âšď¸ Skipped - page is already crawled
| Filter | Status | Condition | Details |
|---|---|---|---|
| HTTP status | PASS | download_http_code = 200 | HTTP 200 |
| Age cutoff | PASS | download_stamp > now() - 6 MONTH | 0 months ago |
| History drop | PASS | isNull(history_drop_reason) | No drop reason |
| Spam/ban | PASS | fh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0 | ml_spam_score=0 |
| Canonical | PASS | meta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsed | Not set |
| Property | Value |
|---|---|
| URL | https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat |
| Last Crawled | 2026-04-13 14:06:29 (5 hours ago) |
| First Indexed | 2022-04-03 23:40:26 (4 years ago) |
| HTTP Status Code | 200 |
| Meta Title | Pikiran Rakyat | S1 | Terakreditasi | Universitas STEKOM Semarang |
| Meta Description | Pikiran Rakyat adalah kelompok usaha media yang bertumbuh di Jawa Barat dan Banten (kecuali wilayah Bodebek dan Tangerang serta Tangerang Selatan, Banten). Sejarah Pada B |
| Meta Canonical | null |
| Boilerpipe Text | Pikiran Rakyat
Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat
Tipe
Kelompok Usaha Multi Media
Pendiri
Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita
Penerbit
Pikiran Rakyat
Didirikan
Maret 24, 1966
; 60 tahun lalu
secara de facto
April 21, 1967
; 58 tahun lalu
secara de jure
Bahasa
Indonesia
Pusat
Bandung
, Indonesia
Situs web
www
.pikiran-rakyat
.com
Arsip daring gratis
ePaper Pikiran Rakyat
Pikiran Rakyat
adalah kelompok usaha media yang bertumbuh di
Jawa Barat
dan
Banten
(kecuali wilayah Bodebek dan
Tangerang
serta
Tangerang Selatan
,
Banten
).
Sejarah
Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama
Pikiran Rakyat
berhenti terbit.
[
1
]
Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran
Angkatan Bersenjata
edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum
Angkatan Bersenjata
yang terbit di
Jakarta
dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.
[
2
]
Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik
Bandung Lautan Api
. Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian
Angkatan Bersenjata
edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum
Pikiran Rakyat
, yang juga dikenal dengan singkatan
PR
hingga saat ini.
Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik
Pikiran Rakyat
. Pada masa ini, oplah
Pikiran Rakyat
pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu,
Pikiran Rakyat
secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.
[
3
]
Pada 9 April 1973, bentuk badan hukumnya diubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama
PT. Pikiran Rakyat Bandung
. Menyusul perubahan status perusahaan,
Pikiran Rakyat
pun segera menata diri. Nilai-nilai idealisme dan etika jurnalistiknya dipadukan dengan manajemen bisnis layaknya sebuah perusahaan modern. Pada awal tahun 1974,
Pikiran Rakyat
mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya perusahaan berhasil melengkapi diri dengan percetakan offset yang dibeli dari fasilitas PMDN dan bantuan
BRI
. Mesin cetak ini mampu mencetak koran sebanyak 25.000 eksemplar per jam. Sejak tahun itu pula,
Pikiran Rakyat
terus melesat bak meteor mampu menembus dan tinggal landas menuju kepada perwujudan cita-cita yang maju dan berkembang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Pikiran Rakyat
kemudian dapat merambah ke seluruh pelosok Jawa Barat dan memantapkan diri sebagai 'korannya orang Jawa Barat', sekaligus yang terbesar di provinsi ini. Padahal sebelumnya, dalam kurun waktu 1967-1973, koran-koran berskala nasional terbitan Jakarta yang mendominasi peredaran koran Jawa Barat. Antara tahun 1975-1986
Pikiran Rakyat
sempat beredar ke seluruh pelosok Nusantara, jadilah
Pikiran Rakyat
koran nasional yang terbit di daerah.
Pikiran Rakyat
sempat beredar sampai ke
Kuala Lumpur
,
Malaysia
dan
Brunei Darussalam
. Pada tahun 1986,
Pikiran Rakyat
kembali menjadi koran regional berbasis provinsi Jawa Barat, walaupun sebagian tirasnya beredar di luar Jawa Barat seperti
DKI Jakarta
,
Jawa Tengah
,
Jawa Timur
, dan beberapa provinsi lainnya.
Pada perkembangan selanjutnya, lembaga ini menjadi identik milik warga Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan. Dari rahimnya kemudian lahir PT Granesia, perusahaan percetakan dan penerbitan yang tak hanya mencetak
Pikiran Rakyat
, lalu secara berturut-turut
Mitra Bisnis
(semula bernama
Mitra Desa
), tabloid berbahasa Sunda
Galura
dan surat kabar
Mitra Dialog
yang berkedudukan di Cirebon. Lalu, pada tahun 1999, sejalan dengan asas otonomi daerah tingkat dua,
Pikiran Rakyat
pun menangkap peluang yang muncul. Karena itulah kemudian men-
take over
Harian Umum
Galamedia
dari PT Surya Persindo Grup sebagai koran Greater Bandung,
Pakuan
yang terbit di Bogor,
Kabar Priangan
di Tasikmalaya, dan
Fajar Banten
di Serang. Perusahaan pun kemudian menangani radio Parahyangan yang kemudian berganti nama sejak tahun 2009 hingga saat ini menjadi PRFM. PRFM mengudara di FM 107.5, menggunakan
jingle
yang sama dengan radio
CHQR
yang mengudara di frekuensi 770 AM di
Calgary, Alberta, Kanada
.
Jingle
yang sama juga digunakan oleh radio
Suara Surabaya
yang mengudara di FM 100 di
Kota Surabaya
.
Jingle
tersebut diproduksi oleh ReelWorld pada tahun 2007.
Harian Umum Pikiran Rakyat yang diterbitkan oleh PT. Pikiran Rakyat Bandung dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) No. 035/SK. MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal
11 Februari
1986 dan dicetak pada PT Granesia Bandung ini, pada hari-hari tertentu secara periodik terdapat Suplemen Gelora (olahraga), Khazanah (budaya), Geulis (kewanitaan) dan Cakrawala (iptek).
Berbeda dengan perusahaan media Indonesia pada umumnya, Pikiran Rakyat bukan milik seorang atau sekelompok pemilik modal. Sampai dengan perubahan-perubahan legalitas dalam rangka penyesuaian dengan aturan hukum dan perundang-undangan Republik Indonesia, Pikiran Rakyat secara kolektif dimiliki langsung oleh wartawan dan karyawannya sendiri. Akta nomor 35 pendirian âJajasan âPikiran Rakjatâ Bandungâ yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung bertanggal 21 April 1967 mencantumkan nama sejumlah tokoh di Komando Daerah Militer VI Siliwangi saat itu: Hartono Rekso Dharsono, Satibi Darwis, Mohamad Nawawi Alif, Mohamad Moehsin, Masturi, Mohamad Moekim dan Apandi serta sejumlah wartawan, yaitu: Sakti Alamsjah, Atang Ruswita, Yoenoeswinoto, Amir Zainun, Bram Mucharam Darmaprawira, Soeharmono Tjitrosoewarno dan Parman Djajadiredja.Yayasan inilah yang selanjutnya merintis jalan pendirian PT Pikiran Rakyat Bandung yang saat ini telah disesuaikan legalitasnya dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. PT Pikiran Rakyat Bandung didirikan berdasarkan Akta nomor: 6 yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung, bertanggal 9 April 1973, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.YA.5/212/10 bertanggal 13 Juni 1973 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 20 Juni 1973. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan Akta nomor: 5 yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 8 Oktober 2019, yang mengubah maksud dan tujuan perseroan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI). Sebagian besar dari mereka yang sekarang tercatat sebagai pemilik Pikiran Rakyat, selain koperasi karyawan, adalah ahli waris dari para pendiri di tahun 60-an itu.
[
4
]
Dalam rentang lima puluh tahun sejak pendiriannya, Pikiran Rakyat sempat menjadi kisah keberhasilan media daerah yang memosisikan diri sejajar dengan media-media berskala nasional. Pernah dijuluki âkonglomerat media Jawa Baratâ
[
5
]
di ranah persuratkabaran, Harian Umum Pikiran Rakyat yang menyandang slogan âDari Rakyat-Oleh Rakyat-Untuk Rakyatâ dengan kolom pojok âOle-ole Si Kabayanâ dan tokoh karikatur âMang Ohleâ dikelola oleh PT Pikiran Rakyat Bandung.
[
6
]
Di kawasan Priangan dan
Banten
, sejumlah penerbitan koran lokal dikelola anak-anak perusahaan PT Berkah Pikiran Rakyat dan PT Fajar Pikiran Rakyat. Koran mingguan Galura merupakan wujud kontribusi sosial Pikiran Rakyat turut merawat bahasa lokal Sunda. PT Percetakan dan Penerbitan Granesia merupakan wujud krida para pendiri di sektor grafika pers. Adapun PT Mustika Parahyangan mengelola khazanah penyiaran radio PR FM. Di platform digital sejak tahun 2019, Pikiran Rakyat memercayakan pengelolaan medianya ke PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara.
Penghargaan
2011, Harian Umum Pikiran Rakyat menerima penghargaan dari Founder & President of Mark Plus Inc., Hermawan Kartajaya berupa Indonesia Most Favorite Youth Brand 2011 kategori media cetak yang diberikan Marketeers Award dari Mark Plus.
[
7
]
Grup Pikiran Rakyat
Radio PRFM, beredar di wilayah
Bandung Raya
dan sekitarnya.
Galamedia, beredar di wilayah
Bandung Raya
dan sekitarnya.
Kabar Cirebon, beredar di wilayah
Rebana
dan sekitarnya.
Kabar Banten, beredar di Provinsi
Banten
(kecuali
Tangerang
dan
Tangerang Selatan
).
Kabar Priangan, beredar di
Sumedang
,
Garut
,
Tasikmalaya
,
Ciamis
,
Banjar
, dan
Pangandaran
.
Pikiran Rakyat Aceh, beredar di Provinsi
Aceh
.
Pikiran Rakyat Sumut, beredar di Provinsi
Sumatera Utara
.
Pikiran Rakyat Sumbar, beredar di Provinsi
Sumatera Barat
.
Pikiran Rakyat Sumsel, beredar di Provinsi
Sumatera Selatan
.
Pikiran Rakyat Bengkulu, beredar di Provinsi
Bengkulu
.
Pikiran Rakyat Babel, beredar di Provinsi
Bangka Belitung
.
Pikiran Rakyat Lampung, beredar di Provinsi
Lampung
.
Pikiran Rakyat Riau, beredar di Provinsi
Riau
.
Pikiran Rakyat Kepri, beredar di Provinsi
Kepulauan Riau
.
Pikiran Rakyat Jakarta, beredar di Provinsi
DKI Jakarta
serta Kota
Bekasi
,
Bogor
,
Depok
, Tangerang, dan Tangerang Selatan
Pikiran Rakyat Jabar, beredar di Provinsi
Jawa Barat
.
Pikiran Rakyat Jateng, beredar di Provinsi
Jawa Tengah
.
Pikiran Rakyat DIY, beredar di Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta
.
Pikiran Rakyat Jatim, beredar di Provinsi
Jawa Timur
.
Pikiran Rakyat Bali, beredar di Provinsi
Bali
.
Pikiran Rakyat NTB, beredar di Provinsi
Nusa Tenggara Barat
.
Pikiran Rakyat NTT, beredar di Provinsi
Nusa Tenggara Timur
.
Pikiran Rakyat Kalbar, beredar di Provinsi
Kalimantan Barat
.
Pikiran Rakyat Kalsel, beredar di Provinsi
Kalimantan Selatan
.
Pikiran Rakyat Kaltara, beredar di Provinsi
Kalimantan Utara
.
Pikiran Rakyat Kaltim, beredar di Provinsi
Kalimantan Timur
.
Pikiran Rakyat Sulut, beredar di Provinsi
Sulawesi Utara
.
Pikiran Rakyat Sulsel, beredar di Provinsi
Sulawesi Selatan
.
Pikiran Rakyat Sultra, beredar di Provinsi
Sulawesi Tenggara
.
Pikiran Rakyat Sulbar, beredar di Provinsi
Sulawesi Barat
.
Pikiran Rakyat Sulteng, beredar di Provinsi
Sulawesi Tengah
.
Pikiran Rakyat Gorontalo, beredar di Provinsi
Gorontalo
.
Pikiran Rakyat Maluku, beredar di Provinsi
Maluku
.
Pikiran Rakyat Malut, beredar di Provinsi
Maluku Utara
.
Pikiran Rakyat Papua, beredar di Provinsi
Papua
.
Pikiran Rakyat Papua Pegunungan, beredar di Provinsi
Papua Pegunungan
.
Pikiran Rakyat Papua Barat, beredar di Provinsi
Papua Barat
.
Referensi
^
"57 Tahun Pikiran Rakyat, Berawal dari Ruang Diskusi, Jadi Pengawal Demokrasi"
.
Pikiran Rakyat
. Diakses tanggal
2023-05-22
.
^
"57 Tahun Pikiran Rakyat, Mang Ohle Berubah tetapi Tak Kehilangan Falsafah"
.
Pikiran Rakyat
. Diakses tanggal
2023-05-22
.
^
"57 Tahun Pikiran Rakyat, Lewati Masa Sulit Gelombang Pertama Era Konvergensi"
.
Pikiran Rakyat
. Diakses tanggal
2023-05-22
.
^
Akta nomor: 36 Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pikiran Rakyat Bandung yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 19 April 2023, serta Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum nomor: AHU-AH.01.09-0121887 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Pikiran Rakyat Bandung bertanggal 19 Mei 2023
^
"Liputan Majalah Pantau edisi 1 Juli 2002 "Konglomerat Media Jawa Barat" ditulis oleh Agus Sopian. "PR pada akhirnya mampu memosisikan dirinya sebagai salah satu koran papan atas di sektor periklanannya. Membuka halaman demi halaman PR, ibaratnya seperti menyimak lembaran yellow pages."
"
.
Pantau
. Diakses tanggal
2024-09-04
.
^
"Harian Umum Pikiran Rakjat di Bandung, 1950-1965: Pers Lokal yang Berorientasi Nasional, ringkasan skripsi sarjana yang ditulis oleh Euis Iskantini, S.Pd. untuk Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung dan diterbitkan di HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.6, Vol.III (Desember 2002). Sosok "Mang Ohle" itu ditampilkan sebagai wakil dari rakyat kebanyakan. Menurut Soeharmono Tjitrosoewarno, filosofi yang terkandung dari hadirnya tokoh "Mang Ohle" ini adalah agar Pikiran Rakjat selalu dekat dengan pembacanya, dalam hal ini masyarakat Sunda"
.
UPI
. Diakses tanggal
2024-09-04
.
^
"HU "Pikiran Rakyat" Mendapat Penghargaan Marketeers Award"
. Diarsipkan dari
asli
tanggal 2015-10-06
. Diakses tanggal
2015-10-06
.
Pranala luar
(Indonesia)
Situs resmi
(Indonesia)
ePaper Pikiran Rakyat
Diarsipkan
2015-09-28 di
Wayback Machine
.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak. |
| Markdown | [P2K STEKOM](https://p2k.stekom.ac.id/)
- [Home](https://p2k.stekom.ac.id/)
- [Ensiklopedia](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia)
- [Program Study](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Desain Komunikasi Visual (DKV)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Ilmu Komputer (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Sistem Informasi (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Teknik Informatika (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Bisnis (S.Bns)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Hukum (S.H)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Manajemen (S.M)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Akuntansi (S.Ak)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Teknik Sipil (S.T)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [D3 Teknik Informatika (A.Md.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [D4 Akuntansi Perpajakan (S.Tr.Ak)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [Brosur PMB Universitas](https://bit.ly/brosurPMB_UnivSTEKOM)
# Ensiklopedia Dunia
Temukan artikel dan sumber daya untuk membantu menjawab pertanyaan Anda.
1. [Home](https://p2k.stekom.ac.id/)
2. [Ensiklopedia](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia)
3. Pikiran Rakyat
# Pikiran Rakyat
| | |
|---|---|
| *Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat* | |
|  | |
| Tipe | Kelompok Usaha Multi Media |
| Pendiri | Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita |
| Penerbit | Pikiran Rakyat |
| Didirikan | Maret 24, 1966; 60 tahun lalu (1966-03-24) secara de facto April 21, 1967; 58 tahun lalu (1967-04-21) secara de jure |
| Bahasa | Indonesia |
| Pusat | [Bandung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung "Bandung"), Indonesia |
| Situs web | [www.pikiran-rakyat.com](http://www.pikiran-rakyat.com/) |
| Arsip daring gratis | [ePaper Pikiran Rakyat](http://epaper.pikiran-rakyat.com/) |
**Pikiran Rakyat** adalah kelompok usaha media yang bertumbuh di [Jawa Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Barat "Jawa Barat") dan [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten") (kecuali wilayah Bodebek dan [Tangerang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang "Tangerang") serta [Tangerang Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang_Selatan "Tangerang Selatan"), [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten")).
## Sejarah
Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama *Pikiran Rakyat* berhenti terbit.[\[1\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-1) Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran ***Angkatan Bersenjata*** edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum *Angkatan Bersenjata* yang terbit di [Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jakarta "Jakarta") dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.[\[2\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-2)
Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik [Bandung Lautan Api](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung_Lautan_Api "Bandung Lautan Api"). Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian *Angkatan Bersenjata* edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum ***Pikiran Rakyat***, yang juga dikenal dengan singkatan *PR* hingga saat ini.
Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik *Pikiran Rakyat*. Pada masa ini, oplah *Pikiran Rakyat* pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu, *Pikiran Rakyat* secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.[\[3\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-3)
Pada 9 April 1973, bentuk badan hukumnya diubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama *PT. Pikiran Rakyat Bandung*. Menyusul perubahan status perusahaan, *Pikiran Rakyat* pun segera menata diri. Nilai-nilai idealisme dan etika jurnalistiknya dipadukan dengan manajemen bisnis layaknya sebuah perusahaan modern. Pada awal tahun 1974, *Pikiran Rakyat* mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya perusahaan berhasil melengkapi diri dengan percetakan offset yang dibeli dari fasilitas PMDN dan bantuan [BRI](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/BRI "BRI"). Mesin cetak ini mampu mencetak koran sebanyak 25.000 eksemplar per jam. Sejak tahun itu pula, *Pikiran Rakyat* terus melesat bak meteor mampu menembus dan tinggal landas menuju kepada perwujudan cita-cita yang maju dan berkembang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
*Pikiran Rakyat* kemudian dapat merambah ke seluruh pelosok Jawa Barat dan memantapkan diri sebagai 'korannya orang Jawa Barat', sekaligus yang terbesar di provinsi ini. Padahal sebelumnya, dalam kurun waktu 1967-1973, koran-koran berskala nasional terbitan Jakarta yang mendominasi peredaran koran Jawa Barat. Antara tahun 1975-1986 *Pikiran Rakyat* sempat beredar ke seluruh pelosok Nusantara, jadilah *Pikiran Rakyat* koran nasional yang terbit di daerah. *Pikiran Rakyat* sempat beredar sampai ke [Kuala Lumpur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kuala_Lumpur "Kuala Lumpur"), [Malaysia](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Malaysia "Malaysia") dan [Brunei Darussalam](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Brunei_Darussalam "Brunei Darussalam"). Pada tahun 1986, *Pikiran Rakyat* kembali menjadi koran regional berbasis provinsi Jawa Barat, walaupun sebagian tirasnya beredar di luar Jawa Barat seperti [DKI Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/DKI_Jakarta "DKI Jakarta"), [Jawa Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Tengah "Jawa Tengah"), [Jawa Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Timur "Jawa Timur"), dan beberapa provinsi lainnya.
Pada perkembangan selanjutnya, lembaga ini menjadi identik milik warga Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan. Dari rahimnya kemudian lahir PT Granesia, perusahaan percetakan dan penerbitan yang tak hanya mencetak *Pikiran Rakyat*, lalu secara berturut-turut *Mitra Bisnis* (semula bernama *Mitra Desa*), tabloid berbahasa Sunda *Galura* dan surat kabar *Mitra Dialog* yang berkedudukan di Cirebon. Lalu, pada tahun 1999, sejalan dengan asas otonomi daerah tingkat dua, *Pikiran Rakyat* pun menangkap peluang yang muncul. Karena itulah kemudian men-*take over* Harian Umum *Galamedia* dari PT Surya Persindo Grup sebagai koran Greater Bandung, *Pakuan* yang terbit di Bogor, *Kabar Priangan* di Tasikmalaya, dan *Fajar Banten* di Serang. Perusahaan pun kemudian menangani radio Parahyangan yang kemudian berganti nama sejak tahun 2009 hingga saat ini menjadi PRFM. PRFM mengudara di FM 107.5, menggunakan *jingle* yang sama dengan radio [CHQR](https://en.wikipedia.org/ensiklopedia/CHQR "en:CHQR") yang mengudara di frekuensi 770 AM di [Calgary, Alberta, Kanada](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Calgary,_Alberta,_Kanada "Calgary, Alberta, Kanada"). *Jingle* yang sama juga digunakan oleh radio [Suara Surabaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Suara_Surabaya "Suara Surabaya") yang mengudara di FM 100 di [Kota Surabaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kota_Surabaya "Kota Surabaya"). *Jingle* tersebut diproduksi oleh ReelWorld pada tahun 2007.
Harian Umum Pikiran Rakyat yang diterbitkan oleh PT. Pikiran Rakyat Bandung dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) No. 035/SK. MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal [11 Februari](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/11_Februari "11 Februari") 1986 dan dicetak pada PT Granesia Bandung ini, pada hari-hari tertentu secara periodik terdapat Suplemen Gelora (olahraga), Khazanah (budaya), Geulis (kewanitaan) dan Cakrawala (iptek).
Berbeda dengan perusahaan media Indonesia pada umumnya, Pikiran Rakyat bukan milik seorang atau sekelompok pemilik modal. Sampai dengan perubahan-perubahan legalitas dalam rangka penyesuaian dengan aturan hukum dan perundang-undangan Republik Indonesia, Pikiran Rakyat secara kolektif dimiliki langsung oleh wartawan dan karyawannya sendiri. Akta nomor 35 pendirian âJajasan âPikiran Rakjatâ Bandungâ yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung bertanggal 21 April 1967 mencantumkan nama sejumlah tokoh di Komando Daerah Militer VI Siliwangi saat itu: Hartono Rekso Dharsono, Satibi Darwis, Mohamad Nawawi Alif, Mohamad Moehsin, Masturi, Mohamad Moekim dan Apandi serta sejumlah wartawan, yaitu: Sakti Alamsjah, Atang Ruswita, Yoenoeswinoto, Amir Zainun, Bram Mucharam Darmaprawira, Soeharmono Tjitrosoewarno dan Parman Djajadiredja.Yayasan inilah yang selanjutnya merintis jalan pendirian PT Pikiran Rakyat Bandung yang saat ini telah disesuaikan legalitasnya dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. PT Pikiran Rakyat Bandung didirikan berdasarkan Akta nomor: 6 yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung, bertanggal 9 April 1973, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.YA.5/212/10 bertanggal 13 Juni 1973 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 20 Juni 1973. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan Akta nomor: 5 yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 8 Oktober 2019, yang mengubah maksud dan tujuan perseroan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI). Sebagian besar dari mereka yang sekarang tercatat sebagai pemilik Pikiran Rakyat, selain koperasi karyawan, adalah ahli waris dari para pendiri di tahun 60-an itu.[\[4\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-4)
Dalam rentang lima puluh tahun sejak pendiriannya, Pikiran Rakyat sempat menjadi kisah keberhasilan media daerah yang memosisikan diri sejajar dengan media-media berskala nasional. Pernah dijuluki âkonglomerat media Jawa Baratâ[\[5\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-5) di ranah persuratkabaran, Harian Umum Pikiran Rakyat yang menyandang slogan âDari Rakyat-Oleh Rakyat-Untuk Rakyatâ dengan kolom pojok âOle-ole Si Kabayanâ dan tokoh karikatur âMang Ohleâ dikelola oleh PT Pikiran Rakyat Bandung.[\[6\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-6)
Di kawasan Priangan dan [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten"), sejumlah penerbitan koran lokal dikelola anak-anak perusahaan PT Berkah Pikiran Rakyat dan PT Fajar Pikiran Rakyat. Koran mingguan Galura merupakan wujud kontribusi sosial Pikiran Rakyat turut merawat bahasa lokal Sunda. PT Percetakan dan Penerbitan Granesia merupakan wujud krida para pendiri di sektor grafika pers. Adapun PT Mustika Parahyangan mengelola khazanah penyiaran radio PR FM. Di platform digital sejak tahun 2019, Pikiran Rakyat memercayakan pengelolaan medianya ke PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara.
## Penghargaan
- 2011, Harian Umum Pikiran Rakyat menerima penghargaan dari Founder & President of Mark Plus Inc., Hermawan Kartajaya berupa Indonesia Most Favorite Youth Brand 2011 kategori media cetak yang diberikan Marketeers Award dari Mark Plus.[\[7\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-7)
## Grup Pikiran Rakyat
- Radio PRFM, beredar di wilayah [Bandung Raya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Cekungan_Bandung "Cekungan Bandung") dan sekitarnya.
- Galamedia, beredar di wilayah [Bandung Raya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung_Raya "Bandung Raya") dan sekitarnya.
- Kabar Cirebon, beredar di wilayah [Rebana](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Rebana_\(wilayah_metropolitan\) "Rebana (wilayah metropolitan)") dan sekitarnya.
- Kabar Banten, beredar di Provinsi [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten") (kecuali [Tangerang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang "Tangerang") dan [Tangerang Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang_Selatan "Tangerang Selatan")).
- Kabar Priangan, beredar di [Sumedang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumedang "Sumedang"), [Garut](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Garut "Garut"), [Tasikmalaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tasikmalaya "Tasikmalaya"), [Ciamis](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Ciamis "Ciamis"), [Banjar](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banjar "Banjar"), dan [Pangandaran](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pangandaran,_Pangandaran "Pangandaran, Pangandaran").
- Pikiran Rakyat Aceh, beredar di Provinsi [Aceh](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Aceh "Aceh").
- Pikiran Rakyat Sumut, beredar di Provinsi [Sumatera Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Utara "Sumatera Utara").
- Pikiran Rakyat Sumbar, beredar di Provinsi [Sumatera Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Barat "Sumatera Barat").
- Pikiran Rakyat Sumsel, beredar di Provinsi [Sumatera Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Selatan "Sumatera Selatan").
- Pikiran Rakyat Bengkulu, beredar di Provinsi [Bengkulu](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bengkulu "Bengkulu").
- Pikiran Rakyat Babel, beredar di Provinsi [Bangka Belitung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kepulauan_Bangka_Belitung "Kepulauan Bangka Belitung").
- Pikiran Rakyat Lampung, beredar di Provinsi [Lampung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Lampung "Lampung").
- Pikiran Rakyat Riau, beredar di Provinsi [Riau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Riau "Riau").
- Pikiran Rakyat Kepri, beredar di Provinsi [Kepulauan Riau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kepulauan_Riau "Kepulauan Riau").
- Pikiran Rakyat Jakarta, beredar di Provinsi [DKI Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/DKI_Jakarta "DKI Jakarta") serta Kota [Bekasi](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bekasi "Bekasi"), [Bogor](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bogor "Bogor"), [Depok](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Depok "Depok"), Tangerang, dan Tangerang Selatan
- Pikiran Rakyat Jabar, beredar di Provinsi [Jawa Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Barat "Jawa Barat").
- Pikiran Rakyat Jateng, beredar di Provinsi [Jawa Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Tengah "Jawa Tengah").
- Pikiran Rakyat DIY, beredar di Provinsi [Daerah Istimewa Yogyakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Daerah_Istimewa_Yogyakarta "Daerah Istimewa Yogyakarta").
- Pikiran Rakyat Jatim, beredar di Provinsi [Jawa Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Timur "Jawa Timur").
- Pikiran Rakyat Bali, beredar di Provinsi [Bali](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bali "Bali").
- Pikiran Rakyat NTB, beredar di Provinsi [Nusa Tenggara Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Nusa_Tenggara_Barat "Nusa Tenggara Barat").
- Pikiran Rakyat NTT, beredar di Provinsi [Nusa Tenggara Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Nusa_Tenggara_Timur "Nusa Tenggara Timur").
- Pikiran Rakyat Kalbar, beredar di Provinsi [Kalimantan Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Barat "Kalimantan Barat").
- Pikiran Rakyat Kalsel, beredar di Provinsi [Kalimantan Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Selatan "Kalimantan Selatan").
- Pikiran Rakyat Kaltara, beredar di Provinsi [Kalimantan Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Utara "Kalimantan Utara").
- Pikiran Rakyat Kaltim, beredar di Provinsi [Kalimantan Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Timur "Kalimantan Timur").
- Pikiran Rakyat Sulut, beredar di Provinsi [Sulawesi Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Utara "Sulawesi Utara").
- Pikiran Rakyat Sulsel, beredar di Provinsi [Sulawesi Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Selatan "Sulawesi Selatan").
- Pikiran Rakyat Sultra, beredar di Provinsi [Sulawesi Tenggara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Tenggara "Sulawesi Tenggara").
- Pikiran Rakyat Sulbar, beredar di Provinsi [Sulawesi Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Barat "Sulawesi Barat").
- Pikiran Rakyat Sulteng, beredar di Provinsi [Sulawesi Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Tengah "Sulawesi Tengah").
- Pikiran Rakyat Gorontalo, beredar di Provinsi [Gorontalo](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Gorontalo "Gorontalo").
- Pikiran Rakyat Maluku, beredar di Provinsi [Maluku](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Maluku "Maluku").
- Pikiran Rakyat Malut, beredar di Provinsi [Maluku Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Maluku_Utara "Maluku Utara").
- Pikiran Rakyat Papua, beredar di Provinsi [Papua](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua "Papua").
- Pikiran Rakyat Papua Pegunungan, beredar di Provinsi [Papua Pegunungan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua_Pegunungan "Papua Pegunungan").
- Pikiran Rakyat Papua Barat, beredar di Provinsi [Papua Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua_Barat "Papua Barat").
## Referensi
1. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-1)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Berawal dari Ruang Diskusi, Jadi Pengawal Demokrasi"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016464892/57-tahun-pikiran-rakyat-berawal-dari-ruang-diskusi-jadi-pengawal-demokrasi?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
2. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-2)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Mang Ohle Berubah tetapi Tak Kehilangan Falsafah"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016448299/57-tahun-pikiran-rakyat-mang-ohle-berubah-tetapi-tak-kehilangan-falsafah?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
3. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-3)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Lewati Masa Sulit Gelombang Pertama Era Konvergensi"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016465015/57-tahun-pikiran-rakyat-lewati-masa-sulit-gelombang-pertama-era-konvergensi?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
4. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-4)** Akta nomor: 36 Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pikiran Rakyat Bandung yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 19 April 2023, serta Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum nomor: AHU-AH.01.09-0121887 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Pikiran Rakyat Bandung bertanggal 19 Mei 2023
5. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-5)**
["Liputan Majalah Pantau edisi 1 Juli 2002 "Konglomerat Media Jawa Barat" ditulis oleh Agus Sopian. "PR pada akhirnya mampu memosisikan dirinya sebagai salah satu koran papan atas di sektor periklanannya. Membuka halaman demi halaman PR, ibaratnya seperti menyimak lembaran yellow pages.""](https://www.pantau.or.id/liputan/2002/07/konglomerat-media-jawa-barat/). *[Pantau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#Pantau&action=edit&redlink=1 "Pantau (halaman belum tersedia)")*. Diakses tanggal 2024-09-04.
6. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-6)**
["Harian Umum Pikiran Rakjat di Bandung, 1950-1965: Pers Lokal yang Berorientasi Nasional, ringkasan skripsi sarjana yang ditulis oleh Euis Iskantini, S.Pd. untuk Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung dan diterbitkan di HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.6, Vol.III (Desember 2002). Sosok "Mang Ohle" itu ditampilkan sebagai wakil dari rakyat kebanyakan. Menurut Soeharmono Tjitrosoewarno, filosofi yang terkandung dari hadirnya tokoh "Mang Ohle" ini adalah agar Pikiran Rakjat selalu dekat dengan pembacanya, dalam hal ini masyarakat Sunda"](https://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/harian-umum-pikiran-rakjat-di-bandung-1950-1965-pers-lokal-yang-berorientasi-nasional/). *[UPI](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/UPI "UPI")*. Diakses tanggal 2024-09-04.
7. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-7)**
["HU "Pikiran Rakyat" Mendapat Penghargaan Marketeers Award"](https://web.archive.org/web/20151006150222/http://www.pikiran-rakyat.com/node/143997). Diarsipkan dari [asli](http://www.pikiran-rakyat.com/node/143997) tanggal 2015-10-06. Diakses tanggal 2015-10-06.
## Pranala luar
- (Indonesia) [Situs resmi](http://www.pikiran-rakyat.com/)
- (Indonesia) [ePaper Pikiran Rakyat](http://epaper.pikiran-rakyat.com/) [Diarsipkan](https://web.archive.org/web/20150928031623/http://epaper.pikiran-rakyat.com/) 2015-09-28 di [Wayback Machine](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Wayback_Machine "Wayback Machine").
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.
[](https://toploker.com/)
### Beranda
- [Home](https://p2k.stekom.ac.id/)
- [Pendaftaran Mahasiswa](https://pmb.stekom.ac.id/)
- [Info Beasiswa](https://beasiswa.stekom.ac.id/)
- [Uang/Biaya Perkuliahan](https://p2k.stekom.ac.id/hal/biaya-perkuliahan)
- [Benefit Unggulan](https://p2k.stekom.ac.id/hal/benefit-unggulan)
- [Ribuan Loker Setiap Hari](https://toploker.com/)
### Program Studi
- [S1 Desain Komunikasi Visual (DKV)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Ilmu Komputer (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Sistem Informasi (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Teknik Informatika (S.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Bisnis (S.Bns)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Hukum (S.H)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Manajemen (S.M)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Akuntansi (S.Ak)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [S1 Teknik Sipil (S.T)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [D3 Teknik Informatika (A.Md.Kom)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
- [D4 Akuntansi Perpajakan (S.Tr.Ak)](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat)
[](https://karir.news/)
#### Pusat Layanan
##### [UNIVERSITAS STEKOM](https://stekom.ac.id/)
##### [STIE STEKOM](https://stiestekom.ac.id/)
[Kelas Karyawan](https://kew.stekom.ac.id/)
#### Alamat
Jl. Majapahit 605
Semarang, Jawa tengah
Indonesia
#### Hubungi Kami
[0-8888-9999-71](https://wa.me/628888999971)
[\[email protected\]](https://p2k.stekom.ac.id/cdn-cgi/l/email-protection#d6a6bbb496a5a2b3bdb9bbf8b7b5f8bfb2)
Powered by [P2K Universitas STEKOM](https://p2k.stekom.ac.id/)
Ă
[](http://kew.stekom.ac.id/?utm_source=ad+bottom+p2k) |
| Readable Markdown | | | |
|---|---|
| *Dari Rakyat - Oleh Rakyat - Untuk Rakyat* | |
|  | |
| Tipe | Kelompok Usaha Multi Media |
| Pendiri | Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita |
| Penerbit | Pikiran Rakyat |
| Didirikan | Maret 24, 1966; 60 tahun lalu secara de facto April 21, 1967; 58 tahun lalu secara de jure |
| Bahasa | Indonesia |
| Pusat | [Bandung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung "Bandung"), Indonesia |
| Situs web | [www.pikiran-rakyat.com](http://www.pikiran-rakyat.com/) |
| Arsip daring gratis | [ePaper Pikiran Rakyat](http://epaper.pikiran-rakyat.com/) |
**Pikiran Rakyat** adalah kelompok usaha media yang bertumbuh di [Jawa Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Barat "Jawa Barat") dan [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten") (kecuali wilayah Bodebek dan [Tangerang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang "Tangerang") serta [Tangerang Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang_Selatan "Tangerang Selatan"), [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten")).
Sejarah
Pada Bulan Januari 1966, di Kota Bandung terdapat sejumlah wartawan yang kehilangan pekerjaan, akibat koran milik Bandung N.V. bernama *Pikiran Rakyat* berhenti terbit.[\[1\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-1) Koran yang pertama kali terbit pada 30 Mei 1950 ini harus berhenti karena terlambat memenuhi ketentuan yang mengharuskan setiap koran untuk berafiliasi dengan salah satu kekuatan politik atau memilih bergabung dengan koran yang ditentukan Departemen Penerangan. Atas dorongan Panglima Kodam (Pangdam) Siliwangi Ibrahim Adjie pada waktu itu, wartawan-wartawan tadi yang diwakili Sakti Alamsyah dan Atang Ruswita menerbitkan koran ***Angkatan Bersenjata*** edisi Jawa Barat yang berafiliasi dengan harian umum *Angkatan Bersenjata* yang terbit di [Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jakarta "Jakarta") dengan surat izin terbit (SIT) No. 021/SK/DPHM/SIT/1966.[\[2\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-2)
Nomor perdana yang terbit pada 24 Maret 1966 ini bertepatan dengan peringatan ke-20 peristiwa heroik [Bandung Lautan Api](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung_Lautan_Api "Bandung Lautan Api"). Namun, belum genap setahun koran ini terbit, Menteri Penerangan mencabut kembali peraturannya tentang keharusan berafiliasi. Pangdam Siliwangi pun serta merta melepas sepenuhnya ketergantungan koran ini dengan Kodam. Seiring dengan keputusan ini pulalah, terhitung 24 Maret 1967, harian *Angkatan Bersenjata* edisi Jawa Barat berganti nama menjadi harian umum ***Pikiran Rakyat***, yang juga dikenal dengan singkatan *PR* hingga saat ini.
Enam tahun pertama sejak masa kelahirannya, bisa dikatakan merupakan masa-masa penuh keprihatinan. Kantor maupun peralatan cetak dan tulis bukanlah milik *Pikiran Rakyat*. Pada masa ini, oplah *Pikiran Rakyat* pun tak pernah lebih dari 200.000 eksemplar per harinya. Namun berkat kegigihan dan keuletan yang didasari jiwa idealisme para perintis saat itu, *Pikiran Rakyat* secara pasti terus mendapat tempat di hati pembacanya.[\[3\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-3)
Pada 9 April 1973, bentuk badan hukumnya diubah dari yayasan menjadi perseroan terbatas dengan nama *PT. Pikiran Rakyat Bandung*. Menyusul perubahan status perusahaan, *Pikiran Rakyat* pun segera menata diri. Nilai-nilai idealisme dan etika jurnalistiknya dipadukan dengan manajemen bisnis layaknya sebuah perusahaan modern. Pada awal tahun 1974, *Pikiran Rakyat* mencatat peristiwa penting. Untuk pertama kalinya perusahaan berhasil melengkapi diri dengan percetakan offset yang dibeli dari fasilitas PMDN dan bantuan [BRI](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/BRI "BRI"). Mesin cetak ini mampu mencetak koran sebanyak 25.000 eksemplar per jam. Sejak tahun itu pula, *Pikiran Rakyat* terus melesat bak meteor mampu menembus dan tinggal landas menuju kepada perwujudan cita-cita yang maju dan berkembang, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
*Pikiran Rakyat* kemudian dapat merambah ke seluruh pelosok Jawa Barat dan memantapkan diri sebagai 'korannya orang Jawa Barat', sekaligus yang terbesar di provinsi ini. Padahal sebelumnya, dalam kurun waktu 1967-1973, koran-koran berskala nasional terbitan Jakarta yang mendominasi peredaran koran Jawa Barat. Antara tahun 1975-1986 *Pikiran Rakyat* sempat beredar ke seluruh pelosok Nusantara, jadilah *Pikiran Rakyat* koran nasional yang terbit di daerah. *Pikiran Rakyat* sempat beredar sampai ke [Kuala Lumpur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kuala_Lumpur "Kuala Lumpur"), [Malaysia](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Malaysia "Malaysia") dan [Brunei Darussalam](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Brunei_Darussalam "Brunei Darussalam"). Pada tahun 1986, *Pikiran Rakyat* kembali menjadi koran regional berbasis provinsi Jawa Barat, walaupun sebagian tirasnya beredar di luar Jawa Barat seperti [DKI Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/DKI_Jakarta "DKI Jakarta"), [Jawa Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Tengah "Jawa Tengah"), [Jawa Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Timur "Jawa Timur"), dan beberapa provinsi lainnya.
Pada perkembangan selanjutnya, lembaga ini menjadi identik milik warga Jawa Barat. Dari aspek bisnis pun terjadi pertumbuhan yang signifikan. Dari rahimnya kemudian lahir PT Granesia, perusahaan percetakan dan penerbitan yang tak hanya mencetak *Pikiran Rakyat*, lalu secara berturut-turut *Mitra Bisnis* (semula bernama *Mitra Desa*), tabloid berbahasa Sunda *Galura* dan surat kabar *Mitra Dialog* yang berkedudukan di Cirebon. Lalu, pada tahun 1999, sejalan dengan asas otonomi daerah tingkat dua, *Pikiran Rakyat* pun menangkap peluang yang muncul. Karena itulah kemudian men-*take over* Harian Umum *Galamedia* dari PT Surya Persindo Grup sebagai koran Greater Bandung, *Pakuan* yang terbit di Bogor, *Kabar Priangan* di Tasikmalaya, dan *Fajar Banten* di Serang. Perusahaan pun kemudian menangani radio Parahyangan yang kemudian berganti nama sejak tahun 2009 hingga saat ini menjadi PRFM. PRFM mengudara di FM 107.5, menggunakan *jingle* yang sama dengan radio [CHQR](https://en.wikipedia.org/ensiklopedia/CHQR "en:CHQR") yang mengudara di frekuensi 770 AM di [Calgary, Alberta, Kanada](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Calgary,_Alberta,_Kanada "Calgary, Alberta, Kanada"). *Jingle* yang sama juga digunakan oleh radio [Suara Surabaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Suara_Surabaya "Suara Surabaya") yang mengudara di FM 100 di [Kota Surabaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kota_Surabaya "Kota Surabaya"). *Jingle* tersebut diproduksi oleh ReelWorld pada tahun 2007.
Harian Umum Pikiran Rakyat yang diterbitkan oleh PT. Pikiran Rakyat Bandung dengan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) No. 035/SK. MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal [11 Februari](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/11_Februari "11 Februari") 1986 dan dicetak pada PT Granesia Bandung ini, pada hari-hari tertentu secara periodik terdapat Suplemen Gelora (olahraga), Khazanah (budaya), Geulis (kewanitaan) dan Cakrawala (iptek).
Berbeda dengan perusahaan media Indonesia pada umumnya, Pikiran Rakyat bukan milik seorang atau sekelompok pemilik modal. Sampai dengan perubahan-perubahan legalitas dalam rangka penyesuaian dengan aturan hukum dan perundang-undangan Republik Indonesia, Pikiran Rakyat secara kolektif dimiliki langsung oleh wartawan dan karyawannya sendiri. Akta nomor 35 pendirian âJajasan âPikiran Rakjatâ Bandungâ yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung bertanggal 21 April 1967 mencantumkan nama sejumlah tokoh di Komando Daerah Militer VI Siliwangi saat itu: Hartono Rekso Dharsono, Satibi Darwis, Mohamad Nawawi Alif, Mohamad Moehsin, Masturi, Mohamad Moekim dan Apandi serta sejumlah wartawan, yaitu: Sakti Alamsjah, Atang Ruswita, Yoenoeswinoto, Amir Zainun, Bram Mucharam Darmaprawira, Soeharmono Tjitrosoewarno dan Parman Djajadiredja.Yayasan inilah yang selanjutnya merintis jalan pendirian PT Pikiran Rakyat Bandung yang saat ini telah disesuaikan legalitasnya dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. PT Pikiran Rakyat Bandung didirikan berdasarkan Akta nomor: 6 yang dibuat oleh notaris Noezar, S.H. di Bandung, bertanggal 9 April 1973, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.YA.5/212/10 bertanggal 13 Juni 1973 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bandung pada tanggal 20 Juni 1973. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan Akta nomor: 5 yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 8 Oktober 2019, yang mengubah maksud dan tujuan perseroan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI). Sebagian besar dari mereka yang sekarang tercatat sebagai pemilik Pikiran Rakyat, selain koperasi karyawan, adalah ahli waris dari para pendiri di tahun 60-an itu.[\[4\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-4)
Dalam rentang lima puluh tahun sejak pendiriannya, Pikiran Rakyat sempat menjadi kisah keberhasilan media daerah yang memosisikan diri sejajar dengan media-media berskala nasional. Pernah dijuluki âkonglomerat media Jawa Baratâ[\[5\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-5) di ranah persuratkabaran, Harian Umum Pikiran Rakyat yang menyandang slogan âDari Rakyat-Oleh Rakyat-Untuk Rakyatâ dengan kolom pojok âOle-ole Si Kabayanâ dan tokoh karikatur âMang Ohleâ dikelola oleh PT Pikiran Rakyat Bandung.[\[6\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-6)
Di kawasan Priangan dan [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten"), sejumlah penerbitan koran lokal dikelola anak-anak perusahaan PT Berkah Pikiran Rakyat dan PT Fajar Pikiran Rakyat. Koran mingguan Galura merupakan wujud kontribusi sosial Pikiran Rakyat turut merawat bahasa lokal Sunda. PT Percetakan dan Penerbitan Granesia merupakan wujud krida para pendiri di sektor grafika pers. Adapun PT Mustika Parahyangan mengelola khazanah penyiaran radio PR FM. Di platform digital sejak tahun 2019, Pikiran Rakyat memercayakan pengelolaan medianya ke PT Kolaborasi Mediapreneur Nusantara.
Penghargaan
- 2011, Harian Umum Pikiran Rakyat menerima penghargaan dari Founder & President of Mark Plus Inc., Hermawan Kartajaya berupa Indonesia Most Favorite Youth Brand 2011 kategori media cetak yang diberikan Marketeers Award dari Mark Plus.[\[7\]](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_note-7)
Grup Pikiran Rakyat
- Radio PRFM, beredar di wilayah [Bandung Raya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Cekungan_Bandung "Cekungan Bandung") dan sekitarnya.
- Galamedia, beredar di wilayah [Bandung Raya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bandung_Raya "Bandung Raya") dan sekitarnya.
- Kabar Cirebon, beredar di wilayah [Rebana](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Rebana_\(wilayah_metropolitan\) "Rebana (wilayah metropolitan)") dan sekitarnya.
- Kabar Banten, beredar di Provinsi [Banten](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banten "Banten") (kecuali [Tangerang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang "Tangerang") dan [Tangerang Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tangerang_Selatan "Tangerang Selatan")).
- Kabar Priangan, beredar di [Sumedang](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumedang "Sumedang"), [Garut](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Garut "Garut"), [Tasikmalaya](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tasikmalaya "Tasikmalaya"), [Ciamis](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Ciamis "Ciamis"), [Banjar](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Banjar "Banjar"), dan [Pangandaran](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pangandaran,_Pangandaran "Pangandaran, Pangandaran").
- Pikiran Rakyat Aceh, beredar di Provinsi [Aceh](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Aceh "Aceh").
- Pikiran Rakyat Sumut, beredar di Provinsi [Sumatera Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Utara "Sumatera Utara").
- Pikiran Rakyat Sumbar, beredar di Provinsi [Sumatera Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Barat "Sumatera Barat").
- Pikiran Rakyat Sumsel, beredar di Provinsi [Sumatera Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sumatera_Selatan "Sumatera Selatan").
- Pikiran Rakyat Bengkulu, beredar di Provinsi [Bengkulu](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bengkulu "Bengkulu").
- Pikiran Rakyat Babel, beredar di Provinsi [Bangka Belitung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kepulauan_Bangka_Belitung "Kepulauan Bangka Belitung").
- Pikiran Rakyat Lampung, beredar di Provinsi [Lampung](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Lampung "Lampung").
- Pikiran Rakyat Riau, beredar di Provinsi [Riau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Riau "Riau").
- Pikiran Rakyat Kepri, beredar di Provinsi [Kepulauan Riau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kepulauan_Riau "Kepulauan Riau").
- Pikiran Rakyat Jakarta, beredar di Provinsi [DKI Jakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/DKI_Jakarta "DKI Jakarta") serta Kota [Bekasi](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bekasi "Bekasi"), [Bogor](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bogor "Bogor"), [Depok](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Depok "Depok"), Tangerang, dan Tangerang Selatan
- Pikiran Rakyat Jabar, beredar di Provinsi [Jawa Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Barat "Jawa Barat").
- Pikiran Rakyat Jateng, beredar di Provinsi [Jawa Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Tengah "Jawa Tengah").
- Pikiran Rakyat DIY, beredar di Provinsi [Daerah Istimewa Yogyakarta](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Daerah_Istimewa_Yogyakarta "Daerah Istimewa Yogyakarta").
- Pikiran Rakyat Jatim, beredar di Provinsi [Jawa Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Jawa_Timur "Jawa Timur").
- Pikiran Rakyat Bali, beredar di Provinsi [Bali](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Bali "Bali").
- Pikiran Rakyat NTB, beredar di Provinsi [Nusa Tenggara Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Nusa_Tenggara_Barat "Nusa Tenggara Barat").
- Pikiran Rakyat NTT, beredar di Provinsi [Nusa Tenggara Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Nusa_Tenggara_Timur "Nusa Tenggara Timur").
- Pikiran Rakyat Kalbar, beredar di Provinsi [Kalimantan Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Barat "Kalimantan Barat").
- Pikiran Rakyat Kalsel, beredar di Provinsi [Kalimantan Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Selatan "Kalimantan Selatan").
- Pikiran Rakyat Kaltara, beredar di Provinsi [Kalimantan Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Utara "Kalimantan Utara").
- Pikiran Rakyat Kaltim, beredar di Provinsi [Kalimantan Timur](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Kalimantan_Timur "Kalimantan Timur").
- Pikiran Rakyat Sulut, beredar di Provinsi [Sulawesi Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Utara "Sulawesi Utara").
- Pikiran Rakyat Sulsel, beredar di Provinsi [Sulawesi Selatan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Selatan "Sulawesi Selatan").
- Pikiran Rakyat Sultra, beredar di Provinsi [Sulawesi Tenggara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Tenggara "Sulawesi Tenggara").
- Pikiran Rakyat Sulbar, beredar di Provinsi [Sulawesi Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Barat "Sulawesi Barat").
- Pikiran Rakyat Sulteng, beredar di Provinsi [Sulawesi Tengah](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Sulawesi_Tengah "Sulawesi Tengah").
- Pikiran Rakyat Gorontalo, beredar di Provinsi [Gorontalo](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Gorontalo "Gorontalo").
- Pikiran Rakyat Maluku, beredar di Provinsi [Maluku](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Maluku "Maluku").
- Pikiran Rakyat Malut, beredar di Provinsi [Maluku Utara](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Maluku_Utara "Maluku Utara").
- Pikiran Rakyat Papua, beredar di Provinsi [Papua](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua "Papua").
- Pikiran Rakyat Papua Pegunungan, beredar di Provinsi [Papua Pegunungan](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua_Pegunungan "Papua Pegunungan").
- Pikiran Rakyat Papua Barat, beredar di Provinsi [Papua Barat](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Papua_Barat "Papua Barat").
Referensi
1. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-1)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Berawal dari Ruang Diskusi, Jadi Pengawal Demokrasi"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016464892/57-tahun-pikiran-rakyat-berawal-dari-ruang-diskusi-jadi-pengawal-demokrasi?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
2. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-2)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Mang Ohle Berubah tetapi Tak Kehilangan Falsafah"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016448299/57-tahun-pikiran-rakyat-mang-ohle-berubah-tetapi-tak-kehilangan-falsafah?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
3. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-3)**
["57 Tahun Pikiran Rakyat, Lewati Masa Sulit Gelombang Pertama Era Konvergensi"](https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-016465015/57-tahun-pikiran-rakyat-lewati-masa-sulit-gelombang-pertama-era-konvergensi?page=all). *Pikiran Rakyat*. Diakses tanggal 2023-05-22.
4. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-4)** Akta nomor: 36 Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pikiran Rakyat Bandung yang dibuat oleh notaris In-in Inayat Amintapura, S.H. di Bandung, bertanggal 19 April 2023, serta Surat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum nomor: AHU-AH.01.09-0121887 Perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Pikiran Rakyat Bandung bertanggal 19 Mei 2023
5. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-5)**
["Liputan Majalah Pantau edisi 1 Juli 2002 "Konglomerat Media Jawa Barat" ditulis oleh Agus Sopian. "PR pada akhirnya mampu memosisikan dirinya sebagai salah satu koran papan atas di sektor periklanannya. Membuka halaman demi halaman PR, ibaratnya seperti menyimak lembaran yellow pages.""](https://www.pantau.or.id/liputan/2002/07/konglomerat-media-jawa-barat/). *[Pantau](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#Pantau&action=edit&redlink=1 "Pantau (halaman belum tersedia)")*. Diakses tanggal 2024-09-04.
6. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-6)**
["Harian Umum Pikiran Rakjat di Bandung, 1950-1965: Pers Lokal yang Berorientasi Nasional, ringkasan skripsi sarjana yang ditulis oleh Euis Iskantini, S.Pd. untuk Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung dan diterbitkan di HISTORIA: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.6, Vol.III (Desember 2002). Sosok "Mang Ohle" itu ditampilkan sebagai wakil dari rakyat kebanyakan. Menurut Soeharmono Tjitrosoewarno, filosofi yang terkandung dari hadirnya tokoh "Mang Ohle" ini adalah agar Pikiran Rakjat selalu dekat dengan pembacanya, dalam hal ini masyarakat Sunda"](https://sejarah.upi.edu/artikel/dosen/harian-umum-pikiran-rakjat-di-bandung-1950-1965-pers-lokal-yang-berorientasi-nasional/). *[UPI](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/UPI "UPI")*. Diakses tanggal 2024-09-04.
7. **[^](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat#cite_ref-7)**
["HU "Pikiran Rakyat" Mendapat Penghargaan Marketeers Award"](https://web.archive.org/web/20151006150222/http://www.pikiran-rakyat.com/node/143997). Diarsipkan dari [asli](http://www.pikiran-rakyat.com/node/143997) tanggal 2015-10-06. Diakses tanggal 2015-10-06.
Pranala luar
- (Indonesia) [Situs resmi](http://www.pikiran-rakyat.com/)
- (Indonesia) [ePaper Pikiran Rakyat](http://epaper.pikiran-rakyat.com/) [Diarsipkan](https://web.archive.org/web/20150928031623/http://epaper.pikiran-rakyat.com/) 2015-09-28 di [Wayback Machine](https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Wayback_Machine "Wayback Machine").
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak. |
| Shard | 23 (laksa) |
| Root Hash | 11700075433556214423 |
| Unparsed URL | id,ac,stekom!p2k,/ensiklopedia/Pikiran_Rakyat s443 |