âčïž Skipped - page is already crawled
| Filter | Status | Condition | Details |
|---|---|---|---|
| HTTP status | PASS | download_http_code = 200 | HTTP 200 |
| Age cutoff | PASS | download_stamp > now() - 6 MONTH | 1 months ago |
| History drop | PASS | isNull(history_drop_reason) | No drop reason |
| Spam/ban | PASS | fh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0 | ml_spam_score=0 |
| Canonical | PASS | meta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsed | Not set |
| Property | Value |
|---|---|
| URL | https://harpersbazaar.co.id/articles/read/10/2016/2961/serba-serbi-wine |
| Last Crawled | 2026-03-17 15:32:07 (28 days ago) |
| First Indexed | 2021-08-10 23:03:06 (4 years ago) |
| HTTP Status Code | 200 |
| Meta Title | Serba Serbi Wine |
| Meta Description | Mengenal lebih jauh seluk beluk minuman wine. |
| Meta Canonical | null |
| Boilerpipe Text | Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kini tradisi minum
wine
telah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan urban. Di kota-kota besar menjamur berbagai restoran yang menyajikan
wine
untuk menemani para tamunya menghabiskan waktu dan bercengkrama dengan segelas wine di tangan.
Namun sebagai penikmat wine atau Anda yang baru mau mulai mengenal wine,Â
Bazaar
akan mengupas perihal
wine
untuk Anda, dari mulai varian
wine
, cara membaca label
wine
, kiat memasangkan
wine
dengan hidangan, hingga cara menghilangkan noda
wine
dari pakaian Anda.
So, let's start the wine class
!
Apa itu Wine?
Wine
merupakan minuman yang terbuat dari anggur varietas tertentu yang difermentasikan, untuk kemudian bisa diolah menjadi empat macam
wine
, yakni:
1. Still wine
, jenis
wine
yang tidak memiliki gelembung dan mengandung sekitar 8-15% alkohol. Kebanyakan dari
still wine
dinamakan sesuai dengan daerah di mana mereka berasal. Misalnya, Bordeaux atau Burgundy dari Perancis, Rioja dari Spanyol, dan Chianti dari Itali.
Still wine
sendiri kemudian dibagi lagi ke dalam 3 jenis sesuai dengan warna yakni
red
,
white
, dan
rose
. Warna ini diakibatkan dari proses penyulingan yang berbeda, serta lama waktu sari anggur melakukan kontak dengan biji, kulit, batang dan bagian lagi dari buah anggur. Semakin lama sari anggur kontak dengan ketiga bagian tersebut maka warna
wine
akan semakin gelap.
White wine
misalnya, segera setelah didapatkan sari anggurnya langsung dipisahkan dengan kulit, biji, dan batang anggur, baru dilakukan proses fermentasi. Sementara
red wine
, sari anggur difermentasikan terlebih dulu baru dipisahkan dengan batang, biji, kulit anggur, menghasilkan warna
wine
yang gelap.
2. Sparkling wine
, merupakan jenis
wine
yang mengandung
bubbles
dari gas karbon dioksida. Salah satu jenis
sparkling wine
yang paling terkenal adalah Champagne dari Perancis. Namun selain itu ada pula Cava dari Spanyol dan Asti dari Italia.Â
3. Fortified wine,
adalah jenis
wine
yang ditambahkan
liquor
lainnya untuk meningkatkan kadar alkohol. Biasanya jenis
liquor
yang ditambahkan adalah Brandy, dan menghasilkan
wine
dengan level alkohol mencapai 15-22%. Jenis fortified wine yang terkenal antara lain Sherry dari Spanyol dan Port dari Portugal.
4. Aromatic wine
. Sedikit mirip dengan
fortified wine
, hanya saja selain Brandy,
aromatic wine
juga ditambahkan rempah-rempah untuk memberikan aroma. Kadar alkoholnya bisa mencapai 15-21%. Contoh jenis minuman
aromatic wine
adalah Vermouth.
Bagaimana cara membaca label wine?
Membaca label
wine
adalah hal yang cukup rumit, dikarenakan hampir setiap negara penghasil
wine
memiliki cara masing-masing untuk menuliskan
wine
pada label botol.
Terdapat dua contoh cara label
wine
, yang dibedakan dari penghasil
wine
. Pertama
old world country
yang merupakan negara-negara dengan sejarah panjang memproduksi
wine
, serta
new world country
dari negara-negara yang kini beranjak menaiki pasar
wine
dunia.
Bagaimana cara mencicipi wine yang benar?
Saat Anda memesan sebuah
wine
, ada baiknya untuk memperhatikan terlebih dulu fisik dari
wine
tersebut. Setelah
wine
dituangkan ke dalam gelas Anda bisa menaruh gelas
wine
di tempat yang mendapatkan cukup cahaya dengan latar berwarna putih. Biasanya
white wine
yang baik berwarna kuning kehijauan yang agak pucat, kuning, atau keemasan. Sementara red wine biasanya berwarna ungu kemerahaan,
garne
t,
ruby red
, atau
brick red
.
Setelah mengamati warnanya, saatnya menghirup aromaÂ
wine
yang hendak Anda konsumsi.
Nose
merupakan aroma yang bisa Anda cium ketika mencium
wine
.
First nose
adalah istilah untuk aroma yang Anda dapatkan sebelum memutar gelas
wine
yang ada di gelas Anda.
Wine
yang baik memiliki
first nose
yang intensitas aromanya cukup kuat, kompleks, dan memberikan kesan yang elegan dan menggoda Anda untuk segera meminumnya.
Setelahnya silahkan putar gelas Anda, untuk memberikan kesempatan pada
wine
 berinteraksi dengan oksigen, menciptakan sensasi aroma yang bisa jadi berbeda atau malah lebih kuat dari pada yang sebelumnya. Semakin kompleks aroma yang bisa Anda temukan dalam sebuah
wine
berarti semakin bagus kualitas
wine
yang Anda konsumsi.
Ketika hendak mengkonsumsi
wine
, pastikan untuk memegang gelas
wine
pada bagian tangkai gelas. Hal ini untuk menghindari berubahnya temperatur
 wine
menjadi hangat akibat temperatur tangan Anda. Untuk penyajian
wine
yang tepat,
red wine
berada pada temperatur 13-18 derajat Celcius. Sementara
white wine
dan
rose wine
bisa disajikan pada temperatur 7-13 derajat Celcius. Untuk
sparkling wine
akan lebih baik jika disajikan di temperatur 10-12 derajat Celcius.
Bagaimana cara memasangkan wine dengan makanan?
Wine
bisa dinikmati sendirian, namun akan lebih istimewa jika dipasangkan dengan hidangan yang tepat. Menimbulkan padanan rasa yang berbeda, menguatkan rasa hidangan atau menyeimbangkannya. Namun tak semua
wine
cocok dengan semua jenis hidangan.
Terdapat rumus lama dalam memasangkan
wine
dengan hidangan, yakni
red wine
akan tepat jika dipasangkan dengan
red meat
, sementara
white wine
adalah padanan untuk
white meat
seperti ayam atau ikan. Namun tentunya hal ini patut dikaji kembali, karena tergantung akan cara mengolah hidangan tersebut.
Misalnya hidangan yang memiliki komponen sayuran seperti jamur atau
truffles
, cocok disajikan dengan
light red wine
seperti Pinot Noir. Sementara
full bodied white wine
seperti Chardonnay cocok disandingkan dengan sajian ikan dengan saus yang kompleks atau hidangan berbahan utama ayam. Cabernet Sauvignon akan tepat jika dikonsumsi melengkapi hidangan
red meat,
seperti
steak
atau
lamb chops
. Tiap tegukan
wine
akan membersihkan palet rasa Anda setelah mengkonsumsi daging dengan rasa yang cukup kuat.
Sementara itu Champagne cocok disandingkan dengan hidangan yang gurih dan asin, karena memiliki rasa manis yang bisa menyeimbangkan makanan asin tersebut. Dan untuk makanan penutup yang manis Anda bisa memesan Port atau Sherry, yakni
fortified wine
yang akan menjadi penutup sempurna pengalaman Anda bersantap.
Namun tentunya hal ini hanya sekadar saran, karena memasangkan
wine
dengan makanan sangat bergantung dengan selera Anda.
Wine tumpah ke gaun kesayangan saya! Bagaimana cara menghilangkan noda wine?
1. Jika Anda tak sengaja menumpahkan
wine
pada pakaian Anda, pastikan untuk segera membersihkan tumpahan tersebut. Jangan pernah menggosok noda
wine
, cukup tekan-tekan secara lembut bagian noda, hingga tak terlalu lagi basah oleh
wine
.
2. Lalu basahi segera bagian yang terkena noda dengan air dingin. Hal ini akan mencegah
wine
menyerap lebih jauh ke dalam pori-pori pakaian.
3. Tutupi noda dengan garam. Anda bisa menggunakan segala jenis garam, namun yang terbaik mungkin
kosher salt
. Lambat laun garam akan berubah menjadi warna pink, menyerap noda
wine
. Diamkan hingga garam tersebut kering, lalu singkirkan dari pakaian Anda.
4. Terakhir bilas dengan air panas, lalu cuci pakaian seperti biasa. Noda akan hilang dan pakaian Anda akan kembali seperti sedia kala.
Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa merendam noda tersebut selama satu jam dalam cairan campuran satu per tiga cuka putih dan dua per tiga air putih. Setelah direndam noda akan mulai memudar, dan pakaian Anda bisa dicuci sebagai mana biasanya.Â
Selamat menikmati
wine
!
(Foto: Africa Studios/Shutterstock/Click Photos; Layout: Ika Wahyuni) |
| Markdown | - [fashion](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/2/fashion)
- [beauty](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/3/beauty)
- [culture](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/4/culture)
- [people](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/5/people)
- [video](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/99/video)
- [Digital Cover](https://harpersbazaar.co.id/digital-cover)
- [Follow](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/10/2016/2961/serba-serbi-wine)
- [Facebook](https://www.facebook.com/HarpersBazaarIndonesia)
- [Twitter](https://twitter.com/bazaarindonesia)
- [Instagram](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/10/2016/2961/%20https://www.instagram.com/bazaarindonesia)
- [Youtube](https://www.youtube.com/bazaarindonesia)
- [Privacy Policy](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/01/2016/14009/privacy-policy)
[](https://harpersbazaar.co.id/)
[](https://harpersbazaar.co.id/)
- [fashion](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/2/fashion)
- [beauty](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/3/beauty)
- [culture](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/4/culture)
- [people](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/5/people)
- [video](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/99/video)
- [Digital Cover](https://harpersbazaar.co.id/digital-cover)
[Follow](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/10/2016/2961/serba-serbi-wine)
# Serba Serbi Wine
Mengenal lebih jauh seluk beluk minuman wine.

by: [Daniar Cikita](https://harpersbazaar.co.id/author/11/daniar-cikita)
/ 2016-10-29 12:56:39

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kini tradisi minum *wine* telah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan urban. Di kota-kota besar menjamur berbagai restoran yang menyajikan *wine* untuk menemani para tamunya menghabiskan waktu dan bercengkrama dengan segelas wine di tangan.
Namun sebagai penikmat wine atau Anda yang baru mau mulai mengenal wine, *Bazaar* akan mengupas perihal *wine* untuk Anda, dari mulai varian *wine*, cara membaca label *wine*, kiat memasangkan *wine* dengan hidangan, hingga cara menghilangkan noda *wine* dari pakaian Anda. *So, let's start the wine class*\!
**Apa itu Wine?**
*Wine* merupakan minuman yang terbuat dari anggur varietas tertentu yang difermentasikan, untuk kemudian bisa diolah menjadi empat macam *wine*, yakni:
**1\. Still wine**, jenis *wine* yang tidak memiliki gelembung dan mengandung sekitar 8-15% alkohol. Kebanyakan dari *still wine* dinamakan sesuai dengan daerah di mana mereka berasal. Misalnya, Bordeaux atau Burgundy dari Perancis, Rioja dari Spanyol, dan Chianti dari Itali.
*Still wine* sendiri kemudian dibagi lagi ke dalam 3 jenis sesuai dengan warna yakni *red*, *white*, dan *rose*. Warna ini diakibatkan dari proses penyulingan yang berbeda, serta lama waktu sari anggur melakukan kontak dengan biji, kulit, batang dan bagian lagi dari buah anggur. Semakin lama sari anggur kontak dengan ketiga bagian tersebut maka warna *wine* akan semakin gelap.
*White wine* misalnya, segera setelah didapatkan sari anggurnya langsung dipisahkan dengan kulit, biji, dan batang anggur, baru dilakukan proses fermentasi. Sementara *red wine*, sari anggur difermentasikan terlebih dulu baru dipisahkan dengan batang, biji, kulit anggur, menghasilkan warna *wine* yang gelap.
**2\. Sparkling wine**, merupakan jenis *wine* yang mengandung *bubbles* dari gas karbon dioksida. Salah satu jenis *sparkling wine* yang paling terkenal adalah Champagne dari Perancis. Namun selain itu ada pula Cava dari Spanyol dan Asti dari Italia.
**3\. Fortified wine,** adalah jenis *wine* yang ditambahkan *liquor* lainnya untuk meningkatkan kadar alkohol. Biasanya jenis *liquor* yang ditambahkan adalah Brandy, dan menghasilkan *wine* dengan level alkohol mencapai 15-22%. Jenis fortified wine yang terkenal antara lain Sherry dari Spanyol dan Port dari Portugal.
**4\. Aromatic wine**. Sedikit mirip dengan *fortified wine*, hanya saja selain Brandy, *aromatic wine* juga ditambahkan rempah-rempah untuk memberikan aroma. Kadar alkoholnya bisa mencapai 15-21%. Contoh jenis minuman *aromatic wine* adalah Vermouth.
**Bagaimana cara membaca label wine?**
Membaca label *wine* adalah hal yang cukup rumit, dikarenakan hampir setiap negara penghasil *wine* memiliki cara masing-masing untuk menuliskan *wine* pada label botol.
Terdapat dua contoh cara label *wine*, yang dibedakan dari penghasil *wine*. Pertama *old world country* yang merupakan negara-negara dengan sejarah panjang memproduksi *wine*, serta *new world country* dari negara-negara yang kini beranjak menaiki pasar *wine* dunia.


**Bagaimana cara mencicipi wine yang benar?**
Saat Anda memesan sebuah *wine*, ada baiknya untuk memperhatikan terlebih dulu fisik dari *wine* tersebut. Setelah *wine* dituangkan ke dalam gelas Anda bisa menaruh gelas *wine* di tempat yang mendapatkan cukup cahaya dengan latar berwarna putih. Biasanya *white wine* yang baik berwarna kuning kehijauan yang agak pucat, kuning, atau keemasan. Sementara red wine biasanya berwarna ungu kemerahaan, *garne*t, *ruby red*, atau *brick red*.


Setelah mengamati warnanya, saatnya menghirup aroma *wine* yang hendak Anda konsumsi. *Nose* merupakan aroma yang bisa Anda cium ketika mencium *wine*. *First nose* adalah istilah untuk aroma yang Anda dapatkan sebelum memutar gelas *wine* yang ada di gelas Anda. *Wine* yang baik memiliki *first nose* yang intensitas aromanya cukup kuat, kompleks, dan memberikan kesan yang elegan dan menggoda Anda untuk segera meminumnya.
Setelahnya silahkan putar gelas Anda, untuk memberikan kesempatan pada *wine* berinteraksi dengan oksigen, menciptakan sensasi aroma yang bisa jadi berbeda atau malah lebih kuat dari pada yang sebelumnya. Semakin kompleks aroma yang bisa Anda temukan dalam sebuah *wine* berarti semakin bagus kualitas *wine* yang Anda konsumsi.
Ketika hendak mengkonsumsi *wine*, pastikan untuk memegang gelas *wine* pada bagian tangkai gelas. Hal ini untuk menghindari berubahnya temperatur *wine* menjadi hangat akibat temperatur tangan Anda. Untuk penyajian *wine* yang tepat, *red wine* berada pada temperatur 13-18 derajat Celcius. Sementara *white wine* dan *rose wine* bisa disajikan pada temperatur 7-13 derajat Celcius. Untuk *sparkling wine* akan lebih baik jika disajikan di temperatur 10-12 derajat Celcius.
**Bagaimana cara memasangkan wine dengan makanan?**
*Wine* bisa dinikmati sendirian, namun akan lebih istimewa jika dipasangkan dengan hidangan yang tepat. Menimbulkan padanan rasa yang berbeda, menguatkan rasa hidangan atau menyeimbangkannya. Namun tak semua *wine* cocok dengan semua jenis hidangan.
Terdapat rumus lama dalam memasangkan *wine* dengan hidangan, yakni *red wine* akan tepat jika dipasangkan dengan *red meat*, sementara *white wine* adalah padanan untuk *white meat* seperti ayam atau ikan. Namun tentunya hal ini patut dikaji kembali, karena tergantung akan cara mengolah hidangan tersebut.
Misalnya hidangan yang memiliki komponen sayuran seperti jamur atau *truffles*, cocok disajikan dengan *light red wine* seperti Pinot Noir. Sementara *full bodied white wine* seperti Chardonnay cocok disandingkan dengan sajian ikan dengan saus yang kompleks atau hidangan berbahan utama ayam. Cabernet Sauvignon akan tepat jika dikonsumsi melengkapi hidangan *red meat,* seperti *steak* atau *lamb chops*. Tiap tegukan *wine* akan membersihkan palet rasa Anda setelah mengkonsumsi daging dengan rasa yang cukup kuat.
Sementara itu Champagne cocok disandingkan dengan hidangan yang gurih dan asin, karena memiliki rasa manis yang bisa menyeimbangkan makanan asin tersebut. Dan untuk makanan penutup yang manis Anda bisa memesan Port atau Sherry, yakni *fortified wine* yang akan menjadi penutup sempurna pengalaman Anda bersantap.
Namun tentunya hal ini hanya sekadar saran, karena memasangkan *wine* dengan makanan sangat bergantung dengan selera Anda.
**Wine tumpah ke gaun kesayangan saya! Bagaimana cara menghilangkan noda wine?**
1\. Jika Anda tak sengaja menumpahkan *wine* pada pakaian Anda, pastikan untuk segera membersihkan tumpahan tersebut. Jangan pernah menggosok noda *wine*, cukup tekan-tekan secara lembut bagian noda, hingga tak terlalu lagi basah oleh *wine*.
2\. Lalu basahi segera bagian yang terkena noda dengan air dingin. Hal ini akan mencegah *wine* menyerap lebih jauh ke dalam pori-pori pakaian.
3\. Tutupi noda dengan garam. Anda bisa menggunakan segala jenis garam, namun yang terbaik mungkin *kosher salt*. Lambat laun garam akan berubah menjadi warna pink, menyerap noda *wine*. Diamkan hingga garam tersebut kering, lalu singkirkan dari pakaian Anda.
4\. Terakhir bilas dengan air panas, lalu cuci pakaian seperti biasa. Noda akan hilang dan pakaian Anda akan kembali seperti sedia kala.
Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa merendam noda tersebut selama satu jam dalam cairan campuran satu per tiga cuka putih dan dua per tiga air putih. Setelah direndam noda akan mulai memudar, dan pakaian Anda bisa dicuci sebagai mana biasanya.
Selamat menikmati *wine*\!
(Foto: Africa Studios/Shutterstock/Click Photos; Layout: Ika Wahyuni)
- Tag:
- [culture](https://harpersbazaar.co.id/tag?tag=culture)
- [news](https://harpersbazaar.co.id/tag?tag=%20news)
- [tips](https://harpersbazaar.co.id/tag?tag=%20tips)
- [food](https://harpersbazaar.co.id/tag?tag=%20food)
- [wine](https://harpersbazaar.co.id/tag?tag=%20wine)
Share:
## Read Next
[](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24743/wajib-waspada-ini-ciri-ciri-red-flag-dalam-hubungan)
### [Wajib Waspada! Ini Ciri-Ciri Red Flag dalam Hubungan](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24743/wajib-waspada-ini-ciri-ciri-red-flag-dalam-hubungan)
by: [â Salva Dwi Nuraini](https://harpersbazaar.co.id/author/1042/salva-dwi-nuraini)
[![Zendaya ]()](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24749/zendaya-menyusup-ke-sebuah-pernikahan-di-las-vegas-untuk-mempromosikan-film-the-drama)
### [Zendaya "Menyusup" ke Sebuah Pernikahan di Las Vegas untuk Mempromosikan Film The Drama](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24749/zendaya-menyusup-ke-sebuah-pernikahan-di-las-vegas-untuk-mempromosikan-film-the-drama)
by: [BAZAAR US](https://harpersbazaar.co.id/author/1007/bazaar-us)
## More Fromculture
[](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24743/wajib-waspada-ini-ciri-ciri-red-flag-dalam-hubungan)
### [Wajib Waspada! Ini Ciri-Ciri Red Flag dalam Hubungan](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24743/wajib-waspada-ini-ciri-ciri-red-flag-dalam-hubungan)
by: [â Salva Dwi Nuraini](https://harpersbazaar.co.id/author/1042/salva-dwi-nuraini)
[![Zendaya ]()](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24749/zendaya-menyusup-ke-sebuah-pernikahan-di-las-vegas-untuk-mempromosikan-film-the-drama)
### [Zendaya "Menyusup" ke Sebuah Pernikahan di Las Vegas untuk Mempromosikan Film The Drama](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24749/zendaya-menyusup-ke-sebuah-pernikahan-di-las-vegas-untuk-mempromosikan-film-the-drama)
by: [BAZAAR US](https://harpersbazaar.co.id/author/1007/bazaar-us)
[](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/2/2026/24644/tips-dari-ahli-untuk-tidur-lebih-baik-di-2026)
### [Tips dari Ahli untuk Tidur Lebih Baik di 2026](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/2/2026/24644/tips-dari-ahli-untuk-tidur-lebih-baik-di-2026)
by: [BAZAAR US](https://harpersbazaar.co.id/author/1007/bazaar-us)
[](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24709/saka-gin-hadir-di-bazaar-caf-eacute-by-7-am-bakers-times-sapto-djojokartiko)
### [Saka Gin Hadir di BAZAAR Café by 7.AM Bakers à SAPTO DJOJOKARTIKO](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/3/2026/24709/saka-gin-hadir-di-bazaar-caf-eacute-by-7-am-bakers-times-sapto-djojokartiko)
by: [BAZAAR Indonesia](https://harpersbazaar.co.id/author/46/bazaar-indonesia)
[](https://harpersbazaar.co.id/)
- [Privacy Policy](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/01/2016/14009/privacy-policy)
- [Events & Promotions](https://harpersbazaar.co.id/channel/display/8/promo%20event)
- [About Us](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/01/2016/14124/about-us)
- [Contact Us](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/01/2016/14013/contact-us)
- [Subscribe](http://get.mramagazines.com/)
- [Advertise](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/01/2016/14014/advertise)
A PART OF MRA MEDIA.
Harper's BAZAAR Indonesia participates in various affiliate marketing programs, which means we may get paid commissions on editorially chosen products purchased through our links to retailer sites.
©2020 Harper's BAZAAR Indonesia. All Rights Reserved.
[](https://www.cosmopolitan.co.id/) [](https://motherandbeyond.id/) [](https://herworld.co.id/) [](https://casaindonesia.com/) [](https://www.parentalk.id/) [](https://www.artjakarta.com/) [](https://therockinlife.com/) [](https://iswaranetwork.com/)
[](https://harpersbazaar.co.id/articles/read/10/2016/2961/serba-serbi-wine)
PT. MEDIA INSANI ABADI (MIA)
 |
| Readable Markdown | Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kini tradisi minum *wine* telah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan urban. Di kota-kota besar menjamur berbagai restoran yang menyajikan *wine* untuk menemani para tamunya menghabiskan waktu dan bercengkrama dengan segelas wine di tangan.
Namun sebagai penikmat wine atau Anda yang baru mau mulai mengenal wine, *Bazaar* akan mengupas perihal *wine* untuk Anda, dari mulai varian *wine*, cara membaca label *wine*, kiat memasangkan *wine* dengan hidangan, hingga cara menghilangkan noda *wine* dari pakaian Anda. *So, let's start the wine class*\!
**Apa itu Wine?**
*Wine* merupakan minuman yang terbuat dari anggur varietas tertentu yang difermentasikan, untuk kemudian bisa diolah menjadi empat macam *wine*, yakni:
**1\. Still wine**, jenis *wine* yang tidak memiliki gelembung dan mengandung sekitar 8-15% alkohol. Kebanyakan dari *still wine* dinamakan sesuai dengan daerah di mana mereka berasal. Misalnya, Bordeaux atau Burgundy dari Perancis, Rioja dari Spanyol, dan Chianti dari Itali.
*Still wine* sendiri kemudian dibagi lagi ke dalam 3 jenis sesuai dengan warna yakni *red*, *white*, dan *rose*. Warna ini diakibatkan dari proses penyulingan yang berbeda, serta lama waktu sari anggur melakukan kontak dengan biji, kulit, batang dan bagian lagi dari buah anggur. Semakin lama sari anggur kontak dengan ketiga bagian tersebut maka warna *wine* akan semakin gelap.
*White wine* misalnya, segera setelah didapatkan sari anggurnya langsung dipisahkan dengan kulit, biji, dan batang anggur, baru dilakukan proses fermentasi. Sementara *red wine*, sari anggur difermentasikan terlebih dulu baru dipisahkan dengan batang, biji, kulit anggur, menghasilkan warna *wine* yang gelap.
**2\. Sparkling wine**, merupakan jenis *wine* yang mengandung *bubbles* dari gas karbon dioksida. Salah satu jenis *sparkling wine* yang paling terkenal adalah Champagne dari Perancis. Namun selain itu ada pula Cava dari Spanyol dan Asti dari Italia.
**3\. Fortified wine,** adalah jenis *wine* yang ditambahkan *liquor* lainnya untuk meningkatkan kadar alkohol. Biasanya jenis *liquor* yang ditambahkan adalah Brandy, dan menghasilkan *wine* dengan level alkohol mencapai 15-22%. Jenis fortified wine yang terkenal antara lain Sherry dari Spanyol dan Port dari Portugal.
**4\. Aromatic wine**. Sedikit mirip dengan *fortified wine*, hanya saja selain Brandy, *aromatic wine* juga ditambahkan rempah-rempah untuk memberikan aroma. Kadar alkoholnya bisa mencapai 15-21%. Contoh jenis minuman *aromatic wine* adalah Vermouth.
**Bagaimana cara membaca label wine?**
Membaca label *wine* adalah hal yang cukup rumit, dikarenakan hampir setiap negara penghasil *wine* memiliki cara masing-masing untuk menuliskan *wine* pada label botol.
Terdapat dua contoh cara label *wine*, yang dibedakan dari penghasil *wine*. Pertama *old world country* yang merupakan negara-negara dengan sejarah panjang memproduksi *wine*, serta *new world country* dari negara-negara yang kini beranjak menaiki pasar *wine* dunia.


**Bagaimana cara mencicipi wine yang benar?**
Saat Anda memesan sebuah *wine*, ada baiknya untuk memperhatikan terlebih dulu fisik dari *wine* tersebut. Setelah *wine* dituangkan ke dalam gelas Anda bisa menaruh gelas *wine* di tempat yang mendapatkan cukup cahaya dengan latar berwarna putih. Biasanya *white wine* yang baik berwarna kuning kehijauan yang agak pucat, kuning, atau keemasan. Sementara red wine biasanya berwarna ungu kemerahaan, *garne*t, *ruby red*, atau *brick red*.


Setelah mengamati warnanya, saatnya menghirup aroma *wine* yang hendak Anda konsumsi. *Nose* merupakan aroma yang bisa Anda cium ketika mencium *wine*. *First nose* adalah istilah untuk aroma yang Anda dapatkan sebelum memutar gelas *wine* yang ada di gelas Anda. *Wine* yang baik memiliki *first nose* yang intensitas aromanya cukup kuat, kompleks, dan memberikan kesan yang elegan dan menggoda Anda untuk segera meminumnya.
Setelahnya silahkan putar gelas Anda, untuk memberikan kesempatan pada *wine* berinteraksi dengan oksigen, menciptakan sensasi aroma yang bisa jadi berbeda atau malah lebih kuat dari pada yang sebelumnya. Semakin kompleks aroma yang bisa Anda temukan dalam sebuah *wine* berarti semakin bagus kualitas *wine* yang Anda konsumsi.
Ketika hendak mengkonsumsi *wine*, pastikan untuk memegang gelas *wine* pada bagian tangkai gelas. Hal ini untuk menghindari berubahnya temperatur *wine* menjadi hangat akibat temperatur tangan Anda. Untuk penyajian *wine* yang tepat, *red wine* berada pada temperatur 13-18 derajat Celcius. Sementara *white wine* dan *rose wine* bisa disajikan pada temperatur 7-13 derajat Celcius. Untuk *sparkling wine* akan lebih baik jika disajikan di temperatur 10-12 derajat Celcius.
**Bagaimana cara memasangkan wine dengan makanan?**
*Wine* bisa dinikmati sendirian, namun akan lebih istimewa jika dipasangkan dengan hidangan yang tepat. Menimbulkan padanan rasa yang berbeda, menguatkan rasa hidangan atau menyeimbangkannya. Namun tak semua *wine* cocok dengan semua jenis hidangan.
Terdapat rumus lama dalam memasangkan *wine* dengan hidangan, yakni *red wine* akan tepat jika dipasangkan dengan *red meat*, sementara *white wine* adalah padanan untuk *white meat* seperti ayam atau ikan. Namun tentunya hal ini patut dikaji kembali, karena tergantung akan cara mengolah hidangan tersebut.
Misalnya hidangan yang memiliki komponen sayuran seperti jamur atau *truffles*, cocok disajikan dengan *light red wine* seperti Pinot Noir. Sementara *full bodied white wine* seperti Chardonnay cocok disandingkan dengan sajian ikan dengan saus yang kompleks atau hidangan berbahan utama ayam. Cabernet Sauvignon akan tepat jika dikonsumsi melengkapi hidangan *red meat,* seperti *steak* atau *lamb chops*. Tiap tegukan *wine* akan membersihkan palet rasa Anda setelah mengkonsumsi daging dengan rasa yang cukup kuat.
Sementara itu Champagne cocok disandingkan dengan hidangan yang gurih dan asin, karena memiliki rasa manis yang bisa menyeimbangkan makanan asin tersebut. Dan untuk makanan penutup yang manis Anda bisa memesan Port atau Sherry, yakni *fortified wine* yang akan menjadi penutup sempurna pengalaman Anda bersantap.
Namun tentunya hal ini hanya sekadar saran, karena memasangkan *wine* dengan makanan sangat bergantung dengan selera Anda.
**Wine tumpah ke gaun kesayangan saya! Bagaimana cara menghilangkan noda wine?**
1\. Jika Anda tak sengaja menumpahkan *wine* pada pakaian Anda, pastikan untuk segera membersihkan tumpahan tersebut. Jangan pernah menggosok noda *wine*, cukup tekan-tekan secara lembut bagian noda, hingga tak terlalu lagi basah oleh *wine*.
2\. Lalu basahi segera bagian yang terkena noda dengan air dingin. Hal ini akan mencegah *wine* menyerap lebih jauh ke dalam pori-pori pakaian.
3\. Tutupi noda dengan garam. Anda bisa menggunakan segala jenis garam, namun yang terbaik mungkin *kosher salt*. Lambat laun garam akan berubah menjadi warna pink, menyerap noda *wine*. Diamkan hingga garam tersebut kering, lalu singkirkan dari pakaian Anda.
4\. Terakhir bilas dengan air panas, lalu cuci pakaian seperti biasa. Noda akan hilang dan pakaian Anda akan kembali seperti sedia kala.
Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa merendam noda tersebut selama satu jam dalam cairan campuran satu per tiga cuka putih dan dua per tiga air putih. Setelah direndam noda akan mulai memudar, dan pakaian Anda bisa dicuci sebagai mana biasanya.
Selamat menikmati *wine*\!
(Foto: Africa Studios/Shutterstock/Click Photos; Layout: Ika Wahyuni) |
| Shard | 59 (laksa) |
| Root Hash | 16405680585514438059 |
| Unparsed URL | id,co,harpersbazaar!/articles/read/10/2016/2961/serba-serbi-wine s443 |