwa server telah memproses permintaan tetapi tidak akan mengembalikan konten apapun. Selain itu, kode 205 juga mengharuskan browser dari pengguna untuk mengatur ulang tampilan dokumen. - **206**: **Partial Content** Kamu mungkin akan melihat kode ini jika browser menggunakan *range headers*. Ini memungkinkan browser melanjutkan unduhan yang dijeda, serta membagi unduhan menjadi beberapa bagian. Kode 206 dikirim ketika *range header* menyebabkan server mengirim hanya sebagian dari sumber daya yang diminta. ### 3\. 300 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-300-1.jpg) Kode ini erat kaitannya dengan pengalihan. (Source: Shutterstock) Redirection atau pengalihan adalah proses digunakan untuk mengomunikasikan bahwa suatu sumber atau laman telah dipindahkan pada lokasi berbeda. Terdapat beberapa HTTP status codes pada pengalihan ini, untuk memberikan informasi kepada pengunjung terkait di mana mereka bisa menemukan apa yang dicari. - **300**: **Multiple Choices** Terkadang, mungkin ada beberapa kemungkinan sumber daya yang dapat direspon oleh server untuk memenuhi permintaan browser. Kode status 300 berarti browser tersebut harus memilih di antara keduanya. Ini dapat terjadi ketika terdapat beberapa ekstensi jenis file yang tersedia, atau jika server mengalami ketidakjelasan pengertian kata. - **301: The requested resource has been moved permanently** Kode ini dikirimkan ketika halaman web atau sumber telah dipindahkan secara permanen pada sumber yang berbeda. Sehingga, kode tersebut digunakan untuk pengalihan URL permanen. - **302: The requested resource has moved, but was found** Kode tersebut mengindikasikan bahwa permintaan pada sumber ditemukan, tetapi tidak pada lokasi yang seharusnya. Kode 302 biasanya digunakan untuk pengalihan URL sementara. - **303: See Other** Untuk memahami 303 status code, kamu harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan antara empat dasar [metode permintaan HTTP](https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/HTTP/Methods). Pada dasarnya, kode 303 memberikan informasi pada browser bahwa mereka menemukan sumber yang diminta via POST, PUT, atau DELETE. Namun, untuk mendapatkannya menggunakan GET, kamu harus membuat permintaan yang benar untuk URL berbeda dari yang sebelumnya digunakan. - **304: The requested resource has not been modified since the last time you accessed it** Kode ini memberikan informasi pada browser bahwa penyimpanan sumber yang ada di cache browser belum berubah. Ini digunakan untuk mempercepat proses pengiriman halaman web dengan kembali menggunakan sumber yang diunduh sebelumnya. - **307: Temporary Redirect** Kode status ini menggantikan kode 302 ‘Found’ sebagai tindakan ketika sumber kini tengah dipindahkan sementara pada URL berbeda. Tidak seperti kode status 302, kode ini tidak mengizinkan mengubah metode HTTP. - **308: Permanent Redirect** Kode status 308 merupakan penerus dari kode 301 ‘Moved Permanently’. Mereka tidak mengizinkan untuk mengubah metode HTTP dan mengindikasikan permintaan pada sumber kini sudah dipindahkan secara permanen pada URL baru. ### 4\. 404 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-status-codes-400-2.jpg) Kode 400 mengindikasikan kesalahan sedang terjadi. (Source: Shutterstock) Pada level 400, HTTP Status Codes ini mulai sedikit memberikan informasi terkait kesalahan yang terjadi. Ini merupakan kode eror yang mengindikasikan bahwa terjadi kesalahan ataupun permintaan pada browser. - **400: Bad Request** Server tidak dapat mengembalikan respon yang disebabkan oleh kesalahan pada browser pengguna - **401: Unauthorized** atau **Authorization Required** Kode ini dikembalikan oleh server ketika sumber target kekurangan autentikasi yang kredensial. - **402: Payment Required** Awalnya, kode ini digunakan sebagai bagian dari sistem pembayaran digital. Namun, hal itu tidak berjalan dengan seharusnya. Pada akhirnya, kode ini digunakan oleh berbagai platform untuk mengindikasikan bahwa permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi, yang biasanya dikarenakan kekurangan biaya. Berikut adalah contoh saat kode ini muncul pada browser pengguna: a. Pengguna telah mencapai batasan permintaan harian pada [Google Developers API](https://developers.google.com/products/develop). b. Pengguna belum membayar biaya Shopify dan toko *online* tersebut pada akhirnya di deaktivasi sementara. - **403: Access to that resource is forbidden** Kode ini dikembalikan ketika pengguna mencoba mengakses sesuatu yang mereka tidak memiliki izin untuk melihatnya. Misalkan, saat pengguna mencoba menjangkau konten yang dilindungi kata sandi tanpa login secara benar. Server kemudian akan mengirimkan kode eror 403. - **404: The requested resource was not found** Ini adalah pesan kesalahan paling umum yang kerap ditemukan oleh pengguna. Kode ini berarti bahwa sumber daya yang diminta tidak ditemukan, dan server tidak tahu apakah sumber tersebut pernah ada. - **405: Method not allowed.** Ini dibuat ketika server hosting (server asal) mendukung metode yang diterima, tetapi sumber target tidak. - **406: Not acceptable response** Sumber yang diminta hanya mampu menghasilkan konten yang tidak dapat diterima menurut header yang dikirim dalam permintaan. - **408: The server timed out waiting for the rest of the request from the browser** Kode ini muncul ketika server kehabisan waktu ketika menunggu permintaan lengkap dari browser. Dengan kata lain, server tidak menerima permintaan lengkap yang dikirimkan oleh browser. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kemacetan jaringan yang mengakibatkan hilangnya paket data antara browser dan server. - **409: Conflict** Kode status 409 berarti bahwa server tidak dapat memproses permintaan browser karena terdapat permasalahan dengan sumber yang dituju. Kode ini juga terkadang muncul karena penyuntingan dilakukan secara bersamaan. - **410: The requested resource is gone and won’t be coming back** Kode ini mirip dengan kode 404 ‘Not Found’. Namun kode status 410 ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut permanen. - **411: Length Required** Kode respon ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk menerima permintaan tanpa header *Content-Length* yang ditentukan. Ini berarti sumber yang diminta mengharuskan klien menentukan *Content-Length* tertentu untuk bisa mengaksesnya. - **412: Precondition Failed** Kode ini muncul saat browser pengguna menyertakan kondisi tertentu dalam header permintaannya, dan server tidak memenuhi spesifikasi tersebut. - **413: Payload Too Large** Kode status ini menunjukkan jika permintaan browser lebih besar daripada yang semestinya bisa diproses oleh server. - **414: URL Too Long** Kode 414 muncul sebagai hasil dari permintaan GET yang telah dikodekan sebagai kueri yang terlalu besar untuk diproses oleh server. - **415: Unsupported Media Type** Permintaan yang dikirimkan tersebut menyertakan jenis media yang tidak didukung oleh server atau sumber. - **416: Range Not Satisfiable** Kode status 416 menunjukkan bahwa server tidak dapat memenuhi permintaan. Misalnya, pengguna meminta sebuah dokumen sebesar 800-900 bytes, tetapi ternyata dokumen tersebut hanya sepanjang 200 bytes. - **417: Expectation Failed** Server tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan pada header dari permintaan. - **418: I’m a teapot** ![http status codes 418: I'm a Teapot](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Https-status-codes-418.gif) Kode pengembalian respon yang khas dengan teko dan secangkir gelas. (Source: Googlesystem) Kode unik ini digambarkan oleh sebuah teko yang menerima permintaan untuk menyeduh kopi. HTTP Status Codes satu ini mengindikasikan bahwa server menolak untuk memproses permintaan. - **422: Unprocessable Entity** Permintaan pengguna mengandung kesalahan semantik dan server tidak dapat memprosesnya. - **425: Too Early** Kode ini dikirim ketika server tidak mau memproses permintaan karena mungkin pengguna memuat ulang halaman yang dituju. - **426: Upgrade Required** Kode respon kesalahan klien HTTP Status Codes menunjukkan bahwa server menolak untuk melakukan permintaan menggunakan protokol pengguna saat ini, tetapi mungkin bersedia melakukannya setelah pengguna meningkatkan ke protokol yang berbeda. - **428: Precondition Required** Menunjukkan jika server memerlukan syarat atau kondisi yang lebih spesifik sebelum memproses permintaan. - **429: Too many requests** Kode tersebut dihasilkan oleh server ketika pengguna telah mengirimkan terlalu banyak permintaan dalam kurun waktu tertentu. Ini terkadang dapat terjadi karena bot atau skrip mencoba mengakses situs tersebut. - **431: Request Header Fields Too Large** Server tidak dapat memproses permintaan karena bidang *header* terlalu besar. Ini mungkin menunjukkan terdapat masalah pada beberapa atau semua header yang ada di halaman atau website yang dituju. - **451: Unavailable for Legal Reasons** Operator server telah menerima permintaan untuk melarang akses ke sumber daya yang diminta oleh pengguna. - **499: Client closed request** Kode ini dikembalikan oleh NGINX ketika pengguna menutup permintaan saat NGINX sedang memprosesnya. ### 5\. 500 Status Codes ![HTTP Status Codes: Pengertian dan Daftar Lengkapnya](https://www.exabytes.co.id/blog/wp-content/uploads/2021/05/Http-Status-Codes-500.jpg) Kode respon 500 sering dijumpai oleh para pengguna internet. (Source: Adobe Photo Stock) Kode status 500 level juga merupakan kode yang menunjukkan suatu kesalahan. Namun, kode ini menunjukkan bahwa masalah terdapat di belakang server. Ini bisa membuat mereka lebih sulit untuk diselesaikan. - **500: There was an error on the server and the request could not be completed** Ini adalah kode umum yang menunjukkan kesalahan server internal. Terdapat kesalahan pada server dan sumber daya yang diminta tidak terkirim. Kode ini biasanya dibuat oleh plugin pihak ketiga, PHP yang salah, atau bahkan koneksi ke database yang rusak. - **501: Not Implemented** Kode tersebut mengindikasikan bahwa server tidak mendukung fungsionalitas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini hampir selalu menjadi masalah di server web itu sendiri dan biasanya harus diselesaikan oleh pemilik situs web. - **502: Bad Gateway** Kode ini biasanya berarti bahwa satu server telah menerima respon yang tidak valid dari yang lain, seperti saat server proxy sedang digunakan. Kode ini juga terkadang muncul saat kueri atau permintaan akan menghabiskan waktu terlalu lama, sehingga dibatalkan atau dimatikan oleh server dan koneksi ke database pun terputus. - **503: The server is unavailable to handle this request right now** Mengindikasikan jika permintaan tidak dapat diselesaikan saat ini. Kode ini mungkin dikembalikan oleh server yang kelebihan beban dan tidak dapat menangani permintaan tambahan. - **504: The server, acting as a gateway, timed out waiting for another server to respond** Ini adalah jenis kode yang dikembalikan ketika terdapat dua server yang terlibat dalam pemrosesan permintaan, dan server pertama kehabisan waktu saat menunggu server kedua untuk merespon. - **505: HTTP Version Not Supported** Server tidak mendukung versi HTTP yang digunakan oleh pengguna untuk membuat permintaan. - **511: Network Authentication Required** Kode status ini dikirim saat jaringan yang digunakan oleh pengguna memerlukan beberapa bentuk autentikasi sebelum mengirimkan permintaan pengguna ke server. Misalnya, saat kamu perlu menyetujui syarat dan ketentuan hotspot Wi-Fi publik. - **521: Web server is down** Kode eror 521 adalah informasi kesalahan khusus Cloudflare. Ini berarti browser web pengguna berhasil terhubung ke Cloudflare, tetapi Cloudflare tidak dapat terhubung ke server web asal. - **525: SSL Handshake Failed** HTTP Status Codes 525 mengindikasikan handshake SSL antara domain yang menggunakan Cloudflare dan server web asal gagal. ## Kesimpulan Meskipun terlihat membingungkan dan mengintimidasi, HTTP Status Codes sebenarnya sangat informatif, lho! Nah, dengan mengetahui jenis-jenis kode tersebut, dapat membantu kamu dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi saat berselancar di mesin pencarian. Memahami kode respon ini sangat penting untuk memelihara situs web karena berkaitan juga dengan *[search engine optimization](https://www.exabytes.co.id/digital-marketing/layanan-seo)*. Memiliki website yang andal jelas impian banyak orang, salah satunya adalah kamu. Jika kamu menginginkan hosting terpercaya dan terbaik, kamu pasti akan menyukai platform hosting Exabytes. [WordPress hosting](https://www.exabytes.co.id/wordpress-hosting) untuk situs web kamu dengan dukungan 24/7 dari tim ahli profesional. Infrastruktur mumpuni dan berfokus pada kinerja serta keamanan terbaik. Yuk, mulai sekarang\!
Shard117 (laksa)
Root Hash7945517887255202517
Unparsed URLid,co,exabytes!www,/blog/pengertian-dan-daftar-http-status-codes/ s443