🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 173 (from laksa074)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

📄
INDEXABLE
✅
CRAWLED
16 days ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0.5 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://islami.co/ini-tiga-peristiwa-penting-pada-bulan-muharram/
Last Crawled2026-03-29 13:09:39 (16 days ago)
First Indexed2019-09-01 22:00:46 (6 years ago)
HTTP Status Code200
Meta TitleIni Tiga Peristiwa Penting Pada Bulan Muharram - Islami[dot]co
Meta DescriptionBulan Muharram atau bulan Suro memiliki sejarah penting bagi perjalanan Islam di dunia, terutama pada tanggal 10 Muharrom atau yang biasa disebut hari
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
Bulan Muharram atau bulan Suro memiliki sejarah penting bagi perjalanan Islam di dunia, terutama pada tanggal 10 Muharrom atau yang biasa disebut hari Asyura’. Al-Hafizh Ibnu Nashir al-Din al-Dimasyqi dalam bukunya Majmu’ fihi Rasail menyebutkan 3 peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. Pertama, Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang dan keluar dari kapalnya di atas gunung Judi setelah bumi ditenggelamkan selama 5 bulan. Para pakar sejarah meyakini bahwa banjir bandang tersebut melanda seluruh negeri yang ada di permukaan bumi. Dengan adanya banjir itu, semua orang kafir tenggelam sehingga Allah tidak menyisakan satu orang kafir pun di muka bumi. Adapun panjang kapal Nabi Nuh menurut informasi dari Ibnu Jarir al-Thabari adalah 1200 hasta (540 meter) dan lebarnya 600 hasta (270 meter). Kapal itu dibuat 3 lantai. Lantai pertama untuk hewan ternak dan binatang buas. Lantai dua untuk manusia, dan lantai tiga untuk macam-macam burung. Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Nuh berada di kapal itu bersama 80 orang dengan keluarganya masing-masing. Mereka berada di kapal selama 150 hari. Allah mengarahkan kapal itu ke Makkah lalu kapal tersebut berputar-putar mengelilingi Baitullah selama 40 hari. Allah kemudian mengarahkan kapal itu berlabuh di bukit Judi. Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai naik ke kapal pada hari kesepuluh di bulan Rajab dan berlayar mengarungi air bah selama 150 hari hingga akhirnya kapal itu berlabuh di bukit Judi selama satu bulan. Mereka keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharram. Kedua, Allah selamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun dan Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentara-tentaranya di laut merah. Menurut keterangan dari Ibnu Katsir yang mengutip pendapat beberapa mufassir menjelaskan bahwa Fir’aun berada di tengah-tengah pasukan berkudanya yang berjumlah 100.000 kuda jantan berwarna hitam. Adapun jumlah keseluruhan pasukan yang menyertainya 1.600.000 orang. Sementara jumlah Bani Israil yang dikejar tentara Fir’aun berjumlah 600.000 orang. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalan puasa. Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw. pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?.” Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh bi bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka. Nabi pun bersabda, “Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” HR. Ahmad Ketiga, Husain, cucu Nabi saw. terbunuh di Karbala oleh para penghianat Kuffah, pasukan Yazid bin Mu’awiyah. Para pembunuh tersebut di antaranya bernama Syamir bin Dzi al-Jausyan, Husain bin Numair, Zur’ah bin Syarik al-Tamimi, Khauli bin Sa’ad al-Asbahi, Sinan bin Anas, dan Mahfaz bin Tsa’labah. Peristiwa terbunuhnya Husain di Karbala terjadi pada Jum’at, 10 Muharram 61 H (10 Oktober 680 M) dalam usia 58 tahun. Al-Thabarani dalam bukunya Maqtal Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib mengisahkan bahwa suatu ketika, Husain bin Ali masuk ke kamar Nabi yang ketika itu sedang menerima wahyu. Lalu Husain meloncat ke atas pundak Nabi dan bermain-main di atas punggung beliau. Maka kemudian Jibril bertanya, “Wahai Muhammad, apa engkau mencintainya?.” Nabi pun menjawab, “Wahai Jibril, bagaimana aku tidak mencintai cucuku?.” Jibril lantas berkata kembali, “Sesungguhnya, setelah kamu wafat nanti umatmu akan membunuhnya.” Jibril kemudian mengambil tanah berwarna putih dan memberikannya kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Muhammad, di tanah inilah cucumu akan dibunuh. Tanah itu namanya Thaf (Karbala).” Ketika Jibril sudah pergi, Nabi Muhammad keluar dengan membawa tanah itu sambil berkata, “Wahai ‘Aisyah, Jibril memberitahu aku bahwa Husain, cucuku akan dibunuh di tanah Thaf dan sesungguhnya setelah kepergianku nanti, umatku akan menghadapi fitnah.” Setelah itu, Nabi keluar untuk menemui sahabat-sahabatnya yang kebetulan hari itu sedang berkumpul, di antaranya Ali, Abu Bakar, Umar, Hudzaifah, Ammar, dan Abu Dzar sambil menangis. Mereka pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis?”. Beliau menjawab, “Jibril memberitahu aku bahwa setelah aku pergi nanti cucuku Husain akan dibunuh di tanah Thaf. Dia membawa tanah ini dan memberitahu aku bahwa tanah ini nantinya akan menjadi tempat peristirahatan terakhir untuknya.”
Markdown
[![Islami\[dot\]co](https://islami.co/wp-content/themes/cenilsatu/assets/images/islami-white.svg)](https://islami.co/) [EN](https://en.islami.co/ "Go to") - [Populer](https://islami.co/artikel-populer/ "Populer") - [Terbaru](https://islami.co/artikel-terkini/ "Terbaru") - [Rekomendasi](https://islami.co/artikel-rekomendasi/ "Rekomendasi") - [Haji 2025](https://islami.co/tag/haji-2025/ "Haji 2025") - [More](https://islami.co/ini-tiga-peristiwa-penting-pada-bulan-muharram/ "More") - [Katalog Buku](https://islami.co/category/katalog-buku/ "Katalog Buku") - [Rubrik](https://islami.co/ini-tiga-peristiwa-penting-pada-bulan-muharram/ "Rubrik") - [Kolom](https://islami.co/category/kolom/ "Kolom") - [Berita](https://islami.co/category/berita/ "Berita") - [Kajian](https://islami.co/category/kajian/ "Kajian") - [Kisah](https://islami.co/category/kisah/ "Kisah") - [Ibadah](https://islami.co/category/ibadah/ "Ibadah") - [Hikmah](https://islami.co/category/kisah/hikmah/ "Hikmah") - [Tela’ah](https://islami.co/category/kolom/telaah/ "Tela'ah") - [Feature](https://islami.co/category/berita/feature/ "Feature") - [Catatan Redaksi](https://islami.co/category/catatan-redaksi/ "Catatan Redaksi") - [Kontributor](https://islami.co/kontributor/ "Kontributor") - [Acara](https://islami.co/ini-tiga-peristiwa-penting-pada-bulan-muharram/ "Acara") - [Festival Islami](https://festival.islami.co/ "Festival Islami") - [Festival SATF](https://islami.co/daftarSATF "Festival SATF") - [Live Show Login](https://islami.co/login-kemenpora/ "Live Show Login") - [Pulang Kampu(ng)s](https://islami.co/pulangkampus/ "Pulang Kampu(ng)s") Ini Tiga Peristiwa Penting Pada Bulan Muharram Share [![Liputan Haji 2024](https://res.cloudinary.com/islamidotco/image/upload/f_auto/global/islamidotco-liputan-haji-2024_fouywy.jpg)](https://islami.co/tag/haji-2024/) [Sejarah](https://islami.co/category/kisah/sejarah/) # Ini Tiga Peristiwa Penting Pada Bulan Muharram [Abdul Wadud Kasful Humam](https://islami.co/author/kasyful_humam/ "Abdul Wadud Kasful Humam") 2 September 2019 10629 views ![Ini Tiga Peristiwa Penting Pada Bulan Muharram](https://islami.co/wp-content/uploads/2019/09/Muharram-e1567279408139.jpg) Ilsutrasi Muharram: Freepik Bulan Muharram atau bulan Suro memiliki sejarah penting bagi perjalanan Islam di dunia, terutama pada tanggal 10 Muharrom atau yang biasa disebut hari Asyura’. Al-Hafizh Ibnu Nashir al-Din al-Dimasyqi dalam bukunya *Majmu’ fihi Rasail* menyebutkan 3 peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. *Pertama,* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang dan keluar dari kapalnya di atas gunung Judi setelah bumi ditenggelamkan selama 5 bulan. Para pakar sejarah meyakini bahwa banjir bandang tersebut melanda seluruh negeri yang ada di permukaan bumi. Dengan adanya banjir itu, semua orang kafir tenggelam sehingga Allah tidak menyisakan satu orang kafir pun di muka bumi. Adapun panjang kapal Nabi Nuh menurut informasi dari Ibnu Jarir al-Thabari adalah 1200 hasta (540 meter) dan lebarnya 600 hasta (270 meter). Kapal itu dibuat 3 lantai. Lantai pertama untuk hewan ternak dan binatang buas. Lantai dua untuk manusia, dan lantai tiga untuk macam-macam burung. Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Nuh berada di kapal itu bersama 80 orang dengan keluarganya masing-masing. Mereka berada di kapal selama 150 hari. Allah mengarahkan kapal itu ke Makkah lalu kapal tersebut berputar-putar mengelilingi Baitullah selama 40 hari. Allah kemudian mengarahkan kapal itu berlabuh di bukit Judi. Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai naik ke kapal pada hari kesepuluh di bulan Rajab dan berlayar mengarungi air bah selama 150 hari hingga akhirnya kapal itu berlabuh di bukit Judi selama satu bulan. Mereka keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharram. *Kedua,* Allah selamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun dan Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentara-tentaranya di laut merah. Menurut keterangan dari Ibnu Katsir yang mengutip pendapat beberapa mufassir menjelaskan bahwa Fir’aun berada di tengah-tengah pasukan berkudanya yang berjumlah 100.000 kuda jantan berwarna hitam. Adapun jumlah keseluruhan pasukan yang menyertainya 1.600.000 orang. Sementara jumlah Bani Israil yang dikejar tentara Fir’aun berjumlah 600.000 orang. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalan puasa. Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw. pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?.” Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh bi bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka. Nabi pun bersabda, “Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” HR. Ahmad *Ketiga,* Husain, cucu Nabi saw. terbunuh di Karbala oleh para penghianat Kuffah, pasukan Yazid bin Mu’awiyah. Para pembunuh tersebut di antaranya bernama Syamir bin Dzi al-Jausyan, Husain bin Numair, Zur’ah bin Syarik al-Tamimi, Khauli bin Sa’ad al-Asbahi, Sinan bin Anas, dan Mahfaz bin Tsa’labah. Peristiwa terbunuhnya Husain di Karbala terjadi pada Jum’at, 10 Muharram 61 H (10 Oktober 680 M) dalam usia 58 tahun. Al-Thabarani dalam bukunya *Maqtal Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib* mengisahkan bahwa suatu ketika, Husain bin Ali masuk ke kamar Nabi yang ketika itu sedang menerima wahyu. Lalu Husain meloncat ke atas pundak Nabi dan bermain-main di atas punggung beliau. Maka kemudian Jibril bertanya, “Wahai Muhammad, apa engkau mencintainya?.” Nabi pun menjawab, “Wahai Jibril, bagaimana aku tidak mencintai cucuku?.” Jibril lantas berkata kembali, “Sesungguhnya, setelah kamu wafat nanti umatmu akan membunuhnya.” Jibril kemudian mengambil tanah berwarna putih dan memberikannya kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Muhammad, di tanah inilah cucumu akan dibunuh. Tanah itu namanya Thaf (Karbala).” Ketika Jibril sudah pergi, Nabi Muhammad keluar dengan membawa tanah itu sambil berkata, “Wahai ‘Aisyah, Jibril memberitahu aku bahwa Husain, cucuku akan dibunuh di tanah Thaf dan sesungguhnya setelah kepergianku nanti, umatku akan menghadapi fitnah.” Setelah itu, Nabi keluar untuk menemui sahabat-sahabatnya yang kebetulan hari itu sedang berkumpul, di antaranya Ali, Abu Bakar, Umar, Hudzaifah, Ammar, dan Abu Dzar sambil menangis. Mereka pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis?”. Beliau menjawab, “Jibril memberitahu aku bahwa setelah aku pergi nanti cucuku Husain akan dibunuh di tanah Thaf. Dia membawa tanah ini dan memberitahu aku bahwa tanah ini nantinya akan menjadi tempat peristirahatan terakhir untuknya.” ![Abdul Wadud Kasful Humam](https://islami.co/wp-content/uploads/2018/01/index-150x150.jpg) #### Abdul Wadud Kasful Humam Pengajar STAI Al-Anwar Sarang-Rembang Topik: [muharram](https://islami.co/tag/muharram/) [Sejarah Islam](https://islami.co/tag/sejarah-islam/) ***\[Islamidotco\]*** dihidupi oleh jaringan penulis, videomaker dan tim editor yang butuh dukungan untuk bisa memproduksi konten secara rutin. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kerja-kerja kami dalam memproduksi artikel, video atau infografis yang mengedukasi publik dengan ajaran Islam yang ramah, toleran dan mencerahkan, kami akan sangat berterima kasih karenanya. Sebab itu sangat membantu dan meringankan. × ![Yayasan Islami Media Ramah](https://res.cloudinary.com/islamidotco/image/upload/w_480,f_auto/global/islamidotco-qris_loqvts.jpg) ![Yayasan Islami Media Ramah](https://res.cloudinary.com/islamidotco/image/upload/c_scale,w_150,f_auto/global/islamidotco-qris_loqvts.jpg) (Klik pada gambar) ### Baca Juga - [Sejarah](https://islami.co/category/kisah/sejarah/)[Syathariyah dan Guru-Guru Syathariyah (4): Syekh Al-A’rabi Jadul Arabi](https://islami.co/syathariyah-dan-guru-guru-syathariyah-4-syekh-al-arabi-jadul-arabi/ "Syathariyah dan Guru-Guru Syathariyah (4): Syekh Al-A’rabi Jadul Arabi") - [Kolom](https://islami.co/category/kolom/)[Sejumlah Alasan Kenapa Muharram Bukan Sekadar Bulan dalam Kalender Islam](https://islami.co/sejumlah-alasan-kenapa-muharram-bukan-sekadar-bulan-dalam-kalender-islam/ "Sejumlah Alasan Kenapa Muharram Bukan Sekadar Bulan dalam Kalender Islam") - [Sejarah](https://islami.co/category/kisah/sejarah/)[Bimaristan al-Mansuri: Rumah Sakit Gratis dalam Sejarah Islam yang Didanai dari Wakaf](https://islami.co/bimaristan-al-mansuri-rumah-sakit-gratis-dalam-sejarah-islam-yang-didanai-dari-wakaf/ "Bimaristan al-Mansuri: Rumah Sakit Gratis dalam Sejarah Islam yang Didanai dari Wakaf") - [Ibadah](https://islami.co/category/ibadah/)[Puasa Asyura, Begini Keutamaannya Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW\!](https://islami.co/puasa-asyura-begini-keutamaannya-menurut-hadis-nabi-muhammad-saw/ "Puasa Asyura, Begini Keutamaannya Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW!") - [Sejarah](https://islami.co/category/kisah/sejarah/)[Spanyol Tumbang, Penyerahan Granada oleh Sultan Boabdil yang Sangat Sentimentil](https://islami.co/spanyol-tumbang-penyerahan-granada-oleh-sultan-boabdil-yang-sangat-sentimentil/ "Spanyol Tumbang, Penyerahan Granada oleh Sultan Boabdil yang Sangat Sentimentil") ### Berita - [Hilal Tidak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026](https://islami.co/hilal-tidak-terlihat-pemerintah-tetapkan-idulfitri-1-syawal-1447-h-jatuh-pada-sabtu-21-maret-2026/) - [Prediksi Pakar Falaq: Hilal 1 Syawal 1447 H Belum Memenuhi Kriteria, Lebaran Berpotensi Jatuh pada Sabtu 21 Maret](https://islami.co/prediksi-pakar-falaq-hilal-1-syawal-1447-h-belum-memenuhi-kriteria-lebaran-berpotensi-jatuh-pada-sabtu-21-maret/) - [Tebar Keberkahan di Jantung Ibu Kota: IsDF MUI Gerakkan Kolaborasi Santuni Ribuan Yatim dan Dhuafa](https://islami.co/tebar-keberkahan-di-jantung-ibu-kota-isdf-mui-gerakkan-kolaborasi-besar-untuk-santuni-ribuan-yatim-dan-dhuafa/) - [Astagfirullahaladzim, Mongabay Ingatkan PBNU Supaya Tidak Jadi Perusak Lingkungan: Konsesi Tambang Masuk Konservasi](https://islami.co/astagfirullahaladzim-mongabay-ingatkan-pbnu-supaya-tidak-jadi-perusak-lingkungan-konsesi-tambang-masuk-konservasi/) - [Kenapa Gerakan Sosial Mengalami Kemunduran?](https://islami.co/kenapa-gerakan-sosial-mengalami-kemunduran/) ### Kolom - [Diplomasi dan Narasi: Timur-Tengah Tanpa AS dan Israel](https://islami.co/diplomasi-dan-narasi-timur-tengah-tanpa-as-dan-israel/) - [Desakralisasi “Gus”](https://islami.co/desakralisasi-gus/) - [UIN: Universitas Islam Nanggung?](https://islami.co/uin-universitas-islam-nanggung/) - [Saat Lebaran, Mengapa Nostalgia Masa Kecil Selalu Terasa Lebih Indah?](https://islami.co/saat-lebaran-mengapa-nostalgia-masa-kecil-selalu-terasa-lebih-indah/) - [Aksi Kamisan dan Tahlilan Malam Jumat: Serupa Meski Tak Sama](https://islami.co/aksi-kamisan-dan-tahlilan-malam-jumat-serupa-meski-tak-sama/) ### Kajian - [Mengkaji Standar Nisab Terbaru Zakat Profesi oleh Baznas](https://islami.co/mengkaji-standar-nisab-terbaru-zakat-profesi-oleh-baznas/) - [Prof. Quraish Shihab Jelaskan Rahasia Ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255)](https://islami.co/prof-quraish-shihab-jelaskan-rahasia-ayat-kursi-al-baqarah-ayat-255/) - [Kiat Bersahabat dengan Al-Qur’an Menurut Prof. Quraish Shihab](https://islami.co/kiat-bersahabat-dengan-al-quran-menurut-prof-quraish-shihab/) - [Allah Menetapkan Bahwa Semua Manusia Masuk Neraka?](https://islami.co/allah-menetapkan-bahwa-semua-manusia-masuk-neraka/) - [Mempertahankan Diri dari Aksi Kejahatan](https://islami.co/mempertahankan-diri-dari-aksi-kejahatan/) ### Kisah - [Pesan Idul Fitri 1379 H: Dari Tamsil Kambing Lepas Hingga Alat Bakti Bangsa-Negara](https://islami.co/pesan-idul-fitri-1379-h-dari-tamsil-kambing-lepas-hingga-alat-bakti-bangsa-negara/) - [Haji Sulong al-Fatani, Tokoh Muslim Pejuang HAM dari Pattani](https://islami.co/haji-sulong-al-fatani-tokoh-muslim-pejuang-ham-dari-pattani/) - [Idul Fitri, Baju Baru, dan Simbol Keimanan](https://islami.co/idul-fitri-baju-baru-dan-simbol-keimanan/) - [Cara Menjadi Mertua yang Bijaksana dari Rasulullah Saw](https://islami.co/cara-menjadi-mertua-yang-bijaksana-dari-rasulullah-saw/) - [Syathariyah dan Guru-guru Syathariyah (5): Abul Hasan al-Harqani](https://islami.co/syathariyah-dan-guru-guru-syathariyah-5-abul-hasan-al-harqani/) ### Ibadah - [Khutbah Idul Fitri 1447 H/2026 M: Risalah untuk Para Pengemban Amanah dari Rakyat](https://islami.co/khutbah-idul-fitri-1447-h-2026-m-risalah-untuk-para-pengemban-amanah-dari-rakyat/) - [Jika Seorang Memiliki Tanah dengan Surat Girik Pada Masa Lalu, Apakah Saat ini Tanah itu Masih Miliknya? Memahami Intertemporar Law (al-Qanun al-Zamani)](https://islami.co/jika-seorang-memiliki-tanah-dengan-surat-girik-pada-masa-lalu-apakah-saat-ini-tanah-itu-masih-miliknya-memahami-intertemporar-law-al-qanun-al-zamani/) - [Khutbah Jumat: Strategi Menjemput Rezeki dari Surat Quraisy](https://islami.co/khutbah-jumat-strategi-menjemput-rezeki-dari-surat-quraisy/) - [Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa Ramadhan](https://islami.co/beberapa-hal-yang-perlu-diperhatikan-saat-puasa-ramadhan/) - [Khutbah Jumat: Memperkuat Ukhuwah Sebelum Ramadan Tiba di Tengah Himpitan Ekonomi](https://islami.co/khutbah-jumat-memperkuat-ukhuwah-sebelum-ramadan-tiba-di-tengah-himpitan-ekonomi/) ### Budaya - [Dari Ember hingga Miniatur Ka’bah: Serba-serbi Maulid Nabi Muhammad SAW Masyarakat Bugis-Makassar](https://islami.co/dari-ember-hingga-miniatur-kabah-serba-serbi-maulid-nabi-muhammad-saw-masyarakat-bugis-makassar/) - [Celoteh Kang Jan: Geger Adzan Jawa](https://islami.co/celoteh-kang-jan-geger-azan-jawa/) - [Tradisi Pesta Lomban di Jepara: Kita dan Laut adalah Saudara](https://islami.co/tradisi-pesta-lomban-di-jepara-kita-dan-laut-adalah-saudara/) - [Cerita Seri Ramadhan: Nazhif Terakhir](https://islami.co/cerita-seri-ramadhan-nazhif-terakhir/) - [Tradisi Akunnuk Taraweh: Wujud Syukur Masyarakat Bugis Menjelang Pertengahan Ramadan](https://islami.co/tradisi-akunnuk-taraweh-wujud-syukur-masyarakat-bugis-menjelang-pertengahan-ramadan/) [![Islami\[dot\]co](https://islami.co/wp-content/themes/cenilsatu/assets/images/islami-red.svg)](https://islami.co/) **PT. Islami Digital Indonesia** Ruko CO/SB 03, Apartemen Citylight Jl. Ir. H. Juanda, No. 38, Cempaka Putih, Ciputat Timur Tangerang Selatan 15412 - [Beranda](https://islami.co/) - [Profil](https://islami.co/tentang-islami-co/) - [Redaksi](https://islami.co/redaksi/) - [Kirim Artikel](https://islami.co/kirim-artikel/) - [Kontributor](https://islami.co/kontributor) - [Kontak Kami](https://islami.co/kontak/) - [Kerjasama](https://islami.co/kerjasama/) - [Pedoman Media Siber](https://islami.co/pedoman-media-siber/) © 2018 - 2026. All rights reserved. Scroll Top
Readable Markdown
Bulan Muharram atau bulan Suro memiliki sejarah penting bagi perjalanan Islam di dunia, terutama pada tanggal 10 Muharrom atau yang biasa disebut hari Asyura’. Al-Hafizh Ibnu Nashir al-Din al-Dimasyqi dalam bukunya *Majmu’ fihi Rasail* menyebutkan 3 peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. *Pertama,* Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang dan keluar dari kapalnya di atas gunung Judi setelah bumi ditenggelamkan selama 5 bulan. Para pakar sejarah meyakini bahwa banjir bandang tersebut melanda seluruh negeri yang ada di permukaan bumi. Dengan adanya banjir itu, semua orang kafir tenggelam sehingga Allah tidak menyisakan satu orang kafir pun di muka bumi. Adapun panjang kapal Nabi Nuh menurut informasi dari Ibnu Jarir al-Thabari adalah 1200 hasta (540 meter) dan lebarnya 600 hasta (270 meter). Kapal itu dibuat 3 lantai. Lantai pertama untuk hewan ternak dan binatang buas. Lantai dua untuk manusia, dan lantai tiga untuk macam-macam burung. Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Nuh berada di kapal itu bersama 80 orang dengan keluarganya masing-masing. Mereka berada di kapal selama 150 hari. Allah mengarahkan kapal itu ke Makkah lalu kapal tersebut berputar-putar mengelilingi Baitullah selama 40 hari. Allah kemudian mengarahkan kapal itu berlabuh di bukit Judi. Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai naik ke kapal pada hari kesepuluh di bulan Rajab dan berlayar mengarungi air bah selama 150 hari hingga akhirnya kapal itu berlabuh di bukit Judi selama satu bulan. Mereka keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharram. *Kedua,* Allah selamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun dan Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentara-tentaranya di laut merah. Menurut keterangan dari Ibnu Katsir yang mengutip pendapat beberapa mufassir menjelaskan bahwa Fir’aun berada di tengah-tengah pasukan berkudanya yang berjumlah 100.000 kuda jantan berwarna hitam. Adapun jumlah keseluruhan pasukan yang menyertainya 1.600.000 orang. Sementara jumlah Bani Israil yang dikejar tentara Fir’aun berjumlah 600.000 orang. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalan puasa. Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi saw. pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?.” Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh bi bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka. Nabi pun bersabda, “Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” HR. Ahmad *Ketiga,* Husain, cucu Nabi saw. terbunuh di Karbala oleh para penghianat Kuffah, pasukan Yazid bin Mu’awiyah. Para pembunuh tersebut di antaranya bernama Syamir bin Dzi al-Jausyan, Husain bin Numair, Zur’ah bin Syarik al-Tamimi, Khauli bin Sa’ad al-Asbahi, Sinan bin Anas, dan Mahfaz bin Tsa’labah. Peristiwa terbunuhnya Husain di Karbala terjadi pada Jum’at, 10 Muharram 61 H (10 Oktober 680 M) dalam usia 58 tahun. Al-Thabarani dalam bukunya *Maqtal Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib* mengisahkan bahwa suatu ketika, Husain bin Ali masuk ke kamar Nabi yang ketika itu sedang menerima wahyu. Lalu Husain meloncat ke atas pundak Nabi dan bermain-main di atas punggung beliau. Maka kemudian Jibril bertanya, “Wahai Muhammad, apa engkau mencintainya?.” Nabi pun menjawab, “Wahai Jibril, bagaimana aku tidak mencintai cucuku?.” Jibril lantas berkata kembali, “Sesungguhnya, setelah kamu wafat nanti umatmu akan membunuhnya.” Jibril kemudian mengambil tanah berwarna putih dan memberikannya kepada Nabi seraya berkata, “Wahai Muhammad, di tanah inilah cucumu akan dibunuh. Tanah itu namanya Thaf (Karbala).” Ketika Jibril sudah pergi, Nabi Muhammad keluar dengan membawa tanah itu sambil berkata, “Wahai ‘Aisyah, Jibril memberitahu aku bahwa Husain, cucuku akan dibunuh di tanah Thaf dan sesungguhnya setelah kepergianku nanti, umatku akan menghadapi fitnah.” Setelah itu, Nabi keluar untuk menemui sahabat-sahabatnya yang kebetulan hari itu sedang berkumpul, di antaranya Ali, Abu Bakar, Umar, Hudzaifah, Ammar, dan Abu Dzar sambil menangis. Mereka pun bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu menangis?”. Beliau menjawab, “Jibril memberitahu aku bahwa setelah aku pergi nanti cucuku Husain akan dibunuh di tanah Thaf. Dia membawa tanah ini dan memberitahu aku bahwa tanah ini nantinya akan menjadi tempat peristirahatan terakhir untuknya.”
Shard173 (laksa)
Root Hash6982700186056276173
Unparsed URLco,islami!/ini-tiga-peristiwa-penting-pada-bulan-muharram/ s443