🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 71 (from laksa005)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

📄
INDEXABLE
CRAWLED
1 month ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH1 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://kumparan.com/berita-unik/hukum-termodinamika-2-bagaimana-prosesnya-1w7LnMwugpP
Last Crawled2026-03-17 06:53:40 (1 month ago)
First Indexed2021-07-15 11:24:34 (4 years ago)
HTTP Status Code200
Meta TitleHukum Termodinamika 2, Bagaimana Prosesnya? | kumparan.com
Meta DescriptionHukum termodinamika 2 membahas mengenai kalor. Beberapa aplikasi yang menggunakan hukum termodinamika 2 adalah mesin Carnot dan mesin pendingin.
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: Shutterstock Penerapan Hukum Termodinamika 2 Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: flickr "Kalor mengalir secara spontan dari benda bertemperatur lebih tinggi ke benda bertemperatur lebih rendah, tetapi tidak sebaliknya, kecuali pada kedua benda tersebut dilakukan pemaksaan dengan usaha luar." Contoh Penerapan Hukum Termodinamika 2 1. Mesin Carnot Ilustrasi siklus Carnot. Foto: NASA Rumus menghitung efisiensi mesin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan 2. Mesin Pendingin Ilustrasi mesin pendingin. Foto: Flickr Rumus koefisien daya guna pada mesin pendingin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan
Markdown
[![Berita Unik](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_64,ar_1:1/v1584080620/u3tlyfpi0gueiqvyba4a.jpg) Berita Unik](https://kumparan.com/) - [![home](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/home-0c3385e73e27ae374dae84c6ebc35a1a.svg)](https://kumparan.com/) - ![moon](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/moon-6325662ffd82caff7dd036048ac5f5c8.svg) - ![notification](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/notification-8d76d01c73e8b61326d144cf8b43e250.svg) - Masuk - Buat Tulisan - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/breaking-news-category-v2-color-aa700effff0b1e4844dda19664fef5a0.png)](https://kumparan.com/breakingnews) - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/category-video-3564ed119630afc6509afed709c8de1e.png) Video Story](https://kumparan.com/video-story) - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/category-picture-b6b03389b58722fa769550b263b91640.png) Galeri Foto](https://kumparan.com/topic/galeri-foto) - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/category-kabar-daerah-1e76e8910a9fd9ad906999b4ec73dc60.png) Kabar Daerah](https://kumparan.com/kabar-daerah) - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/category-polling-16db2cc6f62fe4ddbf6981a3eaa60a3d.png) Polling](https://kumparan.com/topic/polling-kumparan) - [![](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/logos/category-zodiac-730dd79fa6dc771d0d2e4da01f3632a7.png) Zodiak](https://kumparan.com/topic/zodiak) - [Tentang Kami](https://showcase.kumparan.com/about-us) - [Pedoman Media Siber](https://showcase.kumparan.com/pedoman-media-siber) - [Ketentuan & Kebijakan Privasi](https://kumparan.com/ketentuan-dan-kebijakan-privasi) - [Panduan Komunitas](https://showcase.kumparan.com/panduan-komunitas) - [Peringkat Penulis](https://kumparan.com/user-campaign) - [Cara Menulis di kumparan](https://kumparan.com/kolaborasi/cara-sukses-menulis-di-kumparan-1vCuZrrTxYy) - [Informasi Kerja Sama](https://showcase.kumparan.com/collaboration) - [Bantuan](https://showcase.kumparan.com/bantuan) - [Iklan](https://showcase.kumparan.com/collaboration) - [Karir](https://showcase.kumparan.com/career) - [Instagram](https://www.instagram.com/kumparancom/) - [Facebook](https://www.facebook.com/kumparancom/) - [Tiktok](https://www.tiktok.com/@kumparan) - [Youtube](https://www.youtube.com/channel/UCm2Fz7aL464TC_0uG_yagng) - [Whatsapp](https://www.whatsapp.com/channel/0029VaG5fW9EquiTFt1ZjN1r) - [X](https://x.com/kumparan) 2026 © PT Dynamo Media Network Version 1.122.0 ![news-card-video](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/news-card-video-28ddbe495938a01e01d1f24a3c2dce62.svg) Jakarta ![chevron-down](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/chevron-down-0e5634cdc41addb457c2a3392b1477b8.svg) imsak subuh dzuhur ashar maghrib isya ![arrow-right](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/arrow-right-6d1ac9424df0b0185073aa77a233d96e.svg) Lihat Jadwal Selengkapnya - [Beranda](https://kumparan.com/)![chevron-next](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/chevron-next-eae45a62638ca55fd6bf0a37aedd39c3.svg) - [Tekno & Sains](https://kumparan.com/channel/tekno-sains) Konten dari Pengguna # Hukum Termodinamika 2, Bagaimana Prosesnya? [![Berita Unik](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_128,ar_1:1/v1584080620/u3tlyfpi0gueiqvyba4a.jpg) Berita Unik](https://kumparan.com/berita-unik) 13 Juli 2021 8:50 WIB·waktu baca 3 menit ![clock](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/clock-d4e8c0eb1a90f372c0c16c585960649e.svg) Diperbarui 13 Agustus 2021 14:04 WIB ![like](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/like-b9efeb0d68cf9727c8345a50e56188e5.svg) 0 [![comment](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/comment-7e661089c78504ef52ee485597e656c2.svg) 0](https://kumparan.com/berita-unik/response/hukum-termodinamika-2-bagaimana-prosesnya-1w7LnMwugpP) ![sosmed-whatsapp-white](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/sosmed-whatsapp-white-0e88d42a37882509701d15aa330c13b9.svg) ![copy-circle](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/copy-circle-d1afd0b03a79e81e6bc275f739192fe9.svg) ![more-vertical](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/more-vertical-3e190b5ed942a2cd3c370d76b870ad2d.svg) Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan ![Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: Shutterstock](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1626060163/vmimhsez8dcxtlzjbhpn.jpg) ![zoom-in-white](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/zoom-in-white-86764a09a22e8c325202d741307c1377.svg)Perbesar Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: Shutterstock ADVERTISEMENT Pada artikel ini, kita akan [belajar](https://kumparan.com/topic/belajar) mengenai hukum termodinamika 2 yang membahas mengenai aliran kalor. ADVERTISEMENT Saat ingin menaikkan temperatur atau suhu benda, kamu bisa menambahkan benda kedua. Kemudian, menempelkannya ke benda pertama yang temperaturnya lebih tinggi. Misalnya, saat kamu ingin mendidihkan air, nantinya bisa menambahkan api untuk membuat suhu air bertambah. Jadi, kalor akan mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah. Lalu, bagaimana jika kamu ingin menurunkan suhu pada suatu benda? Jika benda bersuhu tinggi berubah menjadi lebih rendah, maka kalor pada benda tersebut bakal keluar dari benda. Contohnya, saat kamu ingin mendinginkan sendok yang panas, kemudian bisa menaruhnya di lantai yang dingin. Artinya, kalor dari sendok yang panas akan mengalir ke lantai dengan suhu yang jauh lebih rendah. ADVERTISEMENT Lalu, bagaimana jika benda kedua yang digunakan untuk menurunkan suhu memiliki temperatur yang sama atau lebih tinggi? Hal ini bisa dilakukan dengan memaksa kalor keluar. ## Penerapan Hukum Termodinamika 2 Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: flickr Mengutip buku *Termodinamika* terbitan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bunyi hukum termodinamika 2 adalah ""Kalor mengalir secara spontan dari benda bertemperatur lebih tinggi ke benda bertemperatur lebih rendah, tetapi tidak sebaliknya, kecuali pada kedua benda tersebut dilakukan pemaksaan dengan usaha luar."" Dikutip dari *Akselerasi* [*Fisika*](https://kumparan.com/topic/fisika),hukum termodinamika 2 membahas mengenai pembatasan perubahan energi yang dapat berlangsung dan tidak dapat berlangsung. Rudolf Clausius menyatakan sebuah rumusan Clausius mengenai hukum termodinamika 2, yaitu kalor akan mengalir secara spontan dari benda yang bersuhu tinggi ke bersuhu rendah. Lalu, tidak mengalir spontan ke arah sebaliknya. ADVERTISEMENT Sedangkan untuk permasalahan entropi, hukum termodinamika 2 menjelaskan jika total entropi jagat raya tidak akan terjadi pada proses *reversible* (∆S = 0), namun akan bertambah pada proses *irreversible* (∆S \>0). Secara alami, proses termodinamika yang berlangsung adalah *irreversible* atau proses yang berlangsung secara spontan pada satu arah, tetapi tidak pada arah sebaliknya. Namun, ada juga proses *reversible* atau proses bolak balik. Contohnya adalah proses yang terjadi pada dua benda dengan suhu yang selisihnya sedikit. Kita juga tidak akan bisa membuat sebuah mesin kalor yang dapat bekerja dalam satu siklus yang bisa menyerap seluruh kalor dari sebuah reservoir, lalu mengubah seluruhnya menjadi usaha luar. Mesin kalor merupakan pembahasan yang dilakukan oleh Kelvin dan Planck yang dikenal dengan rumusan Kelvin-Planck tentang hukum termodinamika 2 pada mesin kalor. ADVERTISEMENT ## **Contoh Penerapan Hukum Termodinamika 2** ## **1\. Mesin Carnot** Menurut hukum termodinamika 2 dan aplikasinya, tidak ada mesin kalor yang bekerja dengan efisiensi 100%. Pertanyaannya, berapa efisiensi maksimal yang diberikan oleh mesin jika dua reservoir panas memiliki suhu yang berbeda? Ilmuwan bernama Sadi Carnot membuat sebuah hipotesis mesin kalor ideal dan menjawab pertanyaan tersebut. Mesin tersebut memiliki efisiensi maksimal yang sesuai dengan hukum termodinamika 2. Siklus pada mesin tersebut disebut dengan Carnot. Ilustrasi siklus Carnot. Foto: NASA Perpindahan panas yang terjadi pada mesin Carnot tidak boleh memiliki perbedaan suhu yang cukup besar. Saat mesin tersebut mengambil sebuah panas dari reservoir panas pada suhu T1, maka bahan yang bekerja di dalam mesin juga harus ada pada suhu T1. ADVERTISEMENT Sehingga, pada mesin yang menggunakan siklus Carnot ini, proses yang bekerja adalah dua proses isotermal reversible dan dua proses adabatik. Siklus Carnot merupakan dasar pembuatan mesin yang ideal yang disebut dengan mesin Carnot. Untuk menghitung efisiensi mesin Carnot, kamu bisa menggunakan [rumus](https://kumparan.com/topic/rumus) hukum termodinamika 2 berikut ini: Rumus menghitung efisiensi mesin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan Di mana, **η** adalah efisiensi mesin, **W** adalah usaha, **Q1** adalah kalor yang diserap dari reservoir tinggi, **Q2** adalah kalor yang dilepas dari reservoir rendah, **T1** adalah suhu reversoir tinggi, dan **T2** adalah suhu reservoir rendah. ## **2\. Mesin Pendingin** Ilustrasi mesin pendingin. Foto: Flickr Mesin pendingin atau *refrigerator* adalah mesin yang dipaksa mengalir dari benda dingin ke benda panas dengan melakukan usaha pada sistem. Contohnya adalah kulkas dan AC. ADVERTISEMENT Koefisien daya guna merupakan ukuran penampilan dari mesin pendingin yang diberi lambang *Kp*. Di mana, rumusannya adalah: Rumus koefisien daya guna pada mesin pendingin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan Semakin tinggi nilai *Kp*, maka mesin pendingin tersebut akan semakin baik. Misalnya, pada kulkas dan pendingin ruangan memiliki koefisien daya guna sebesar 2 hingga 6. Itulah penjelasan mengenai hukum termodinamika 2 dalam pelajaran Fisika SMA. Semoga kamu semakin paham setelah membaca penjelasan di atas. **(NSF)** - [Fisika](https://kumparan.com/topic/fisika) - [Rumus](https://kumparan.com/topic/rumus) - [Belajar](https://kumparan.com/topic/belajar) 1626055524434455291 - [Laporkan tulisan](https://kumparan.com/report/story/hukum-termodinamika-2-bagaimana-prosesnya-1w7LnMwugpP) ## Editor Section ![editor-avatar-0](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_48,ar_1:1/v1584080620/u3tlyfpi0gueiqvyba4a.jpg) ![drop-down](https://blue.kumparan.com/uikit-assets/assets/icons/drop-down-fff73e35fbf04f8e8fc32a0b99b2afef.svg) Tim Editor
Readable Markdown
Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: Shutterstock ## Penerapan Hukum Termodinamika 2 Ilustrasi belajar hukum termodinamika 2. Foto: flickr ""Kalor mengalir secara spontan dari benda bertemperatur lebih tinggi ke benda bertemperatur lebih rendah, tetapi tidak sebaliknya, kecuali pada kedua benda tersebut dilakukan pemaksaan dengan usaha luar."" ## **Contoh Penerapan Hukum Termodinamika 2** ## **1\. Mesin Carnot** Ilustrasi siklus Carnot. Foto: NASA Rumus menghitung efisiensi mesin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan ## **2\. Mesin Pendingin** Ilustrasi mesin pendingin. Foto: Flickr Rumus koefisien daya guna pada mesin pendingin Carnot. Foto: Nada Shofura/kumparan
Shard71 (laksa)
Root Hash11261673566846280471
Unparsed URLcom,kumparan!/berita-unik/hukum-termodinamika-2-bagaimana-prosesnya-1w7LnMwugpP s443