🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 118 (from laksa173)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

📄
INDEXABLE
CRAWLED
3 days ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0.1 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://kemkes.go.id/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19
Last Crawled2026-04-20 07:22:04 (3 days ago)
First Indexed2025-01-01 08:50:50 (1 year ago)
HTTP Status Code200
Content
Meta TitleTidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19
Meta DescriptionJakarta, 5 Juni 2024 Narasi yang mengklaim adanya cara untuk mendetoksifikasi vaksin COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh beredar di media sosial, baru-baru ini. Klaim ini muncul dalam sebuah unggahan video di media sosial menyusul kekhawatiran terhadap efek samping vaksin COVID-19. Unggahan video tersebut menampilkan ulasan tentang efek samping vaksin COVID-19 dari berbagai merek. […]
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
Jakarta, 5 Juni 2024 Narasi yang mengklaim adanya cara untuk mendetoksifikasi vaksin COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh beredar di media sosial, baru-baru ini. Klaim ini muncul dalam sebuah unggahan video di media sosial menyusul kekhawatiran terhadap efek samping vaksin COVID-19. Unggahan video tersebut menampilkan ulasan tentang efek samping vaksin COVID-19 dari berbagai merek. Isi video juga menyebutkan tentang keberadaan tim detoksifikasi vaksin dan imunisasi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD. menegaskan, tidak ada istilah medis ‘detoksifikasi vaksin COVID-19’ atau detoksifikasi pada jenis vaksin lainnya. Vaksin yang disuntikkan bertujuan membentuk kekebalan tubuh atau menghasilkan antibodi. Sementara itu, detoksifikasi mengacu pada upaya membersihkan, menetralkan, atau mengeluarkan zat racun atau toksin dari dalam tubuh. “Vaksin yang diberikan itu kan antigen (mikroorganisme). Artinya, komponen virus yang diinaktivasi atau dilemahkan. Jadi, yang akan terbentuk adalah antibodi. Kalau detoksifikasi ini soal toksin, racun,” jelas Prof. Hinky saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu (5/6). “Jadi, (divaksinasi) tidak ada racun dan antibodi, tidak bisa dinetralisir. Bukan dinetralisir, ya, tapi kalau ada virus masuk, benda asing atau patogen masuk, dia akan menetralisir. Oleh karena itu, tidak ada istilah detoksifikasi pada vaksin.” Klaim lain yang beredar menyebutkan bahwa mandi dengan soda kue, garam Epsom atau garam Inggris, dan boraks dapat mendetoksifikasi vaksin. Selain itu, cuci darah yang dilakukan berulang kali juga diklaim sebagai cara untuk mendetoksifikasi vaksin. “Soda kue untuk menetralisir asam, sedangkan (bahan pembersih) boraks dapat bersifat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Jadi, bukannya menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah kesehatan,” jelas Prof. Hinky. “Cuci darah itu menetralisir toksin-toksin, sedangkan vaksin disuntikkan akan membentuk antibodi, bukan toksin. Maka, yang namanya cuci darah bukan buat mengeluarkan antibodi, melainkan mengeluarkan zat racun. Kalau sifatnya bukan racun, ya, tidak akan keluar, karena bermanfaat bagi tubuh.” *Ciptakan Kekebalan Tubuh* Vaksin bekerja dengan cara membangun sistem kekebalan tubuh secara khusus untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun di dalam tubuh memiliki peran penting untuk melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Namun, sistem imun perlu mengenali terlebih dahulu jenis-jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Ketika virus atau bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh pada kemudian hari, tubuh sudah siap untuk melawannya dan mencegah timbulnya penyakit. “Dengan terbentuknya antibodi, kalau ada virus masuk, benda asing masuk, bakteri masuk, dia akan menetralisir,” kata Ketua Komnas PP KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan. Prof. Hinky juga menampik klaim keliru yang beredar di media sosial, yaitu anak yang tidak divaksinasi bebas dari infeksi telinga dan pengobatan antibiotik. Menurutnya, klaim tersebut tidak benar. Vaksin influenza merupakan salah satu jenis vaksin yang bermanfaat bagi anak, dapat mengurangi risiko komplikasi flu, seperti infeksi telinga, serta mencegah keparahan penyakit yang sudah ada. “Kuman penyebab infeksi telinga streptococcus pneumoniae dan haemophilus influenzae, kalau (anak) divaksinasi, ya, angkanya (risiko kejadian infeksi) berkurang. Jangan sekadar berasumsi atau mendengar tanpa ada basis data yang benar,” pungkas Prof. Hinky. *Cara Kerja Vaksin* Sebagaimana manfaat vaksin dari lainnya, Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap tertular atau sakit parah akibat COVID-19. Cara kerjanya dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membangun pertahanan khusus melalui pemberian vaksin. Upaya optimal untuk terhindar dari COVID-19 adalah dengan melengkapi vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang dianjurkan dan menerapkan perilaku sehat. Perilaku sehat tersebut meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak aman. Merujuk informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan pertahanan alami tubuh untuk membangun perlindungan. Setelah seseorang menerima vaksin, sistem kekebalan akan merespons. Cara sistem kekebalan tubuh merespons, yakni mengenali kuman penyerang seperti virus atau bakteri; memproduksi antibodi, yaitu protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit; dan mengingat penyakit dan cara melawannya. Jika tubuh terpapar kuman di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh dapat dengan cepat menghancurkan kuman tersebut sebelum Anda sakit. Oleh karena itu, vaksin merupakan cara yang aman dan efektif untuk memicu respons imun dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk memiliki memori. Setelah menerima satu atau lebih dosis vaksin, tubuh biasanya tetap terlindungi dari penyakit selama bertahun-tahun, puluhan tahun, bahkan seumur hidup. Inilah yang membuat vaksin sangat efektif. sebagai alat pencegahan penyakit. Vaksin mencegah seseorang agar tidak sakit, alih-alih mengobati penyakit setelah penyakit itu muncul. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [email protected] . Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
Markdown
[![](https://kemkes.go.id/image/images/logo_kemkes_jadi.png)](https://kemkes.go.id/eng/home) # Generasi Sehat, Masa Depan Hebat ENG [ID](https://kemkes.go.id/id/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19) [ENG](https://kemkes.go.id/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663841232632c33d06beae8.69322938.png) HOME](https://kemkes.go.id/eng/home) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835765632c1e75eb1877.79502063.png) PROFILE](https://kemkes.go.id/eng/profil/all) - [VISION AND MISSION](https://kemkes.go.id/eng/visi-misi/) - [ORGANIZATION STRUCTURE](https://kemkes.go.id/eng/struktur-organisasi) - [TASK, FUNCTION, AND POSITION](https://kemkes.go.id/eng/tugas-dan-fungsi/) - [WORK UNIT AND OFFICIALS](https://kemkes.go.id/eng/profil-pejabat-new/all) - [MINISTRY OF HEALTH LOGO PHILOSOPHY](https://kemkes.go.id/eng/filosofi-logo/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835800632c1e985bff91.26299327.png) PUBLIC INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/all) - [PERIODICAL INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-berkala) - [INFORMATION AVAILABLE AT ANYTIME](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-setiap-saat) - [IMMEDIATELLY ANNOUNCED INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-serta-merta) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835824632c1eb07db608.04206099.png) SERVICE](https://kemkes.go.id/eng/layanan/all) - [HEALTH SERVICES UNIT](https://upk.kemkes.go.id/) - [INTEGRATED SERVICE UNIT](https://kemkes.go.id/id/layanan/ult-unit-layanan-terpadu) - [MINISTRY OF HEALTH HOSPITALS](https://rs.kemkes.go.id/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835837632c1ebd80b1f9.17948860.png) MEDIA](https://kemkes.go.id/eng/media/all) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/169087258464c8ab08a2b618.74293435.png) LINKS](https://kemkes.go.id/eng/) - [SECRETARIAT GENERAL](https://setjen.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF PRIMARY AND COMMUNITY HEALTH](https://kesprimkom.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF DISEASE PREVENTION AND CONTROL](http://p2.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF ADVANCED HEALTH SERVICES](https://keslan.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF PHARMACY AND MEDICAL DEVICES](https://farmalkes.kemkes.go.id/) - [DITJEN SDM KESEHATAN](https://ditjen-sdmk.kemkes.go.id/) - [INSPECTORAT GENERAL](https://itjen.kemkes.go.id/) - [HEALTH DEVELOPMENT POLICY AGENCY](https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/169087272664c8ab96a59506.27960703.png) CONTACT US](https://kemkes.go.id/eng/layanan/kontak-kami) [![](https://kemkes.go.id/image/images/logo_kemkes_jadi.png)](https://kemkes.go.id/eng/home) # Generasi Sehat, Masa Depan Hebat [Menu](https://kemkes.go.id/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19#mmenu) ENG [ID](https://kemkes.go.id/id/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19) [ENG](https://kemkes.go.id/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19) 1. [Home](https://kemkes.go.id/eng/home) 2. [Rilis Berita](https://kemkes.go.id/eng/category/rilis-berita) 3. Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19 ![](http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot_20240607_232041_Instagram.jpg) [Tidak Ada Istilah Medis Detoksifikasi Vaksin COVID-19](https://kemkes.go.id/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19) *08 Jun 2024* 7,814 Jakarta, 5 Juni 2024 Narasi yang mengklaim adanya cara untuk mendetoksifikasi vaksin COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh beredar di media sosial, baru-baru ini. Klaim ini muncul dalam sebuah unggahan video di media sosial menyusul kekhawatiran terhadap efek samping vaksin COVID-19. Unggahan video tersebut menampilkan ulasan tentang efek samping vaksin COVID-19 dari berbagai merek. Isi video juga menyebutkan tentang keberadaan tim detoksifikasi vaksin dan imunisasi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD. menegaskan, tidak ada istilah medis ‘detoksifikasi vaksin COVID-19’ atau detoksifikasi pada jenis vaksin lainnya. Vaksin yang disuntikkan bertujuan membentuk kekebalan tubuh atau menghasilkan antibodi. Sementara itu, detoksifikasi mengacu pada upaya membersihkan, menetralkan, atau mengeluarkan zat racun atau toksin dari dalam tubuh. “Vaksin yang diberikan itu kan antigen (mikroorganisme). Artinya, komponen virus yang diinaktivasi atau dilemahkan. Jadi, yang akan terbentuk adalah antibodi. Kalau detoksifikasi ini soal toksin, racun,” jelas Prof. Hinky saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu (5/6). “Jadi, (divaksinasi) tidak ada racun dan antibodi, tidak bisa dinetralisir. Bukan dinetralisir, ya, tapi kalau ada virus masuk, benda asing atau patogen masuk, dia akan menetralisir. Oleh karena itu, tidak ada istilah detoksifikasi pada vaksin.” Klaim lain yang beredar menyebutkan bahwa mandi dengan soda kue, garam Epsom atau garam Inggris, dan boraks dapat mendetoksifikasi vaksin. Selain itu, cuci darah yang dilakukan berulang kali juga diklaim sebagai cara untuk mendetoksifikasi vaksin. “Soda kue untuk menetralisir asam, sedangkan (bahan pembersih) boraks dapat bersifat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Jadi, bukannya menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah kesehatan,” jelas Prof. Hinky. “Cuci darah itu menetralisir toksin-toksin, sedangkan vaksin disuntikkan akan membentuk antibodi, bukan toksin. Maka, yang namanya cuci darah bukan buat mengeluarkan antibodi, melainkan mengeluarkan zat racun. Kalau sifatnya bukan racun, ya, tidak akan keluar, karena bermanfaat bagi tubuh.” \*Ciptakan Kekebalan Tubuh\* Vaksin bekerja dengan cara membangun sistem kekebalan tubuh secara khusus untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun di dalam tubuh memiliki peran penting untuk melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Namun, sistem imun perlu mengenali terlebih dahulu jenis-jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Ketika virus atau bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh pada kemudian hari, tubuh sudah siap untuk melawannya dan mencegah timbulnya penyakit. “Dengan terbentuknya antibodi, kalau ada virus masuk, benda asing masuk, bakteri masuk, dia akan menetralisir,” kata Ketua Komnas PP KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan. Prof. Hinky juga menampik klaim keliru yang beredar di media sosial, yaitu anak yang tidak divaksinasi bebas dari infeksi telinga dan pengobatan antibiotik. Menurutnya, klaim tersebut tidak benar. Vaksin influenza merupakan salah satu jenis vaksin yang bermanfaat bagi anak, dapat mengurangi risiko komplikasi flu, seperti infeksi telinga, serta mencegah keparahan penyakit yang sudah ada. “Kuman penyebab infeksi telinga streptococcus pneumoniae dan haemophilus influenzae, kalau (anak) divaksinasi, ya, angkanya (risiko kejadian infeksi) berkurang. Jangan sekadar berasumsi atau mendengar tanpa ada basis data yang benar,” pungkas Prof. Hinky. \*Cara Kerja Vaksin\* Sebagaimana manfaat vaksin dari lainnya, Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap tertular atau sakit parah akibat COVID-19. Cara kerjanya dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membangun pertahanan khusus melalui pemberian vaksin. Upaya optimal untuk terhindar dari COVID-19 adalah dengan melengkapi vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang dianjurkan dan menerapkan perilaku sehat. Perilaku sehat tersebut meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak aman. Merujuk informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan pertahanan alami tubuh untuk membangun perlindungan. Setelah seseorang menerima vaksin, sistem kekebalan akan merespons. Cara sistem kekebalan tubuh merespons, yakni mengenali kuman penyerang seperti virus atau bakteri; memproduksi antibodi, yaitu protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit; dan mengingat penyakit dan cara melawannya. Jika tubuh terpapar kuman di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh dapat dengan cepat menghancurkan kuman tersebut sebelum Anda sakit. Oleh karena itu, vaksin merupakan cara yang aman dan efektif untuk memicu respons imun dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk memiliki memori. Setelah menerima satu atau lebih dosis vaksin, tubuh biasanya tetap terlindungi dari penyakit selama bertahun-tahun, puluhan tahun, bahkan seumur hidup. Inilah yang membuat vaksin sangat efektif. sebagai alat pencegahan penyakit. Vaksin mencegah seseorang agar tidak sakit, alih-alih mengobati penyakit setelah penyakit itu muncul. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [\[email protected\]](https://kemkes.go.id/cdn-cgi/l/email-protection). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid [**Previous Article**](https://kemkes.go.id/eng/hari-anak-nasional-2024-masyarakat-harus-pahami-karakteristik-tbc) Hari Anak Nasional 2024, Masyarakat Harus Pahami Karakteristik TBC [**Next Article**](https://kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ai-bukan-ancaman-laboratorium-kesehatan-harus-jadi-garda-prediktif-dan-preventif) Wamenkes Dante: AI Bukan Ancaman, Laboratorium Kesehatan Harus Jadi Garda Prediktif dan Preventif Artikel Terkait Artikel Populer ### Artikel Terkait [Wamenkes Dante: AI Bukan Ancaman, Laboratorium Kesehatan Harus Jadi Garda Prediktif dan Preventif](https://kemkes.go.id/eng/wamenkes-dante-ai-bukan-ancaman-laboratorium-kesehatan-harus-jadi-garda-prediktif-dan-preventif) *16 Apr 2026* 1,067 [Perkuat Layanan Jantung Berkelas Dunia di Indonesia, Gedung Baru RS Harkit Resmi Topping Off](https://kemkes.go.id/eng/perkuat-layanan-jantung-berkelas-dunia-di-indonesia-gedung-baru-rs-harkit-resmi-topping-off) *15 Apr 2026* 1,101 [Kemenkes Terbitkan Aturan Untuk Cegah Konsumsi Gula Berlebih](https://kemkes.go.id/eng/kemenkes-terbitkan-aturan-untuk-cegah-konsumsi-gula-berlebih) *15 Apr 2026* 4,576 ### Artikel Populer [Wabah Virus HMPV Merebak di China, Kemenkes Imbau Publik untuk Waspada](https://kemkes.go.id/eng/Wabah-Virus-HMPV-Merebak-di-China,%20Kemenkes-Imbau-Publik-untuk-Waspada) *03 Jan 2025* 219,990 [SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8%](https://kemkes.go.id/eng/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198) *26 May 2025* 163,818 [Pemerintah Perkuat Tata Kelola Program MBG, Keselamatan Anak Jadi Prioritas](https://kemkes.go.id/eng) *28 Sep 2025* 93,769 *** ## MINISTRY OF HEALTH RELEASE [![](https://kemkes.go.id/app_asset/placeholder.jpg)](https://kemkes.go.id/eng/rilis-kesehatan/) [Read More](https://kemkes.go.id/eng/rilis-kesehatan/) *** ### KALENDER KEGIATAN Ministry of Health Republic of Indonesia Jl. H.R. Rasuna Said, Block X-5, Kav. 4–9 South Jakarta 12950 Indonesia FOLLOW US: [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/1fb.png)](https://www.facebook.com/KementerianKesehatanRI/) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/2ig.png)](https://www.instagram.com/kemenkes_ri/) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/3tw.png)](https://twitter.com/KemenkesRI) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/4yt.png)](https://www.youtube.com/c/kementeriankesehatanri) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/5tk.png)](https://www.tiktok.com/@kemenkesri) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/6rk.png)](https://kemkes.go.id/kemkes-radio-player.html) [![](https://kemkes.go.id/app_asset/images/snackvideo.png)](https://www.snackvideo.com/@KemenkesRI) © 2026 [RSS](https://kemkes.go.id/eng/rss/all) \| [SITEMAP](https://kemkes.go.id/eng/sitemap) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663841232632c33d06beae8.69322938.png) HOME](https://kemkes.go.id/eng/home) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835765632c1e75eb1877.79502063.png) PROFILE](https://kemkes.go.id/eng/profil/all) - [VISION AND MISSION](https://kemkes.go.id/eng/visi-misi/) - [ORGANIZATION STRUCTURE](https://kemkes.go.id/eng/struktur-organisasi) - [TASK, FUNCTION, AND POSITION](https://kemkes.go.id/eng/tugas-dan-fungsi/) - [WORK UNIT AND OFFICIALS](https://kemkes.go.id/eng/profil-pejabat-new/all) - [MINISTRY OF HEALTH LOGO PHILOSOPHY](https://kemkes.go.id/eng/filosofi-logo/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835800632c1e985bff91.26299327.png) PUBLIC INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/all) - [PERIODICAL INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-berkala) - [INFORMATION AVAILABLE AT ANYTIME](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-setiap-saat) - [IMMEDIATELLY ANNOUNCED INFORMATION](https://kemkes.go.id/eng/kinerja/informasi-serta-merta) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835824632c1eb07db608.04206099.png) SERVICE](https://kemkes.go.id/eng/layanan/all) - [HEALTH SERVICES UNIT](https://upk.kemkes.go.id/) - [INTEGRATED SERVICE UNIT](https://kemkes.go.id/id/layanan/ult-unit-layanan-terpadu) - [MINISTRY OF HEALTH HOSPITALS](https://rs.kemkes.go.id/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/1663835837632c1ebd80b1f9.17948860.png) MEDIA](https://kemkes.go.id/eng/media/all) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/169087258464c8ab08a2b618.74293435.png) LINKS](https://kemkes.go.id/eng/) - [SECRETARIAT GENERAL](https://setjen.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF PRIMARY AND COMMUNITY HEALTH](https://kesprimkom.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF DISEASE PREVENTION AND CONTROL](http://p2.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF ADVANCED HEALTH SERVICES](https://keslan.kemkes.go.id/) - [DIRECTORATE GENERAL OF PHARMACY AND MEDICAL DEVICES](https://farmalkes.kemkes.go.id/) - [DITJEN SDM KESEHATAN](https://ditjen-sdmk.kemkes.go.id/) - [INSPECTORAT GENERAL](https://itjen.kemkes.go.id/) - [HEALTH DEVELOPMENT POLICY AGENCY](https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/) - [![](https://kemkes.go.id/app_asset/icon_menu/169087272664c8ab96a59506.27960703.png) CONTACT US](https://kemkes.go.id/eng/layanan/kontak-kami)
Readable Markdown
Jakarta, 5 Juni 2024 Narasi yang mengklaim adanya cara untuk mendetoksifikasi vaksin COVID-19 yang telah masuk ke dalam tubuh beredar di media sosial, baru-baru ini. Klaim ini muncul dalam sebuah unggahan video di media sosial menyusul kekhawatiran terhadap efek samping vaksin COVID-19. Unggahan video tersebut menampilkan ulasan tentang efek samping vaksin COVID-19 dari berbagai merek. Isi video juga menyebutkan tentang keberadaan tim detoksifikasi vaksin dan imunisasi yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Med.Ed., PhD. menegaskan, tidak ada istilah medis ‘detoksifikasi vaksin COVID-19’ atau detoksifikasi pada jenis vaksin lainnya. Vaksin yang disuntikkan bertujuan membentuk kekebalan tubuh atau menghasilkan antibodi. Sementara itu, detoksifikasi mengacu pada upaya membersihkan, menetralkan, atau mengeluarkan zat racun atau toksin dari dalam tubuh. “Vaksin yang diberikan itu kan antigen (mikroorganisme). Artinya, komponen virus yang diinaktivasi atau dilemahkan. Jadi, yang akan terbentuk adalah antibodi. Kalau detoksifikasi ini soal toksin, racun,” jelas Prof. Hinky saat dihubungi dari Jakarta pada Rabu (5/6). “Jadi, (divaksinasi) tidak ada racun dan antibodi, tidak bisa dinetralisir. Bukan dinetralisir, ya, tapi kalau ada virus masuk, benda asing atau patogen masuk, dia akan menetralisir. Oleh karena itu, tidak ada istilah detoksifikasi pada vaksin.” Klaim lain yang beredar menyebutkan bahwa mandi dengan soda kue, garam Epsom atau garam Inggris, dan boraks dapat mendetoksifikasi vaksin. Selain itu, cuci darah yang dilakukan berulang kali juga diklaim sebagai cara untuk mendetoksifikasi vaksin. “Soda kue untuk menetralisir asam, sedangkan (bahan pembersih) boraks dapat bersifat karsinogenik yang dapat menimbulkan kanker. Jadi, bukannya menyelesaikan masalah, justru akan menambah masalah kesehatan,” jelas Prof. Hinky. “Cuci darah itu menetralisir toksin-toksin, sedangkan vaksin disuntikkan akan membentuk antibodi, bukan toksin. Maka, yang namanya cuci darah bukan buat mengeluarkan antibodi, melainkan mengeluarkan zat racun. Kalau sifatnya bukan racun, ya, tidak akan keluar, karena bermanfaat bagi tubuh.” \*Ciptakan Kekebalan Tubuh\* Vaksin bekerja dengan cara membangun sistem kekebalan tubuh secara khusus untuk melawan penyakit tertentu. Sistem imun di dalam tubuh memiliki peran penting untuk melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Namun, sistem imun perlu mengenali terlebih dahulu jenis-jenis virus atau bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Ketika virus atau bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh pada kemudian hari, tubuh sudah siap untuk melawannya dan mencegah timbulnya penyakit. “Dengan terbentuknya antibodi, kalau ada virus masuk, benda asing masuk, bakteri masuk, dia akan menetralisir,” kata Ketua Komnas PP KIPI Prof. Hinky Hindra Irawan. Prof. Hinky juga menampik klaim keliru yang beredar di media sosial, yaitu anak yang tidak divaksinasi bebas dari infeksi telinga dan pengobatan antibiotik. Menurutnya, klaim tersebut tidak benar. Vaksin influenza merupakan salah satu jenis vaksin yang bermanfaat bagi anak, dapat mengurangi risiko komplikasi flu, seperti infeksi telinga, serta mencegah keparahan penyakit yang sudah ada. “Kuman penyebab infeksi telinga streptococcus pneumoniae dan haemophilus influenzae, kalau (anak) divaksinasi, ya, angkanya (risiko kejadian infeksi) berkurang. Jangan sekadar berasumsi atau mendengar tanpa ada basis data yang benar,” pungkas Prof. Hinky. \*Cara Kerja Vaksin\* Sebagaimana manfaat vaksin dari lainnya, Vaksin COVID-19 memberikan perlindungan terhadap tertular atau sakit parah akibat COVID-19. Cara kerjanya dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membangun pertahanan khusus melalui pemberian vaksin. Upaya optimal untuk terhindar dari COVID-19 adalah dengan melengkapi vaksinasi COVID-19 sesuai jadwal yang dianjurkan dan menerapkan perilaku sehat. Perilaku sehat tersebut meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak aman. Merujuk informasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksin mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan pertahanan alami tubuh untuk membangun perlindungan. Setelah seseorang menerima vaksin, sistem kekebalan akan merespons. Cara sistem kekebalan tubuh merespons, yakni mengenali kuman penyerang seperti virus atau bakteri; memproduksi antibodi, yaitu protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit; dan mengingat penyakit dan cara melawannya. Jika tubuh terpapar kuman di kemudian hari, sistem kekebalan tubuh dapat dengan cepat menghancurkan kuman tersebut sebelum Anda sakit. Oleh karena itu, vaksin merupakan cara yang aman dan efektif untuk memicu respons imun dalam tubuh tanpa menyebabkan penyakit. Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk memiliki memori. Setelah menerima satu atau lebih dosis vaksin, tubuh biasanya tetap terlindungi dari penyakit selama bertahun-tahun, puluhan tahun, bahkan seumur hidup. Inilah yang membuat vaksin sangat efektif. sebagai alat pencegahan penyakit. Vaksin mencegah seseorang agar tidak sakit, alih-alih mengobati penyakit setelah penyakit itu muncul. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620 dan alamat email [\[email protected\]](https://kemkes.go.id/cdn-cgi/l/email-protection). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid
ML Classification
ML Categoriesnull
ML Page Typesnull
ML Intent Typesnull
Content Metadata
Languageid
Authornull
Publish Time2024-06-08 00:00:00 (1 year ago)
Original Publish Time2024-06-08 00:00:00 (1 year ago)
RepublishedNo
Word Count (Total)1,123
Word Count (Content)756
Links
External Links7
Internal Links46
Technical SEO
Meta NofollowNo
Meta NoarchiveNo
JS RenderedNo
Redirect Targetnull
Performance
Download Time (ms)1,037
TTFB (ms)1,036
Download Size (bytes)10,978
Shard118 (laksa)
Root Hash6808158120126131318
Unparsed URLid,go,kemkes!/eng/%20tidak-ada-istilah-medis-detoksifikasi-vaksin-covid-19 s443