🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 12 (from laksa153)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

📄
INDEXABLE
CRAWLED
12 hours ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://www.balipost.com/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html
Last Crawled2026-04-21 12:33:27 (12 hours ago)
First Indexed2020-06-15 21:36:51 (5 years ago)
HTTP Status Code200
Meta TitleStrategi Mempertahankan Kedaulatan Negara | BALIPOST.com
Meta DescriptionOleh GPB Suka Arjawa Tentara Nasional Indonesia, telah berusia 74 tahun pada tanggal 5 Oktober 2019 ini. Sebagai sebuah lembaga militer, usia ini merupakan
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
Ilustrasi. (BP/dok) Oleh GPB Suka Arjawa Tentara Nasional Indonesia, telah berusia 74 tahun pada tanggal 5 Oktober 2019 ini. Sebagai sebuah lembaga militer, usia ini merupakan bagian dari kematangan yang telah dibangun puluhan tahun. Pengalaman dan berbagai warisan pelajaran dan perjuangan pasti telah dikembangkan oleh para barisan pasukan Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentara Indonesia juga pasti menyimak dan mempelajari berbagaai pengalaman tempur yang dilakukan oleh negara-negara lain. Namun, tantangan yang dihadapi pasukan tempur suatu negara pada zaman sekarang tidaklah mudah. Kemajuan teknologi, termasuk juga teknologi cyber akan menjadi tantangan tersendiri untuk membela tanah air. Tidak ketinggalan halnya dengan Indonesia. Strategi yang  harus dikuasai oleh tentara sekarang tidak hanya strategi tempur tetapi juga strategi lain. Mungkin juga strategi politik. Yang pertama harus dilihat adalah strategi politik. Pada masa silam, mencampuradukkan politik dengan pekerjaan ketentaraan, merupakan hal yang coba dihindari. Ini disebabkan karena pasukan tempur mempunyai jiwa yang berbeda dengan politik. Secara sederhana, tentara ingin langsung bertempur, tidak sabar untuk menghadang lawan dan ingin menghabisi lawan sebelum sampai di tanah negaranya sendiri. Sedangkan politik, justru ingin menghindari itu. Ada strategi wacana dan permainan yang harus dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah, dan kemungkinan lebih kecil kerugian ekonomis (perlengkapan militer dinilai mahal). Inilah yang membuat sering terjadi perbedaan pendapat antara kalangan militer dengan politik. Di negara-negara yang kerap terjadi kudeta militer, bisa jadi disebabkan oleh kasus seperti ini. Namun pada zaman sekarang, militer juga telah mampu bermain politik dengan cara-cara militer. Artinya, berpatokan dari sarana militer juga, negara (yang mungkin didesak oleh militer) melakukan strategi gertakan untuk menghadapi ancaman lawan. Pilihan untuk membeli dan mengumumkan perlengkapan militer yang dimiliki oleh negara, merupakan salah satu strategi tersebut. Tujuannya adalah memberikan peringatan kepada negara pesaing agar tidak main-main dengan negara tersebut. Mungkin saja negara pesaing akan memberi peralatan militer, namun ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu menguras anggaran belanja dari negara lawan. Dasawarsa kedua dari milenium ke-21 ini, justru melihat strategi politik militer yang sangat jelas dilakukan oleh dua negara, yaitu Korea Utara dan China. Tanpa tedeng aling-aling, Korea Utara melakukan percobaan peluncuran peluru kendalinya mendekati wilayah Jepang dan melakukan latihan dengan menembakkan pelurunya itu ke sebuah pulau kosong. Ini merupakan strategi politik untuk memberikan rasa waswas dan takut kepada Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang menjadi musuh negara tersebut. Strategi ini berhasil karena Amerika Serikat bersedia bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Pada pihak lain, di tengah situasi selalu dipojokkan oleh Amerika Serikat akibat perkembangan teknologi tingginya, China justru memamerkan kekuatan militer di Lapangan Tianannmen. Tidak lain, ini ditujukan kepada negara mana pun yang berani bermacam-macam kepada perkembangan ekonomi dan teknologi China. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah  pendidikan dan profesionalitas lain dari seorang tentara. Profesionalitas lain dari tentara yang dimaksudkan adalah keahliannya yang lain di luar bertempur. Tentara, dari satu sisi adalah pasukan yang profesional. Dalam arti ahli dalam menggunakan sarana militer demi membela negara. Sarana militer itu juga, dapat dispesifikasi, misalnya senapan, altileri, pengemudi tank, radar, dan lain sebagainya. Tetapi, perkembangan saat ini yang harus dilihat adalah keahliannya yang lain, seperti memainkan teknologi tinggi, bahkan ahli  berpidato. Karena itu,  perekrutan seorang calon anggota militer tidak boleh sembarangan. Dia harus cerdas, dan kalau bisa mempunyai keterampilaan lain di luar kemiliterannya itu. Kecerdasan diperlukan karena perkembangan dunia militer sekarang (sarana tempurnya), semakin  canggih. Mereka tidak hanya menggunakan intuisi untuk menembak, tetapi melakukan perhitungaan matematis yang tertera di layar komputer. Seorang anggota masukan tempur dari Amerika Serikat misalnya, mempunyai sederet alat komunikasi tinggi di dalam baju tempurnya, dan itu harus dioperasikan secara benar untuk mendapatkan presisi tinggi dalam pertempuran. Hanya, orang cerdas yang dapat mengoperasikan peralatan seperti ini. Pendidikan tentara memang keras, bahkan dilatih untuk dapat hidup di tempat yang paling ekstrem. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi pasukan tentara. Namun, tragedi terperangkapnya belasan anak-anak pemain bola Thailand di sebuah gua tahun 2018 lalu, dan berhasil diselamatkan, seharusnya menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia militer di seluruh dunia. Mereka anak-anak itu selamat karena ditemani oleh pelatih mereka yang kebetulan mampu melatih yoga, dan memberikan contoh  semangat mental tinggi untuk bertahan hidup tanpa makan di dalam gelap selama sepuluh hari. Tentara pasti  mempunyai keadaan ekstrem seperti ini. Diperlukan keterampilan pimpinan yang mempunyai kemampuan psikologis tinggi untuk memelihara semangat anak buahnya dalam kondisi paling ekstrem tersebut. Bagaimana dengan tentara Indonesia? Perkembangan politik dan sosial di Indonesia akhir-akhir ini cukup signifikan diperhatikan oleh TNI. Reformasi yang terjadi tahun 1998, kiranya tidak mampu memberikan stabilitas sosial secara internal. Justru hal inilah yang mengkhawatirkan bagi Indonesia karena dapat saja menjadi ancaman negara secara eksternal. Artinya, mengetahui situasi Indonesia lemah di dalam, pihak-pihak luar memanfaatkan situasi ini untuk menggerogoti  kedaulatan Indonesia. Ada yang menduga berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua digerakkan dari luar. Meski ini baru dugaan, tidak salah juga disikapi. Karena itulah sebuah unjuk politis, seperti misalnya melakukan latihan militer besar-besaran juga sebaiknya dilakukan. Demikian juga dengan parade perlengkapan militer. Tanggal 5 Oktober ini merupakan saat yang baik untuk memperlihatkan kemampuan militer Indonesia. Secara intelektual, tanggal 5 Oktober ini juga merupakan momen yang baik untuk mengumumkan kepada masyarakat tentang perekrutan dan beasiswa dari kalangan militer untuk siswa-siswa cerdas di Indonesia. Peran militer di seluruh dunia sekarang sudah mulai multifungsi. Dia tidak harus menghadapi musuh dari luar saja, tetapi juga dapat mengintip sumber stabilitas di dalam negeri. Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana
Markdown
- [News](https://www.balipost.com/news) - [Bali](https://www.balipost.com/bali) - [Badung](https://www.balipost.com/bali/badung) - [Bangli](https://www.balipost.com/bali/bangli) - [Buleleng](https://www.balipost.com/bali/buleleng) - [Denpasar](https://www.balipost.com/bali/denpasar) - [Gianyar](https://www.balipost.com/bali/gianyar) - [Jembrana](https://www.balipost.com/bali/jembrana) - [Karangasem](https://www.balipost.com/bali/karangasem) - [Klungkung](https://www.balipost.com/bali/klungkung) - [Tabanan](https://www.balipost.com/bali/tabanan) - [Peristiwa](https://www.balipost.com/peristiwa) - [Internasional](https://www.balipost.com/peristiwa/internasional) - [Nasional](https://www.balipost.com/peristiwa/nasional) - [Politik](https://www.balipost.com/politik) - [Hukum](https://www.balipost.com/hukum) - [Sosbud](https://www.balipost.com/sosbud) - [Budaya](https://www.balipost.com/sosbud/budaya) - [Sosial](https://www.balipost.com/sosbud/sosial) - [Spiritual](https://www.balipost.com/sosbud/spiritual) - [Ekonomi](https://www.balipost.com/ekonomi) - [Makro](https://www.balipost.com/ekonomi/makro) - [Mikro](https://www.balipost.com/ekonomi/mikro) - [Pertanian](https://www.balipost.com/ekonomi/pertanian) - [Pendidikan](https://www.balipost.com/pendidikan) - [Profil](https://www.balipost.com/pendidikan/profil) - [Pariwisata](https://www.balipost.com/pariwisata) - [Bali Wonderful Indonesia](https://www.balipost.com/pariwisata/bali-wonderful-indonesia) - [Gaya](https://www.balipost.com/gaya) - [Fashion](https://www.balipost.com/gaya/fashion) - [Hiburan](https://www.balipost.com/gaya/hiburan) - [Kesehatan](https://www.balipost.com/gaya/kesehatan) - [Kuliner](https://www.balipost.com/gaya/kuliner) - [Olahraga](https://www.balipost.com/gaya/olahraga) - [Teknologi](https://www.balipost.com/gaya/teknologi) - [Multimedia](https://www.balipost.com/multimedia) - [Photo](https://www.balipost.com/2781-2) - [Video](https://www.balipost.com/multimedia/video) - [Animasi](https://www.balipost.com/multimedia/animasi) - [Infografis](https://www.balipost.com/multimedia/infografis) - [Live](https://www.balipost.com/live) - [Radio SWIB 106.8 FM](https://www.balipost.com/radio-swib-106.8-fm) - [Radio Genta Bali FM 96.1](https://www.balipost.com/radio-genta-bali-fm-96.1) - [Radio Singaraja FM 92.0](https://www.balipost.com/radio-singaraja-fm-92.0) - [Radio Global FM 96.5](https://www.balipost.com/radio-global-fm-96.5) - [Opini](https://www.balipost.com/opini) 27\.8 C Denpasar, Bali Selasa, 21 April 2026 - [e-Paper](https://epaper.balipost.com/) - [Iklan](https://www.balipost.com/iklan-gambar) - [Kalender](https://www.balipost.com/kalender) - [Pojok](https://www.balipost.com/pojok) - [Surat Pembaca](https://www.balipost.com/surat-pembaca) - [English](https://www.balipost.com/english) [![BALIPOST.com](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/logo-272x90.png) BALIPOST.com](https://www.balipost.com/) [![BALIPOST.com](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/logo-m-140x48.png)](https://www.balipost.com/) [![BALIPOST.com](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/logo-272x90.png)](https://www.balipost.com/) - [News](https://www.balipost.com/news) - [Bali](https://www.balipost.com/bali) - [Badung](https://www.balipost.com/bali/badung) - [Bangli](https://www.balipost.com/bali/bangli) - [Buleleng](https://www.balipost.com/bali/buleleng) - [Denpasar](https://www.balipost.com/bali/denpasar) - [Gianyar](https://www.balipost.com/bali/gianyar) - [Jembrana](https://www.balipost.com/bali/jembrana) - [Karangasem](https://www.balipost.com/bali/karangasem) - [Klungkung](https://www.balipost.com/bali/klungkung) - [Tabanan](https://www.balipost.com/bali/tabanan) - [Peristiwa](https://www.balipost.com/peristiwa) - [Internasional](https://www.balipost.com/peristiwa/internasional) - [Nasional](https://www.balipost.com/peristiwa/nasional) - [Politik](https://www.balipost.com/politik) - [Hukum](https://www.balipost.com/hukum) - [Sosbud](https://www.balipost.com/sosbud) - [Budaya](https://www.balipost.com/sosbud/budaya) - [Sosial](https://www.balipost.com/sosbud/sosial) - [Spiritual](https://www.balipost.com/sosbud/spiritual) - [Ekonomi](https://www.balipost.com/ekonomi) - [Makro](https://www.balipost.com/ekonomi/makro) - [Mikro](https://www.balipost.com/ekonomi/mikro) - [Pertanian](https://www.balipost.com/ekonomi/pertanian) - [Pendidikan](https://www.balipost.com/pendidikan) - [Profil](https://www.balipost.com/pendidikan/profil) - [Pariwisata](https://www.balipost.com/pariwisata) - [Bali Wonderful Indonesia](https://www.balipost.com/pariwisata/bali-wonderful-indonesia) - [Gaya](https://www.balipost.com/gaya) - [Fashion](https://www.balipost.com/gaya/fashion) - [Hiburan](https://www.balipost.com/gaya/hiburan) - [Kesehatan](https://www.balipost.com/gaya/kesehatan) - [Kuliner](https://www.balipost.com/gaya/kuliner) - [Olahraga](https://www.balipost.com/gaya/olahraga) - [Teknologi](https://www.balipost.com/gaya/teknologi) - [Multimedia](https://www.balipost.com/multimedia) - [Photo](https://www.balipost.com/2781-2) - [Video](https://www.balipost.com/multimedia/video) - [Animasi](https://www.balipost.com/multimedia/animasi) - [Infografis](https://www.balipost.com/multimedia/infografis) - [Live](https://www.balipost.com/live) - [Radio SWIB 106.8 FM](https://www.balipost.com/radio-swib-106.8-fm) - [Radio Genta Bali FM 96.1](https://www.balipost.com/radio-genta-bali-fm-96.1) - [Radio Singaraja FM 92.0](https://www.balipost.com/radio-singaraja-fm-92.0) - [Radio Global FM 96.5](https://www.balipost.com/radio-global-fm-96.5) - [Opini](https://www.balipost.com/opini) ![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2022/08/hypernrt-728x90.png) [Opini](https://www.balipost.com/opini) \> **Strategi Mempertahankan Kedaulatan Negara** - [Opini](https://www.balipost.com/opini) # Strategi Mempertahankan Kedaulatan Negara Selasa, 8 Oktober 2019 \| 08:41:20 ![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2018/07/balipostcom_membangun-peradaban-pancasila_01-696x464.jpg) Ilustrasi. (BP/dok) **Oleh GPB Suka Arjawa** ## Tentara Nasional Indonesia, telah berusia 74 tahun pada tanggal 5 Oktober 2019 ini. Sebagai sebuah lembaga militer, usia ini merupakan bagian dari kematangan yang telah dibangun puluhan tahun. Pengalaman dan berbagai warisan pelajaran dan perjuangan pasti telah dikembangkan oleh para barisan pasukan Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentara Indonesia juga pasti menyimak dan mempelajari berbagaai pengalaman tempur yang dilakukan oleh negara-negara lain. Namun, tantangan yang dihadapi pasukan tempur suatu negara pada zaman sekarang tidaklah mudah. Kemajuan teknologi, termasuk juga teknologi cyber akan menjadi tantangan tersendiri untuk membela tanah air. Tidak ketinggalan halnya dengan Indonesia. Strategi yang harus dikuasai oleh tentara sekarang tidak hanya strategi tempur tetapi juga strategi lain. Mungkin juga strategi politik. Yang pertama harus dilihat adalah strategi politik. Pada masa silam, mencampuradukkan politik dengan pekerjaan ketentaraan, merupakan hal yang coba dihindari. Ini disebabkan karena pasukan tempur mempunyai jiwa yang berbeda dengan politik. Secara sederhana, tentara ingin langsung bertempur, tidak sabar untuk menghadang lawan dan ingin menghabisi lawan sebelum sampai di tanah negaranya sendiri. Sedangkan politik, justru ingin menghindari itu. Ada strategi wacana dan permainan yang harus dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah, dan kemungkinan lebih kecil kerugian ekonomis (perlengkapan militer dinilai mahal). Inilah yang membuat sering terjadi perbedaan pendapat antara kalangan militer dengan politik. Di negara-negara yang kerap terjadi kudeta militer, bisa jadi disebabkan oleh kasus seperti ini. [Baca juga: Menimbang Tipe Pemimpin 2024](https://www.balipost.com/news/2022/04/23/264151/Menimbang-Tipe-Pemimpin-2024.html) Namun pada zaman sekarang, militer juga telah mampu bermain politik dengan cara-cara militer. Artinya, berpatokan dari sarana militer juga, negara (yang mungkin didesak oleh militer) melakukan strategi gertakan untuk menghadapi ancaman lawan. Pilihan untuk membeli dan mengumumkan perlengkapan militer yang dimiliki oleh negara, merupakan salah satu strategi tersebut. Tujuannya adalah memberikan peringatan kepada negara pesaing agar tidak main-main dengan negara tersebut. Mungkin saja negara pesaing akan memberi peralatan militer, namun ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu menguras anggaran belanja dari negara lawan. Dasawarsa kedua dari milenium ke-21 ini, justru melihat strategi politik militer yang sangat jelas dilakukan oleh dua negara, yaitu Korea Utara dan China. Tanpa tedeng aling-aling, Korea Utara melakukan percobaan peluncuran peluru kendalinya mendekati wilayah Jepang dan melakukan latihan dengan menembakkan pelurunya itu ke sebuah pulau kosong. Ini merupakan strategi politik untuk memberikan rasa waswas dan takut kepada Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang menjadi musuh negara tersebut. Strategi ini berhasil karena Amerika Serikat bersedia bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Pada pihak lain, di tengah situasi selalu dipojokkan oleh Amerika Serikat akibat perkembangan teknologi tingginya, China justru memamerkan kekuatan militer di Lapangan Tianannmen. Tidak lain, ini ditujukan kepada negara mana pun yang berani bermacam-macam kepada perkembangan ekonomi dan teknologi China. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah pendidikan dan profesionalitas lain dari seorang tentara. Profesionalitas lain dari tentara yang dimaksudkan adalah keahliannya yang lain di luar bertempur. Tentara, dari satu sisi adalah pasukan yang profesional. Dalam arti ahli dalam menggunakan sarana militer demi membela negara. [Baca juga: Cegah Terorisme, Maksimalkan Peran BNPT](https://www.balipost.com/news/2018/05/16/45638/Cegah-Terorisme,Maksimalkan-Peran-BNPT.html) Sarana militer itu juga, dapat dispesifikasi, misalnya senapan, altileri, pengemudi tank, radar, dan lain sebagainya. Tetapi, perkembangan saat ini yang harus dilihat adalah keahliannya yang lain, seperti memainkan teknologi tinggi, bahkan ahli berpidato. Karena itu, perekrutan seorang calon anggota militer tidak boleh sembarangan. Dia harus cerdas, dan kalau bisa mempunyai keterampilaan lain di luar kemiliterannya itu. Kecerdasan diperlukan karena perkembangan dunia militer sekarang (sarana tempurnya), semakin canggih. Mereka tidak hanya menggunakan intuisi untuk menembak, tetapi melakukan perhitungaan matematis yang tertera di layar komputer. Seorang anggota masukan tempur dari Amerika Serikat misalnya, mempunyai sederet alat komunikasi tinggi di dalam baju tempurnya, dan itu harus dioperasikan secara benar untuk mendapatkan presisi tinggi dalam pertempuran. Hanya, orang cerdas yang dapat mengoperasikan peralatan seperti ini. Pendidikan tentara memang keras, bahkan dilatih untuk dapat hidup di tempat yang paling ekstrem. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi pasukan tentara. Namun, tragedi terperangkapnya belasan anak-anak pemain bola Thailand di sebuah gua tahun 2018 lalu, dan berhasil diselamatkan, seharusnya menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia militer di seluruh dunia. Mereka anak-anak itu selamat karena ditemani oleh pelatih mereka yang kebetulan mampu melatih yoga, dan memberikan contoh semangat mental tinggi untuk bertahan hidup tanpa makan di dalam gelap selama sepuluh hari. Tentara pasti mempunyai keadaan ekstrem seperti ini. Diperlukan keterampilan pimpinan yang mempunyai kemampuan psikologis tinggi untuk memelihara semangat anak buahnya dalam kondisi paling ekstrem tersebut. [Baca juga: Dekarbonisasi Kawasan Urban](https://www.balipost.com/news/2022/06/10/273186/Dekarbonisasi-Kawasan-Urban.html) Bagaimana dengan tentara Indonesia? Perkembangan politik dan sosial di Indonesia akhir-akhir ini cukup signifikan diperhatikan oleh TNI. Reformasi yang terjadi tahun 1998, kiranya tidak mampu memberikan stabilitas sosial secara internal. Justru hal inilah yang mengkhawatirkan bagi Indonesia karena dapat saja menjadi ancaman negara secara eksternal. Artinya, mengetahui situasi Indonesia lemah di dalam, pihak-pihak luar memanfaatkan situasi ini untuk menggerogoti kedaulatan Indonesia. Ada yang menduga berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua digerakkan dari luar. Meski ini baru dugaan, tidak salah juga disikapi. Karena itulah sebuah unjuk politis, seperti misalnya melakukan latihan militer besar-besaran juga sebaiknya dilakukan. Demikian juga dengan parade perlengkapan militer. Tanggal 5 Oktober ini merupakan saat yang baik untuk memperlihatkan kemampuan militer Indonesia. Secara intelektual, tanggal 5 Oktober ini juga merupakan momen yang baik untuk mengumumkan kepada masyarakat tentang perekrutan dan beasiswa dari kalangan militer untuk siswa-siswa cerdas di Indonesia. Peran militer di seluruh dunia sekarang sudah mulai multifungsi. Dia tidak harus menghadapi musuh dari luar saja, tetapi juga dapat mengintip sumber stabilitas di dalam negeri. **Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana** BAGIKAN [Facebook](https://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F10%2F08%2F89341%2FStrategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html) [Twitter](https://twitter.com/intent/tweet?text=Strategi+Mempertahankan+Kedaulatan+Negara&url=https%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F10%2F08%2F89341%2FStrategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html&via=balipostcom) - [tweet](https://twitter.com/share) [Ewik Mendala](https://www.balipost.com/news/author/ewikmendala) #### [BERITA TERKAIT](https://www.balipost.com/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html)[DARI PENULIS](https://www.balipost.com/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html) [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/03/balipostcom_gugur-di-lebanon-pemerintah-beri-penghormatan-tertinggi-untuk-praka-farizal-rhomadhon_01-218x150.jpeg)](https://www.balipost.com/news/2026/03/30/538911/Gugur-di-Lebanon,Pemerintah-Beri...html "Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi untuk Praka Farizal Rhomadhon") [Internasional](https://www.balipost.com/peristiwa/internasional) ### [Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi untuk Praka Farizal Rhomadhon](https://www.balipost.com/news/2026/03/30/538911/Gugur-di-Lebanon,Pemerintah-Beri...html "Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi untuk Praka Farizal Rhomadhon") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/03/balipostcom_jalan-asa-dari-prajurit-ketika-tni-buka-akses-dan-harapan-di-desa-penyaringan_01-218x150.jpg)](https://www.balipost.com/news/2026/03/15/535529/Jalan-Asa-dari-Prajurit-Ketika...html "Jalan Asa dari Prajurit: Ketika TNI Buka Akses dan Harapan di Desa Penyaringan") [Jembrana](https://www.balipost.com/bali/jembrana) ### [Jalan Asa dari Prajurit: Ketika TNI Buka Akses dan Harapan di Desa Penyaringan](https://www.balipost.com/news/2026/03/15/535529/Jalan-Asa-dari-Prajurit-Ketika...html "Jalan Asa dari Prajurit: Ketika TNI Buka Akses dan Harapan di Desa Penyaringan") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/03/balipostcom_tni-siagakan-pasukan-pecalang-jadi-garda-depan-pengamanan-nyepi-dan-idul-fitri_01-218x150.jpg)](https://www.balipost.com/news/2026/03/07/533477/TNI-Siagakan-Pasukan,Pecalang-Jadi...html "TNI Siagakan Pasukan, Pecalang Jadi Garda Depan Pengamanan Nyepi dan Idulfitri") [Bali](https://www.balipost.com/bali) ### [TNI Siagakan Pasukan, Pecalang Jadi Garda Depan Pengamanan Nyepi dan Idulfitri](https://www.balipost.com/news/2026/03/07/533477/TNI-Siagakan-Pasukan,Pecalang-Jadi...html "TNI Siagakan Pasukan, Pecalang Jadi Garda Depan Pengamanan Nyepi dan Idulfitri") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/02/balipostcom_trump-apresiasi-rencana-pengiriman-tni-ke-gaza-puji-presiden-prabowo_01-218x150.jpg)](https://www.balipost.com/news/2026/02/20/529388/Trump-Apresiasi-Rencana-Pengiriman-TNI...html "Trump Apresiasi Rencana Pengiriman TNI ke Gaza, Puji Presiden Prabowo") [Internasional](https://www.balipost.com/peristiwa/internasional) ### [Trump Apresiasi Rencana Pengiriman TNI ke Gaza, Puji Presiden Prabowo](https://www.balipost.com/news/2026/02/20/529388/Trump-Apresiasi-Rencana-Pengiriman-TNI...html "Trump Apresiasi Rencana Pengiriman TNI ke Gaza, Puji Presiden Prabowo") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/02/balipostcom_warga-bersama-tni-polri-bergotong-royong-perbaiki-bendungan-tukad-sangsang_01-218x150.jpeg)](https://www.balipost.com/news/2026/02/05/525765/Warga-Bersama-TNI-Polri-Bergotong-Royong...html "Warga Bersama TNI-Polri Bergotong Royong Perbaiki Bendungan Tukad Sangsang") [Bali](https://www.balipost.com/bali) ### [Warga Bersama TNI-Polri Bergotong Royong Perbaiki Bendungan Tukad Sangsang](https://www.balipost.com/news/2026/02/05/525765/Warga-Bersama-TNI-Polri-Bergotong-Royong...html "Warga Bersama TNI-Polri Bergotong Royong Perbaiki Bendungan Tukad Sangsang") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/02/balipostcom_presiden-prabowo-soroti-bali-kotor-ribuan-personel-tni-polri-bersihkan-pantai-kuta-dari-sampah_01-218x150.jpg)](https://www.balipost.com/news/2026/02/03/525122/Presiden-Prabowo-Soroti-Bali-Kotor,...html "Presiden Prabowo Soroti Bali Kotor, Ribuan Personel TNI-Polri Bersihkan Pantai Kuta dari Sampah") [Badung](https://www.balipost.com/bali/badung) ### [Presiden Prabowo Soroti Bali Kotor, Ribuan Personel TNI-Polri Bersihkan Pantai Kuta dari Sampah](https://www.balipost.com/news/2026/02/03/525122/Presiden-Prabowo-Soroti-Bali-Kotor,...html "Presiden Prabowo Soroti Bali Kotor, Ribuan Personel TNI-Polri Bersihkan Pantai Kuta dari Sampah") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2026/01/balipostcom_anggota-tni-tangkap-penjual-senpi-ilegal-di-padangsambian_01-218x150.jpg)](https://www.balipost.com/news/2026/01/24/522607/Anggota-TNI-Tangkap-Penjual-Senpi...html "Anggota TNI Tangkap Penjual Senpi Ilegal di Padangsambian") [Bali](https://www.balipost.com/bali) ### [Anggota TNI Tangkap Penjual Senpi Ilegal di Padangsambian](https://www.balipost.com/news/2026/01/24/522607/Anggota-TNI-Tangkap-Penjual-Senpi...html "Anggota TNI Tangkap Penjual Senpi Ilegal di Padangsambian") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2025/12/balipostcom_dinyatakan-bersalah-dalam-kasus-penganiayaan-satu-oknum-tni-divonis-dipecat_01-218x150.jpeg)](https://www.balipost.com/news/2025/12/16/513562/Dinyatakan-Bersalah-dalam-Kasus-Penganiayaan,...html "Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Satu Oknum TNI Divonis Dipecat") [Bali](https://www.balipost.com/bali) ### [Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Satu Oknum TNI Divonis Dipecat](https://www.balipost.com/news/2025/12/16/513562/Dinyatakan-Bersalah-dalam-Kasus-Penganiayaan,...html "Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Satu Oknum TNI Divonis Dipecat") [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2025/12/balipostcom_pasar-umum-negara-belum-optimal-untuk-pedagang_01-218x150.jpeg)](https://www.balipost.com/news/2025/12/07/511196/Pasar-Umum-Negara-Belum-Optimal...html "Pasar Umum Negara Belum Optimal untuk Pedagang") [Bali](https://www.balipost.com/bali) ### [Pasar Umum Negara Belum Optimal untuk Pedagang](https://www.balipost.com/news/2025/12/07/511196/Pasar-Umum-Negara-Belum-Optimal...html "Pasar Umum Negara Belum Optimal untuk Pedagang") ### TINGGALKAN BALASAN [Batal balasan](https://www.balipost.com/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html#respond) [Login untuk meninggalkan komentar](https://www.balipost.com/administrator?redirect_to=https%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F10%2F08%2F89341%2FStrategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html) #### RADIO STREAMING [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/balipostcom_beranda_07.jpg)](https://www.balipost.com/radio-genta-bali-fm-96.1) [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/balipostcom_beranda_10.jpg)](https://www.balipost.com/radio-swib-106.8-fm) [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/balipostcom_beranda_08.jpg)](https://www.balipost.com/radio-global-fm-96.5) [![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/balipostcom_beranda_09.jpg)](https://www.balipost.com/radio-singaraja-fm-92.0) #### Ikuti Kami 173,303Fans[Suka](https://www.facebook.com/balipost) 21,009Pengikut[Mengikuti](http://instagram.com/balipost_com) 6,115Pengikut[Mengikuti](https://twitter.com/balipostcom) 4,560Pelanggan[Berlangganan](http://www.youtube.com/channel/UCUKs-u3OChJ5Dd57brARhYQ) #### Cuaca Denpasar light rain 27\.8 ° C 27\.8 ° 27\.8 ° 83% 2\.1kmh 40% Rab 29 ° Kam 28 ° Jum 29 ° Sab 29 ° Ming 29 ° #### Iklan Baris - [CLAS-00009-01-12-2019](https://www.balipost.com/iklan-baris) Ayo mulai pesan\! Beriklan baris cetak dan online segera akan tampil di portal balipost.com - [CLAS-00008-01-12-2019](https://www.balipost.com/iklan-baris) Ayo mulai pesan\! Beriklan baris cetak dan online segera akan tampil di portal balipost.com - [CLAS-00007-01-12-2019](https://www.balipost.com/iklan-baris) Ayo mulai pesan\! Beriklan baris cetak dan online segera akan tampil di portal balipost.com - [CLAS-00006-01-12-2019](https://www.balipost.com/iklan-baris) Ayo mulai pesan\! Beriklan baris cetak dan online segera akan tampil di portal balipost.com - [CLAS-00005-01-12-2019](https://www.balipost.com/iklan-baris) Ayo mulai pesan\! Beriklan baris cetak dan online segera akan tampil di portal balipost.com [![BALIPOST.com](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2017/02/logo-272x90.png)](https://www.balipost.com/) Tentang Kami Bali Post Portal Media adalah portal berita pertama dengan konten hiburan, fashion, musik, video dan audio news yang terkini dan terupdate. IKUTI KAMI - [Media Siber](https://www.balipost.com/pedoman-pemberitaan-media-siber) - [Media Partner](https://www.balipost.com/media-partner) - [Privacy Policy](https://www.balipost.com/privacy-policy) - [Copyright](https://www.balipost.com/copyright) - [Disclaimer](https://www.balipost.com/disclaimer) - [Tentang Kami](https://www.balipost.com/tentang-kami) © BALIPOST.com ## Silahkan Enable JavaScript Pada Browser Anda\! [![x](https://www.balipost.com/wp-content/plugins/floating-ads-bottom/images/close.png)](https://www.balipost.com/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html)
Readable Markdown
![](https://www.balipost.com/wp-content/uploads/2018/07/balipostcom_membangun-peradaban-pancasila_01-696x464.jpg) Ilustrasi. (BP/dok) **Oleh GPB Suka Arjawa** ## Tentara Nasional Indonesia, telah berusia 74 tahun pada tanggal 5 Oktober 2019 ini. Sebagai sebuah lembaga militer, usia ini merupakan bagian dari kematangan yang telah dibangun puluhan tahun. Pengalaman dan berbagai warisan pelajaran dan perjuangan pasti telah dikembangkan oleh para barisan pasukan Indonesia untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentara Indonesia juga pasti menyimak dan mempelajari berbagaai pengalaman tempur yang dilakukan oleh negara-negara lain. Namun, tantangan yang dihadapi pasukan tempur suatu negara pada zaman sekarang tidaklah mudah. Kemajuan teknologi, termasuk juga teknologi cyber akan menjadi tantangan tersendiri untuk membela tanah air. Tidak ketinggalan halnya dengan Indonesia. Strategi yang harus dikuasai oleh tentara sekarang tidak hanya strategi tempur tetapi juga strategi lain. Mungkin juga strategi politik. Yang pertama harus dilihat adalah strategi politik. Pada masa silam, mencampuradukkan politik dengan pekerjaan ketentaraan, merupakan hal yang coba dihindari. Ini disebabkan karena pasukan tempur mempunyai jiwa yang berbeda dengan politik. Secara sederhana, tentara ingin langsung bertempur, tidak sabar untuk menghadang lawan dan ingin menghabisi lawan sebelum sampai di tanah negaranya sendiri. Sedangkan politik, justru ingin menghindari itu. Ada strategi wacana dan permainan yang harus dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah, dan kemungkinan lebih kecil kerugian ekonomis (perlengkapan militer dinilai mahal). Inilah yang membuat sering terjadi perbedaan pendapat antara kalangan militer dengan politik. Di negara-negara yang kerap terjadi kudeta militer, bisa jadi disebabkan oleh kasus seperti ini. Namun pada zaman sekarang, militer juga telah mampu bermain politik dengan cara-cara militer. Artinya, berpatokan dari sarana militer juga, negara (yang mungkin didesak oleh militer) melakukan strategi gertakan untuk menghadapi ancaman lawan. Pilihan untuk membeli dan mengumumkan perlengkapan militer yang dimiliki oleh negara, merupakan salah satu strategi tersebut. Tujuannya adalah memberikan peringatan kepada negara pesaing agar tidak main-main dengan negara tersebut. Mungkin saja negara pesaing akan memberi peralatan militer, namun ini juga mempunyai tujuan lain, yaitu menguras anggaran belanja dari negara lawan. Dasawarsa kedua dari milenium ke-21 ini, justru melihat strategi politik militer yang sangat jelas dilakukan oleh dua negara, yaitu Korea Utara dan China. Tanpa tedeng aling-aling, Korea Utara melakukan percobaan peluncuran peluru kendalinya mendekati wilayah Jepang dan melakukan latihan dengan menembakkan pelurunya itu ke sebuah pulau kosong. Ini merupakan strategi politik untuk memberikan rasa waswas dan takut kepada Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat yang menjadi musuh negara tersebut. Strategi ini berhasil karena Amerika Serikat bersedia bertemu dengan pemimpin Korea Utara. Pada pihak lain, di tengah situasi selalu dipojokkan oleh Amerika Serikat akibat perkembangan teknologi tingginya, China justru memamerkan kekuatan militer di Lapangan Tianannmen. Tidak lain, ini ditujukan kepada negara mana pun yang berani bermacam-macam kepada perkembangan ekonomi dan teknologi China. Hal kedua yang harus diperhatikan adalah pendidikan dan profesionalitas lain dari seorang tentara. Profesionalitas lain dari tentara yang dimaksudkan adalah keahliannya yang lain di luar bertempur. Tentara, dari satu sisi adalah pasukan yang profesional. Dalam arti ahli dalam menggunakan sarana militer demi membela negara. Sarana militer itu juga, dapat dispesifikasi, misalnya senapan, altileri, pengemudi tank, radar, dan lain sebagainya. Tetapi, perkembangan saat ini yang harus dilihat adalah keahliannya yang lain, seperti memainkan teknologi tinggi, bahkan ahli berpidato. Karena itu, perekrutan seorang calon anggota militer tidak boleh sembarangan. Dia harus cerdas, dan kalau bisa mempunyai keterampilaan lain di luar kemiliterannya itu. Kecerdasan diperlukan karena perkembangan dunia militer sekarang (sarana tempurnya), semakin canggih. Mereka tidak hanya menggunakan intuisi untuk menembak, tetapi melakukan perhitungaan matematis yang tertera di layar komputer. Seorang anggota masukan tempur dari Amerika Serikat misalnya, mempunyai sederet alat komunikasi tinggi di dalam baju tempurnya, dan itu harus dioperasikan secara benar untuk mendapatkan presisi tinggi dalam pertempuran. Hanya, orang cerdas yang dapat mengoperasikan peralatan seperti ini. Pendidikan tentara memang keras, bahkan dilatih untuk dapat hidup di tempat yang paling ekstrem. Ini sudah menjadi kebiasaan bagi pasukan tentara. Namun, tragedi terperangkapnya belasan anak-anak pemain bola Thailand di sebuah gua tahun 2018 lalu, dan berhasil diselamatkan, seharusnya menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia militer di seluruh dunia. Mereka anak-anak itu selamat karena ditemani oleh pelatih mereka yang kebetulan mampu melatih yoga, dan memberikan contoh semangat mental tinggi untuk bertahan hidup tanpa makan di dalam gelap selama sepuluh hari. Tentara pasti mempunyai keadaan ekstrem seperti ini. Diperlukan keterampilan pimpinan yang mempunyai kemampuan psikologis tinggi untuk memelihara semangat anak buahnya dalam kondisi paling ekstrem tersebut. Bagaimana dengan tentara Indonesia? Perkembangan politik dan sosial di Indonesia akhir-akhir ini cukup signifikan diperhatikan oleh TNI. Reformasi yang terjadi tahun 1998, kiranya tidak mampu memberikan stabilitas sosial secara internal. Justru hal inilah yang mengkhawatirkan bagi Indonesia karena dapat saja menjadi ancaman negara secara eksternal. Artinya, mengetahui situasi Indonesia lemah di dalam, pihak-pihak luar memanfaatkan situasi ini untuk menggerogoti kedaulatan Indonesia. Ada yang menduga berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua digerakkan dari luar. Meski ini baru dugaan, tidak salah juga disikapi. Karena itulah sebuah unjuk politis, seperti misalnya melakukan latihan militer besar-besaran juga sebaiknya dilakukan. Demikian juga dengan parade perlengkapan militer. Tanggal 5 Oktober ini merupakan saat yang baik untuk memperlihatkan kemampuan militer Indonesia. Secara intelektual, tanggal 5 Oktober ini juga merupakan momen yang baik untuk mengumumkan kepada masyarakat tentang perekrutan dan beasiswa dari kalangan militer untuk siswa-siswa cerdas di Indonesia. Peran militer di seluruh dunia sekarang sudah mulai multifungsi. Dia tidak harus menghadapi musuh dari luar saja, tetapi juga dapat mengintip sumber stabilitas di dalam negeri. **Penulis adalah staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana**
Shard12 (laksa)
Root Hash12767101071397806212
Unparsed URLcom,balipost!www,/news/2019/10/08/89341/Strategi-Mempertahankan-Kedaulatan-Negara.html s443