ℹ️ Skipped - page is already crawled
| Filter | Status | Condition | Details |
|---|---|---|---|
| HTTP status | PASS | download_http_code = 200 | HTTP 200 |
| Age cutoff | PASS | download_stamp > now() - 6 MONTH | 0 months ago |
| History drop | PASS | isNull(history_drop_reason) | No drop reason |
| Spam/ban | PASS | fh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0 | ml_spam_score=0 |
| Canonical | PASS | meta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsed | Not set |
| Property | Value |
|---|---|
| URL | https://tirto.id/perang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1 |
| Last Crawled | 2026-04-26 12:08:33 (10 hours ago) |
| First Indexed | 2018-04-13 17:07:00 (8 years ago) |
| HTTP Status Code | 200 |
| Content | |
| Meta Title | Perang Saudara Berakhir, Darah Abraham Lincoln Mengalir |
| Meta Description | Letus kepala. Sang presiden di ujung nasib celaka. |
| Meta Canonical | null |
| Boilerpipe Text | tirto.id
- Perseteruan antara kubu Selatan (Konfederasi) dan kubu Utara (Union) dalam Perang Saudara Amerika Serikat baru saja berakhir. Pasukan Konfederasi yang dipimpin Robert E. Lee menyerah di Gedung Pengadilan Appomatox, Virginia, pada 9 April 1865.
Perang Saudara yang berlangsung selama empat tahun tersebut memakan banyak korban di kedua pihak. Lima hari setelah Konfederasi menyerah, kebengisan perang yang melahirkan dendam rupanya masih meminta tumbal.
Malam itu, beserta istri dan beberapa kolega,
Abraham Lincoln
tengah menyaksikan pertunjukan teater di Ford’s Theatre, Washington. Jenderal Ulysses Grant, mantan pemimpin pasukan Union dalam Perang Saudara dikabarkan akan hadir juga di acara tersebut. Namun ia terlambat datang.
Ruangan disesaki penonton yang antusias. Dalam jeda pertunjukan, terdengar letusan senapan. Itu hanya mengundang perhatian sesaat, tapi tak benar-benar menimbulkan tanggapan serius dari para penonton.
Tiba-tiba seorang pria melompat ke depan tempat Lincoln berada sembari mengacungkan sebilah belati panjang dan berseru, ”
Sic semper tyrannis!"
(begitulah nasib tiran!). Ia lalu melompat ke panggung dan melarikan diri menggunakan kuda.
Hadirin terkesima. Sementara Lincoln telah terkulai. Darah mengucur dari kepalanya yang retak dihajar peluru. Istri Lincoln berteriak histeris melihat suaminya terkapar. Setelah sadar bahwa telah terjadi pembunuhan, hadirin bergegas menuju panggung dan berusaha mengejar pelaku. Sebagian berteriak, “Gantung dia! Gantung dia!”
Aktor Teater Pendukung Konfederasi
John Wilkes Booth, pria yang menembak Lincoln, dilahirkan di Maryland pada 1838. Selama Perang Saudara berkobar, ia tinggal di utara, tapi mendukung kubu Konfederasi yang berada di selatan.
Ia adalah seorang aktor. Pada 1860, lima tahun sebelum ia menembak Lincoln, John Wilkes Booth penah menulis sebuah naskah 21 halaman yang menunjukkan kefanatikan dan simpatinya terhadap kubu Selatan.
Naskah itu ia tulis di Philadelphia dan dimaksudkan sebagai pidato. Namun sampai Lincoln ditembak, naskah tersebut tidak pernah sampai ke publik, baik dalam bentuk pidato maupun terbitan. Baru tahun 1990-an naskah itu ditemukan di salah satu arsip pemain teater di 16 Gramercy Park South, Manhattan.
Rumah tersebut adalah bekas kediaman Edwin Booth, kakak John Wilkes Booth, seotang aktor terkenal di masanya.
“Seandainya sentimen-sentimen ini diketahui oleh para pejabat yang bertanggung jawab menjaga Presiden, mungkin Booth tidak akan memiliki akses yang mudah untuk hadir di teater Washington pada 14 April 1865,” tulis
Herbert Mitgang
.
Menanggapi naskah tersebut, David Herbert Donald—sejarawan Harvard yang menulis biografi Lincoln—menyebut naskah itu adalah dokumen menarik yang mengungkap pandangan-pandangan John Wilkes Booth tentang krisis pemisahan diri dan keadaan pikirannya yang kacau balau. Juga menggambarkan jalan pikirannya yang tidak koheren dalam masa gejolak emosional yang hebat.
Robert Giroux, editor penerbit
Farrar Straus Giroux
, menemukan naskah itu saat ia menyisir dokumen pemain teater. Ia duduk di belakang meja Edwin Booth dalam sebuah penelitian di sekitar Gramercy Park.
“Saya sedikit terkejut ketika menyadari bahwa inisial JWB adalah singkatan dari John Wilkes Booth,” ungkapnya.
Naskah tersebut ditulis dengan tinta hitam tebal, dengan tulisan tangan yang sedikit kacau, kata-kata yang rentan disalahartikan, salah ejaan, dan tata bahasa yang rancu. John Wilkes Booth menulisnya di rumah saudara perempuannya, Asia Booth Clarke, di Philadelphia, saat ia dan ibunya menghabiskan liburan Natal.
Herbert Mitgang menambahkan, dalam naskah yang bertele-tele, penembak Lincoln tersebut menyebut dirinya sebagai “seorang pria Utara” yang hendak “bertarung dengan segenap hati dan jiwa—bahkan jika tidak ada seorang pun yang mendukungnya”—untuk persamaan hak dan keadilan bagi Selatan dan Utara.
Naskah yang mengungkap pikiran-pikiran John Wilkes Booth itu tersimpan dan tak terungkap selama seabad lebih. Ia masuk ke Ford’s Theatre di malam jahanam itu, dan penembakan pun terjadi.
Dua Kali Percobaan Pembunuhan
Usaha untuk mencelakan Lincoln sebetulnya sempat direncanakan lebih awal sebelum kejadian di Ford’s Theatre. Pada 20 Maret 1865, John Wilkes Booth serta beberapa rekannya berencana untuk menculik Lincoln dan membawanya ke Richmond, ibukota Konfederasi. Namun rencana tersebut gagal.
Percobaan kedua akhirnya berhasil. Pada 14 April 1865, tepat hari ini
153 tahun lalu
, setelah menyelinap, ia mengarahkan moncong senapan ke arah kepala Lincoln dan Presiden AS ke-16 itu terkapar.
Dalam situasi panik, Lincoln dibawa ke sebuah
rumah pribadi
milik William A. Petersen, seorang penjahit keturunan Jerman, yang berada di seberang Ford’s Theatre. Para ahli bedah dikerahkan untuk memeriksa kondisinya. Pasukan militer berjaga di sekitar rumah yang dipakai untuk mengevakuasi Lincoln.
Baca juga:
Kennedy Tak Sempat Menjalankan Siasat Politiknya kepada Indonesia
Kebesaran John F. Kennedy: Fakta atau Citra?
Sementara massa berkerumun di sekitar rumah tersebut. Meski telah disampaikan bahwa luka yang diderita Lincoln sangat serius dan mematikan, tapi mereka tetap ingin mengetahui kondisi terkini dan berharap sang presiden dapat diselamatkan.
Setelah situasi di Ford’s Theatre cukup kondusif, petugas melakukan pemeriksaan di tempat Lincoln ditembak. Petugas menemukan ceceran darah di kursi, partisi, dan lantai. Sebuah pistol saku berlaras tunggal tergeletak di lantai.
Lincoln meninggal keesokan harinya pada 15 April dalam usia 56. Rumah tempat ia meninggal dijadikan museum sejak 1930-an.
tirto.id
- Humaniora
Reporter: Irfan Teguh Pribadi
Penulis: Irfan Teguh Pribadi
Editor: Ivan Aulia Ahsan |
| Markdown | 
[Menuju konten utama](https://tirto.id/perang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1#main)
[Periksa Fakta](https://tirto.id/news/periksa-fakta)[News](https://tirto.id/news)[Diajeng](https://diajeng.id/)[Bisnis](https://tirto.id/bisnis-tirto)[Visual](https://tirto.id/visual-tirto)
[Masuk](https://beta.account.tirto.id/auth/login?next=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1)
[Periksa Fakta](https://tirto.id/news/periksa-fakta)[Kueri](https://tirto.id/kueri)[Inception](https://tirto.id/inception)[Latest News](https://tirto.id/q/latest-news-D5ie)[Indeks Artikel](https://tirto.id/indeks)[Rilis Pers](https://tirto.id/rilis-pers)[Pikir Dua Kali](https://tirto.id/pikir-dua-kali)
[News](https://tirto.id/news)
[Flash News](https://tirto.id/news/flash-news)[News Plus](https://tirto.id/news/news-plus)[Decode](https://tirto.id/news/decode)[Mozaik](https://tirto.id/news/mozaik)[Horizon](https://tirto.id/news/horizon)[Miroso](https://tirto.id/news/miroso)[Perspektif](https://tirto.id/news/perspektif)[Wawancara Khusus](https://tirto.id/news/wawancara)
[Bisnis](https://tirto.id/bisnis-tirto)
[Insider](https://tirto.id/bisnis-tirto/insider)[Side Job](https://tirto.id/bisnis-tirto/sidejob)[Gearbox](https://tirto.id/bisnis-tirto/gearbox)[Byte](https://tirto.id/bisnis-tirto/byte)[Edusains](https://tirto.id/bisnis-tirto/edusains)[GWS](https://tirto.id/bisnis-tirto/gws)[TirtoEco](https://tirto.id/bisnis-tirto/tirto-eco)
[Diajeng](https://diajeng.id/)
[Glow Guide](https://diajeng.id/glow-guide)[Relasi Rasa](https://diajeng.id/relasi-rasa)[Level Up](https://diajeng.id/level-up)[Caregiving](https://diajeng.id/caregiving)[Binar](https://diajeng.id/binar)[Money Matters](https://diajeng.id/money-matters)
[Visual](https://tirto.id/visual-tirto)
[Video](https://tirto.id/visual-tirto/video)[VidPro](https://tirto.id/visual-tirto/video-portrait)[Esai Foto](https://tirto.id/visual-tirto/foto)[Infografik](https://tirto.id/visual-tirto/infografik)[Tirto Weekly](https://tirto.id/weekly)
[Masuk tirto.id](https://beta.account.tirto.id/auth/google?next=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1)
Daftar keanggotaan tirto untuk mendapatkan fitur Mode gelap & Teks besar
Mode gelap
Teks besar
Dengan mendaftar keanggotaan tirto.id, Anda dianggap telah memahami dan menyepakati [Kebijakan Privasi](https://tirto.id/insider/kebijakan-privasi).
[Beranda](https://tirto.id/)
[News](https://tirto.id/q/news-nMe1)
14 April 1865
# Perang Saudara Berakhir, Darah Abraham Lincoln Mengalir
Letus kepala.
Sang presiden di ujung
nasib celaka.
[Irfan Teguh Pribadi](https://tirto.id/author/irfan-teguh-pribadi)
Terbit 13 Apr 2018 17:00 WIB
*Diperbarui 11 May 2018 10:54 WIB*
[](https://news.google.com/publications/CAAqIQgKIhtDQklTRGdnTWFnb0tDSFJwY25SdkxtbGtLQUFQAQ?hl=id&gl=ID&ceid=ID:id)
[Bagikan]()
[WhatsApp](whatsapp://send?text=Perang+Saudara+Berakhir%2C+Darah+Abraham+Lincoln+Mengalir++https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1%3Futm_medium%3DShare%26via=TirtoID%26utm_source%3DWhatsapp)
[X (Twitter)](https://twitter.com/intent/tweet?text=Perang+Saudara+Berakhir%2C+Darah+Abraham+Lincoln+Mengalir&url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1%3Futm_medium%3DShare%26via=TirtoID%26utm_source%3DTwitter)
[Facebook](https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1%3Futm_medium%3DShare%26via=TirtoID%26utm_source%3DFacebook&title=Perang+Saudara+Berakhir%2C+Darah+Abraham+Lincoln+Mengalir&description=Letus+kepala.+Sang+presiden+di+ujung+nasib+celaka.)
[LinkedIn](https://www.linkedin.com/shareArticle/?mini=true&url=https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1%3Futm_medium%3DShare%26via=TirtoID%26utm_source%3DLinkedin&title=Perang+Saudara+Berakhir%2C+Darah+Abraham+Lincoln+Mengalir&summary=Letus+kepala.+Sang+presiden+di+ujung+nasib+celaka.)
[Email](mailto:?subject=Perang+Saudara+Berakhir%2C+Darah+Abraham+Lincoln+Mengalir&body=Letus+kepala.+Sang+presiden+di+ujung+nasib+celaka.%0ABaca+Selengkapnya+di+https%3A%2F%2Ftirto.id%2Fperang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1%3Futm_medium%3DShare%26via=TirtoID%26utm_source%3D)
[](https://bit.ly/bantusumatra)

Ilustrasi Abraham Lincoln (1809-1865). tirto.id/sabit
[tirto.id](https://tirto.id/) - Perseteruan antara kubu Selatan (Konfederasi) dan kubu Utara (Union) dalam Perang Saudara Amerika Serikat baru saja berakhir. Pasukan Konfederasi yang dipimpin Robert E. Lee menyerah di Gedung Pengadilan Appomatox, Virginia, pada 9 April 1865.
Perang Saudara yang berlangsung selama empat tahun tersebut memakan banyak korban di kedua pihak. Lima hari setelah Konfederasi menyerah, kebengisan perang yang melahirkan dendam rupanya masih meminta tumbal.
Malam itu, beserta istri dan beberapa kolega, [Abraham Lincoln](https://www.theguardian.com/us-news/from-the-archive-blog/2015/apr/14/president-lincoln-assassination-1865) tengah menyaksikan pertunjukan teater di Ford’s Theatre, Washington. Jenderal Ulysses Grant, mantan pemimpin pasukan Union dalam Perang Saudara dikabarkan akan hadir juga di acara tersebut. Namun ia terlambat datang.
Ruangan disesaki penonton yang antusias. Dalam jeda pertunjukan, terdengar letusan senapan. Itu hanya mengundang perhatian sesaat, tapi tak benar-benar menimbulkan tanggapan serius dari para penonton.
Tiba-tiba seorang pria melompat ke depan tempat Lincoln berada sembari mengacungkan sebilah belati panjang dan berseru, ”*Sic semper tyrannis!"* (begitulah nasib tiran!). Ia lalu melompat ke panggung dan melarikan diri menggunakan kuda.
Hadirin terkesima. Sementara Lincoln telah terkulai. Darah mengucur dari kepalanya yang retak dihajar peluru. Istri Lincoln berteriak histeris melihat suaminya terkapar. Setelah sadar bahwa telah terjadi pembunuhan, hadirin bergegas menuju panggung dan berusaha mengejar pelaku. Sebagian berteriak, “Gantung dia! Gantung dia!”
Baca juga:[Membunuh Presiden Amerika](https://tirto.id/tewasnya-abraham-lincoln-sejarah-pembunuhan-presiden-presiden-as-cmKV)
> [Letus kepala. Sang presiden di ujung nasib celaka. \#Mozaik (Video telah diperbarui untuk merevisi video yang telah tayang sebelumnya) \#Sejarah \#AbrahamLincon \#Tokoh \#Politik](https://www.instagram.com/p/Bhg9Ua0FrMB/)
>
> A post shared by [tirto.id](https://www.instagram.com/tirtoid/) (@tirtoid) on Apr 13, 2018 at 8:07am PDT
## **Aktor Teater Pendukung Konfederasi**
John Wilkes Booth, pria yang menembak Lincoln, dilahirkan di Maryland pada 1838. Selama Perang Saudara berkobar, ia tinggal di utara, tapi mendukung kubu Konfederasi yang berada di selatan.
Ia adalah seorang aktor. Pada 1860, lima tahun sebelum ia menembak Lincoln, John Wilkes Booth penah menulis sebuah naskah 21 halaman yang menunjukkan kefanatikan dan simpatinya terhadap kubu Selatan.
Baca juga:[Barack Obama Melampaui Rasisme Amerika](https://tirto.id/barack-obama-melampaui-rasisme-amerika-cDsn)
Naskah itu ia tulis di Philadelphia dan dimaksudkan sebagai pidato. Namun sampai Lincoln ditembak, naskah tersebut tidak pernah sampai ke publik, baik dalam bentuk pidato maupun terbitan. Baru tahun 1990-an naskah itu ditemukan di salah satu arsip pemain teater di 16 Gramercy Park South, Manhattan.
Rumah tersebut adalah bekas kediaman Edwin Booth, kakak John Wilkes Booth, seotang aktor terkenal di masanya.
“Seandainya sentimen-sentimen ini diketahui oleh para pejabat yang bertanggung jawab menjaga Presiden, mungkin Booth tidak akan memiliki akses yang mudah untuk hadir di teater Washington pada 14 April 1865,” tulis [Herbert Mitgang](https://www.nytimes.com/1992/04/12/us/booth-speech-reveals-a-killer-s-mind.html).
Menanggapi naskah tersebut, David Herbert Donald—sejarawan Harvard yang menulis biografi Lincoln—menyebut naskah itu adalah dokumen menarik yang mengungkap pandangan-pandangan John Wilkes Booth tentang krisis pemisahan diri dan keadaan pikirannya yang kacau balau. Juga menggambarkan jalan pikirannya yang tidak koheren dalam masa gejolak emosional yang hebat.
Robert Giroux, editor penerbit [Farrar Straus Giroux](https://us.macmillan.com/fsg/), menemukan naskah itu saat ia menyisir dokumen pemain teater. Ia duduk di belakang meja Edwin Booth dalam sebuah penelitian di sekitar Gramercy Park.
“Saya sedikit terkejut ketika menyadari bahwa inisial JWB adalah singkatan dari John Wilkes Booth,” ungkapnya.
Naskah tersebut ditulis dengan tinta hitam tebal, dengan tulisan tangan yang sedikit kacau, kata-kata yang rentan disalahartikan, salah ejaan, dan tata bahasa yang rancu. John Wilkes Booth menulisnya di rumah saudara perempuannya, Asia Booth Clarke, di Philadelphia, saat ia dan ibunya menghabiskan liburan Natal.
Herbert Mitgang menambahkan, dalam naskah yang bertele-tele, penembak Lincoln tersebut menyebut dirinya sebagai “seorang pria Utara” yang hendak “bertarung dengan segenap hati dan jiwa—bahkan jika tidak ada seorang pun yang mendukungnya”—untuk persamaan hak dan keadilan bagi Selatan dan Utara.
Naskah yang mengungkap pikiran-pikiran John Wilkes Booth itu tersimpan dan tak terungkap selama seabad lebih. Ia masuk ke Ford’s Theatre di malam jahanam itu, dan penembakan pun terjadi.
Baca juga:[Dokumen Pembunuhan Kennedy Dibongkar Gara-Gara Film](https://tirto.id/dokumen-pembunuhan-kennedy-dibongkar-gara-gara-film-czcz)

## **Dua Kali Percobaan Pembunuhan**
Usaha untuk mencelakan Lincoln sebetulnya sempat direncanakan lebih awal sebelum kejadian di Ford’s Theatre. Pada 20 Maret 1865, John Wilkes Booth serta beberapa rekannya berencana untuk menculik Lincoln dan membawanya ke Richmond, ibukota Konfederasi. Namun rencana tersebut gagal.
Percobaan kedua akhirnya berhasil. Pada 14 April 1865, tepat hari ini [153 tahun lalu](https://www.theguardian.com/us-news/from-the-archive-blog/2015/apr/14/president-lincoln-assassination-1865), setelah menyelinap, ia mengarahkan moncong senapan ke arah kepala Lincoln dan Presiden AS ke-16 itu terkapar.
Dalam situasi panik, Lincoln dibawa ke sebuah [rumah pribadi](https://www.nps.gov/foth/the-petersen-house.htm) milik William A. Petersen, seorang penjahit keturunan Jerman, yang berada di seberang Ford’s Theatre. Para ahli bedah dikerahkan untuk memeriksa kondisinya. Pasukan militer berjaga di sekitar rumah yang dipakai untuk mengevakuasi Lincoln.
Baca juga:
- [Kennedy Tak Sempat Menjalankan Siasat Politiknya kepada Indonesia](https://tirto.id/kennedy-tak-sempat-menjalankan-siasat-politiknya-kepada-indonesia-cAra)
- [Kebesaran John F. Kennedy: Fakta atau Citra?](https://tirto.id/kebesaran-john-f-kennedy-fakta-atau-citra-ctul)
Sementara massa berkerumun di sekitar rumah tersebut. Meski telah disampaikan bahwa luka yang diderita Lincoln sangat serius dan mematikan, tapi mereka tetap ingin mengetahui kondisi terkini dan berharap sang presiden dapat diselamatkan.
Setelah situasi di Ford’s Theatre cukup kondusif, petugas melakukan pemeriksaan di tempat Lincoln ditembak. Petugas menemukan ceceran darah di kursi, partisi, dan lantai. Sebuah pistol saku berlaras tunggal tergeletak di lantai.
Lincoln meninggal keesokan harinya pada 15 April dalam usia 56. Rumah tempat ia meninggal dijadikan museum sejak 1930-an.
Baca juga artikel terkait [SEJARAH AMERIKA](https://tirto.id/q/sejarah-amerika-iao) atau tulisan lainnya dari [Irfan Teguh Pribadi](https://tirto.id/author/irfan-teguh-pribadi)
**tirto.id** - Humaniora
Reporter: Irfan Teguh Pribadi
Penulis: Irfan Teguh Pribadi
Editor: Ivan Aulia Ahsan
## Berita Utama

Horizon
1 jam lalu
### [Di Tokiwaso Manga Museum, Mengintip Masa Bokek Para Legenda](https://tirto.id/di-tokiwaso-manga-museum-mengintip-masa-bokek-para-legenda-hjs2)

Mozaik
9 jam lalu
### [Tendangan Kungfu, dari Jurus Shaolin ke Lapangan Hijau](https://tirto.id/tendangan-kungfu-dari-jurus-shaolin-ke-lapangan-hijau-huWc)

Relasi Rasa
Jumat, 24 Apr
### [Cinta yang Diperjuangkan Sendiri: Tanda-Tanda Kekasih *Low-Effort*](https://diajeng.id/mengenali-ciri-ciri-pasangan-yang-low-effort-dalam-hubungan-huMZ)

Decode
Jumat, 24 Apr
### [Diskursus RUU Disinformasi dan Ragam Sentimen Publik](https://tirto.id/diskursus-ruu-disinformasi-dan-ragam-sentimen-publik-huYq)

Periksa Fakta
Jumat, 24 Apr
### [Keliru, Australia Umumkan Bantuan Rp50 Juta Dolar Untuk Iran](https://tirto.id/salah-australia-umumkan-bantuan-rp-50-juta-dolar-untuk-iran-huVo)
## Pilihan Editor

Ekonomi
9 jam lalu
### [BGN: Anggaran Zoom Rp5,7 Miliar untuk Koordinasi Pusat-Daerah](https://tirto.id/bgn-anggaran-zoom-rp57-miliar-untuk-koordinasi-pusat-daerah-hu1J)

Politik
10 jam lalu
### [Ada Tembakan di Jamuan Makan Malam White House, Trump Dievakuasi](https://tirto.id/ada-tembakan-di-jamuan-makan-malam-trump-dievakuasi-hu1F)

Sosial Budaya
9 jam lalu
### [Kasus Daycare Little Aresha: 13 Orang Ditetapkan Tersangka](https://tirto.id/kasus-daycare-little-aresha-13-orang-ditetapkan-tersangka-hu1L?t=1777173271333)

Sosial Budaya
9 jam lalu
### [Pemerintah akan Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri](https://tirto.id/pemerintah-akan-tutup-prodi-yang-tak-relevan-dengan-industri-hu1M?t=1777174069347)
## Flash News
[Lebih banyak](https://tirto.id/news/flash-news)

Sosial Budaya
1 jam lalu
### [BGN Bantah Balita di Cianjur Meninggal Karena Konsumsi MBG](https://tirto.id/bgn-bantah-balita-di-cianjur-meninggal-karena-konsumsi-mbg-hu1H)

Ekonomi
1 jam lalu
### [Mentan Izinkan Masyarakat hingga Pengamat Cek Stok Beras Bulog](https://tirto.id/mentan-izinkan-masyarakat-hingga-pengamat-cek-stok-beras-bulog-hu2j)

Politik
1 jam lalu
### [Rangkuman Berita Perang Iran-Amerika Terkini Hari ke-58](https://tirto.id/rangkuman-berita-perang-iran-amerika-terkini-hari-ke-58-hu2h)

Ekonomi
2 jam lalu
### [Dua Perusahaan Kuasai Industri Ayam, Omset Rp400T Saat Ada MBG](https://tirto.id/dua-perusahaan-kuasai-industri-ayam-omset-rp400t-saat-ada-mbg-hu2e)

Politik
3 jam lalu
### [Profil Cole Thomas Allen, Pelaku Percobaan Pembunuhan Trump?](https://tirto.id/profil-cole-thomas-allen-pelaku-percobaan-pembunuhan-trump-hu2c)

Sosial Budaya
3 jam lalu
### [Kemenhaj Apresiasi Saudi Beri Layanan Fast Track Jemaah Haji RI](https://tirto.id/kemenhaj-apresiasi-saudi-beri-layanan-fast-track-jemaah-haji-ri-hu2b)

Sosial Budaya
3 jam lalu
### [Harga Tiket Pesawat Murah, Kelas Ekonomi 60 Hari Tanpa PPN](https://tirto.id/harga-tiket-pesawat-murah-kelas-ekonomi-60-hari-tanpa-ppn-hu18)

Sosial Budaya
4 jam lalu
### [38 SPPG di Kaltim Tak Punya IPAL, BGN Lakukan Evaluasi](https://tirto.id/38-sppg-di-kaltim-tak-punya-ipal-bgn-lakukan-evaluasi-hu17)

Sosial Budaya
5 jam lalu
### [*Update* Pemberangkatan Haji 2026: 17 Ribu Jemaah Tiba di Madinah](https://tirto.id/update-pemberangkatan-haji-2026-17-ribu-jemaah-tiba-di-madinah-hu15)

Sosial Budaya
5 jam lalu
### [Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum 1 Liter per Hari](https://tirto.id/jemaah-haji-indonesia-dapat-jatah-air-minum-1-liter-per-hari-hu14)

Sosial Budaya
5 jam lalu
### [Kadaker Makkah: Klinik Satelit Jemaah Haji Tersedia Tiap Sektor](https://tirto.id/kadaker-makkah-klinik-satelit-jemaah-haji-tersedia-tiap-sektor-hu13)

Sosial Budaya
7 jam lalu
### [Kritik Anies soal Wacana Penutupan Prodi Tak Dibutuhkan Industri](https://tirto.id/kritik-anies-soal-wacana-penutupan-prodi-tak-dibutuhkan-industri-hu1X)

Sosial Budaya
7 jam lalu
### [Kunci Hotel di Makkah Diserahkan Sebelum Jemaah Turun dari Bus](https://tirto.id/kunci-hotel-di-makkah-diserahkan-sebelum-jemaah-turun-dari-bus-hu1V)

Sosial Budaya
7 jam lalu
### [KPAI Duga Kekerasan di Daycare Little Aresha Tersistematis](https://tirto.id/kpai-duga-kekerasan-di-daycare-little-aresha-tersistematis-hu1U)

Politik
8 jam lalu
### [Kronologi Penembakan di Acara White House hingga Evakuasi Trump](https://tirto.id/kronologi-penembakan-di-acara-white-house-hingga-evakuasi-trump-hu1T)
## Populer

1
Sosial Budaya
Sabtu, 25 Apr
### [Kronologi Terungkapnya Kasus Daycare Little Aresha Jogja](https://tirto.id/kronologi-terungkapnya-kasus-daycare-little-aresha-jogja-huZQ)

2
Sosial Budaya
Jumat, 24 Apr
### [Info Mati Lampu Jakarta: Jadwal Pemadaman Listrik Serentak 2026](https://tirto.id/info-mati-lampu-jakarta-jadwal-pln-pemadaman-listrik-serentak-2026-huYx)

3
Hukum
Jumat, 24 Apr
### [Kronologi Kasus Syekh Ahmad Al Misry yang Diduga Lecehkan Santri](https://tirto.id/kronologi-kasus-syekh-ahmad-al-misry-yang-diduga-lecehkan-santri-huWB)

4
Sosial Budaya
Jumat, 24 Apr
### [Warga Bandung Teken Petisi Tolak Penggabungan Gedung Sate-Gasibu](https://tirto.id/warga-bandung-teken-petisi-tolak-penggabungan-gedung-sate-gasibu-huXr)

5
Hukum
Kamis, 23 Apr
### [Istri-istri Terdakwa Kasus Minyak Mentah Mencari Keadilan ke DPR](https://tirto.id/istri-istri-terdakwa-kasus-minyak-mentah-mencari-keadilan-ke-dpr-huSg)
[ Ikuti tirto.id di Google News](https://news.google.com/publications/CAAqIQgKIhtDQklTRGdnTWFnb0tDSFJwY25SdkxtbGtLQUFQAQ?hl=id&gl=ID&ceid=ID:id)
[Ikuti WA Channel TirtoID](https://whatsapp.com/channel/0029VaFQqvZEKyZDgbDskg1c)
[Ikuti WA Channel Cek Fakta](https://whatsapp.com/channel/0029VaF6ZuzA89MawyeMJR1m)
[Instagram](https://www.instagram.com/tirtoid/)
[YouTube](https://www.youtube.com/tirtoid)
[Twitter](https://x.com/tirtoid)
[TikTok](https://www.tiktok.com/@officialtirtoid)
[Facebook](https://facebook.com/tirtoid)
[LinkedIn](https://id.linkedin.com/company/tirto)

[](https://amsi.or.id/trustworthy)
- [Tentang Kami](https://tirto.id/insider/tentang-kami)
- [Kontak](https://tirto.id/insider/kontak-kami)
- [Redaksi](https://tirto.id/insider/redaksi)
- [Pedoman Media Siber](https://tirto.id/insider/pedoman-media-siber)
- [Metodologi Riset](https://tirto.id/insider/metodologiriset)
- [Iklan & Kerjasama](https://tirto.id/insider/kebijakan-iklan)
- [Rilis Pers](https://tirto.id/rilis-pers)
- [Aksesibilitas](https://tirto.id/insider/aksesibilitas)
- [Kebijakan Privasi](https://tirto.id/insider/kebijakan-privasi)
- [Kebijakan Cookies](https://tirto.id/insider/kebijakan-cookies)
- [Kirim Artikel](https://tirto.id/insider/kirim-artikel)
- [Peta Situs](https://tirto.id/indeks)
- [IFCN](https://ifcncodeofprinciples.poynter.org/profile/tirto-id)
- [Tirto Shop](https://tirto.id/insider/cara-tirto-shop-memilih-produk)
- Tarik Persetujuan
PT. Tirta Adi Surya
Jl. H. Saidi V No.2, RT.2/RW.2, Cipete Selatan, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410
[redaksi@tirto.id](mailto:redaksi@tirto.id)
\+62-21-27841852
Jernih Mengalir Mencerahkan
2026 © PT. Tirta Adi Surya
[Ke atas](https://tirto.id/perang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1#main)
Situs Web Ini Menggunakan Cookie
Kami menggunakan cookie untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi tentang interaksi Anda dengan situs web Kami. Kami juga membagikan informasi penggunaan situs Kami oleh Anda dengan mitra iklan dan analitik. Data interaksi tersebut akan Kami gunakan sebagai bahan analisa untuk membuat produk/layanan terbaik sesuai preferensi pengguna.
- [Apa itu Cookie dan Bagaimana Cara Mengelolanya?](https://tirto.id/apa-itu-cookie-jenis-fungsi-dan-cara-mengelolanya-g86l)
- [Apa itu Perlindungan Data Pribadi dan Dasar Hukumnya](https://tirto.id/apa-itu-perlindungan-data-pribadi-apa-dasar-hukumnya-g86p)
- [Cara Berinternet dengan Aman](https://tirto.id/cara-berinternet-dengan-aman-hindari-phising-jaga-data-pribadi-g86b)
Preferensi
Terima semua cookie
Kelola Preferensi Cookie
Cookie default
Selalu aktif
Cookie penargetan
Batal
Simpan Preferensi |
| Readable Markdown | [tirto.id](https://tirto.id/) - Perseteruan antara kubu Selatan (Konfederasi) dan kubu Utara (Union) dalam Perang Saudara Amerika Serikat baru saja berakhir. Pasukan Konfederasi yang dipimpin Robert E. Lee menyerah di Gedung Pengadilan Appomatox, Virginia, pada 9 April 1865.
Perang Saudara yang berlangsung selama empat tahun tersebut memakan banyak korban di kedua pihak. Lima hari setelah Konfederasi menyerah, kebengisan perang yang melahirkan dendam rupanya masih meminta tumbal.
Malam itu, beserta istri dan beberapa kolega, [Abraham Lincoln](https://www.theguardian.com/us-news/from-the-archive-blog/2015/apr/14/president-lincoln-assassination-1865) tengah menyaksikan pertunjukan teater di Ford’s Theatre, Washington. Jenderal Ulysses Grant, mantan pemimpin pasukan Union dalam Perang Saudara dikabarkan akan hadir juga di acara tersebut. Namun ia terlambat datang.
Ruangan disesaki penonton yang antusias. Dalam jeda pertunjukan, terdengar letusan senapan. Itu hanya mengundang perhatian sesaat, tapi tak benar-benar menimbulkan tanggapan serius dari para penonton.
Tiba-tiba seorang pria melompat ke depan tempat Lincoln berada sembari mengacungkan sebilah belati panjang dan berseru, ”*Sic semper tyrannis!"* (begitulah nasib tiran!). Ia lalu melompat ke panggung dan melarikan diri menggunakan kuda.
Hadirin terkesima. Sementara Lincoln telah terkulai. Darah mengucur dari kepalanya yang retak dihajar peluru. Istri Lincoln berteriak histeris melihat suaminya terkapar. Setelah sadar bahwa telah terjadi pembunuhan, hadirin bergegas menuju panggung dan berusaha mengejar pelaku. Sebagian berteriak, “Gantung dia! Gantung dia!”
## **Aktor Teater Pendukung Konfederasi**
John Wilkes Booth, pria yang menembak Lincoln, dilahirkan di Maryland pada 1838. Selama Perang Saudara berkobar, ia tinggal di utara, tapi mendukung kubu Konfederasi yang berada di selatan.
Ia adalah seorang aktor. Pada 1860, lima tahun sebelum ia menembak Lincoln, John Wilkes Booth penah menulis sebuah naskah 21 halaman yang menunjukkan kefanatikan dan simpatinya terhadap kubu Selatan.
Naskah itu ia tulis di Philadelphia dan dimaksudkan sebagai pidato. Namun sampai Lincoln ditembak, naskah tersebut tidak pernah sampai ke publik, baik dalam bentuk pidato maupun terbitan. Baru tahun 1990-an naskah itu ditemukan di salah satu arsip pemain teater di 16 Gramercy Park South, Manhattan.
Rumah tersebut adalah bekas kediaman Edwin Booth, kakak John Wilkes Booth, seotang aktor terkenal di masanya.
“Seandainya sentimen-sentimen ini diketahui oleh para pejabat yang bertanggung jawab menjaga Presiden, mungkin Booth tidak akan memiliki akses yang mudah untuk hadir di teater Washington pada 14 April 1865,” tulis [Herbert Mitgang](https://www.nytimes.com/1992/04/12/us/booth-speech-reveals-a-killer-s-mind.html).
Menanggapi naskah tersebut, David Herbert Donald—sejarawan Harvard yang menulis biografi Lincoln—menyebut naskah itu adalah dokumen menarik yang mengungkap pandangan-pandangan John Wilkes Booth tentang krisis pemisahan diri dan keadaan pikirannya yang kacau balau. Juga menggambarkan jalan pikirannya yang tidak koheren dalam masa gejolak emosional yang hebat.
Robert Giroux, editor penerbit [Farrar Straus Giroux](https://us.macmillan.com/fsg/), menemukan naskah itu saat ia menyisir dokumen pemain teater. Ia duduk di belakang meja Edwin Booth dalam sebuah penelitian di sekitar Gramercy Park.
“Saya sedikit terkejut ketika menyadari bahwa inisial JWB adalah singkatan dari John Wilkes Booth,” ungkapnya.
Naskah tersebut ditulis dengan tinta hitam tebal, dengan tulisan tangan yang sedikit kacau, kata-kata yang rentan disalahartikan, salah ejaan, dan tata bahasa yang rancu. John Wilkes Booth menulisnya di rumah saudara perempuannya, Asia Booth Clarke, di Philadelphia, saat ia dan ibunya menghabiskan liburan Natal.
Herbert Mitgang menambahkan, dalam naskah yang bertele-tele, penembak Lincoln tersebut menyebut dirinya sebagai “seorang pria Utara” yang hendak “bertarung dengan segenap hati dan jiwa—bahkan jika tidak ada seorang pun yang mendukungnya”—untuk persamaan hak dan keadilan bagi Selatan dan Utara.
Naskah yang mengungkap pikiran-pikiran John Wilkes Booth itu tersimpan dan tak terungkap selama seabad lebih. Ia masuk ke Ford’s Theatre di malam jahanam itu, dan penembakan pun terjadi.

## **Dua Kali Percobaan Pembunuhan**
Usaha untuk mencelakan Lincoln sebetulnya sempat direncanakan lebih awal sebelum kejadian di Ford’s Theatre. Pada 20 Maret 1865, John Wilkes Booth serta beberapa rekannya berencana untuk menculik Lincoln dan membawanya ke Richmond, ibukota Konfederasi. Namun rencana tersebut gagal.
Percobaan kedua akhirnya berhasil. Pada 14 April 1865, tepat hari ini [153 tahun lalu](https://www.theguardian.com/us-news/from-the-archive-blog/2015/apr/14/president-lincoln-assassination-1865), setelah menyelinap, ia mengarahkan moncong senapan ke arah kepala Lincoln dan Presiden AS ke-16 itu terkapar.
Dalam situasi panik, Lincoln dibawa ke sebuah [rumah pribadi](https://www.nps.gov/foth/the-petersen-house.htm) milik William A. Petersen, seorang penjahit keturunan Jerman, yang berada di seberang Ford’s Theatre. Para ahli bedah dikerahkan untuk memeriksa kondisinya. Pasukan militer berjaga di sekitar rumah yang dipakai untuk mengevakuasi Lincoln.
Baca juga:
- [Kennedy Tak Sempat Menjalankan Siasat Politiknya kepada Indonesia](https://tirto.id/kennedy-tak-sempat-menjalankan-siasat-politiknya-kepada-indonesia-cAra)
- [Kebesaran John F. Kennedy: Fakta atau Citra?](https://tirto.id/kebesaran-john-f-kennedy-fakta-atau-citra-ctul)
Sementara massa berkerumun di sekitar rumah tersebut. Meski telah disampaikan bahwa luka yang diderita Lincoln sangat serius dan mematikan, tapi mereka tetap ingin mengetahui kondisi terkini dan berharap sang presiden dapat diselamatkan.
Setelah situasi di Ford’s Theatre cukup kondusif, petugas melakukan pemeriksaan di tempat Lincoln ditembak. Petugas menemukan ceceran darah di kursi, partisi, dan lantai. Sebuah pistol saku berlaras tunggal tergeletak di lantai.
Lincoln meninggal keesokan harinya pada 15 April dalam usia 56. Rumah tempat ia meninggal dijadikan museum sejak 1930-an.
**tirto.id** - Humaniora
Reporter: Irfan Teguh Pribadi
Penulis: Irfan Teguh Pribadi
Editor: Ivan Aulia Ahsan |
| ML Classification | |
| ML Categories | null |
| ML Page Types | null |
| ML Intent Types | null |
| Content Metadata | |
| Language | id |
| Author | Irfan Teguh Pribadi |
| Publish Time | 2018-05-11 10:54:24 (7 years ago) |
| Original Publish Time | 2018-04-13 17:07:00 (8 years ago) |
| Republished | No |
| Word Count (Total) | 1,585 |
| Word Count (Content) | 785 |
| Links | |
| External Links | 30 |
| Internal Links | 85 |
| Technical SEO | |
| Meta Nofollow | No |
| Meta Noarchive | No |
| JS Rendered | No |
| Redirect Target | null |
| Performance | |
| Download Time (ms) | 536 |
| TTFB (ms) | 534 |
| Download Size (bytes) | 34,198 |
| Shard | 127 (laksa) |
| Root Hash | 4232716082823766327 |
| Unparsed URL | id,tirto!/perang-saudara-berakhir-darah-abraham-lincoln-mengalir-cHy1 s443 |