🕷️ Crawler Inspector

URL Lookup

Direct Parameter Lookup

Raw Queries and Responses

1. Shard Calculation

Query:
Response:
Calculated Shard: 114 (from laksa043)

2. Crawled Status Check

Query:
Response:

3. Robots.txt Check

Query:
Response:

4. Spam/Ban Check

Query:
Response:

5. Seen Status Check

ℹ️ Skipped - page is already crawled

đź“„
INDEXABLE
âś…
CRAWLED
10 days ago
🤖
ROBOTS ALLOWED

Page Info Filters

FilterStatusConditionDetails
HTTP statusPASSdownload_http_code = 200HTTP 200
Age cutoffPASSdownload_stamp > now() - 6 MONTH0.3 months ago
History dropPASSisNull(history_drop_reason)No drop reason
Spam/banPASSfh_dont_index != 1 AND ml_spam_score = 0ml_spam_score=0
CanonicalPASSmeta_canonical IS NULL OR = '' OR = src_unparsedNot set

Page Details

PropertyValue
URLhttps://binus.ac.id/character-building/2023/02/etis-atau-tidak-etis-berbohong-demi-kebaikan/
Last Crawled2026-04-12 20:56:51 (10 days ago)
First Indexed2023-03-01 16:59:20 (3 years ago)
HTTP Status Code200
Content
Meta TitleEtis atau Tidak Etis : Berbohong Demi Kebaikan – Character Building
Meta Descriptionnull
Meta Canonicalnull
Boilerpipe Text
28 Feb 2023 Oleh: Rachel Fanggian | PPTI 13 | 2502041520 Tindakan menyampaikan pernyataan palsu dengan niatan untuk mencegah perasaan seseorang terluka sering kali disebut sebagai kebohongan putih atau white lie .  Jenis kebohongan ini sering kali dianggap sebagai kebohongan kecil yang tidak berbahaya dengan alasan “demi kebaikan”. Banyak orang melakukan kebohongan putih untuk mempertahankan hubungan antara sesama seperti hubungan pertemanan dan asmara. Sebagai contoh, saat teman kita memberikan hadiah kepada kita, kita berbohong mengatakan bahwa kita menyukai hadiahnya meskipun sesungguhnya tidak. White lie memiliki dua sisi, baik dan buruk, tergantung bagaimana kita menilai tindakan tersebut sehingga kerap kali menimbulkan kontroversi pada masyarakat umum. Kita dapat menggunakan 3 perspektif etika yang berbeda untuk menentukan apakah kebohongan putih benar atau salah secara etis dengan. Berikut cara masing-masing teori memandang kebohongan putih: Utilitarianism Utilitarianisme ( utilitarianism ) adalah teori yang memiliki prinsip “the greatest happiness for the greatest number”. Teori ini menyatakan bahwa suatu tindakan adalah benar jika tindakan itu menghasilkan kebahagiaan untuk banyak orang. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa tujuan akhir dari perilaku manusia adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dari perspektif ini, kebohongan putih dapat dianggap etis jika menghasilkan kebahagiaan dan kesejateraan bagi banyak orang. Duty-Based Ethics Etika berbasis tugas ( duty-based ethics ) adalah teori yang menyatakan bahwa suatu tindakan dapat dikatakan benar atau jika kewajiban moral tertentu terpenuhi, terlepas dari konsekuensinya. Sumber dari moralitas ini bisa dari agama, masyarakat, atau kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pedoman Pancasila. Menurut etika ini berbohong dengan alasan apa pun akan dianggap tidak etis karna melanggar kewajiban untuk selalu berkata jujur yang diakui secara agama dan umum. Bertentangan dengan konsep utilitarianisme, kebohongan putih dipandang sebagai tidak etis meskipun kita berbohong untuk membahagiakan orang lain. Right-Based Ethics Etika berbasis hak ( right-based ethics ) adalah teori filosofis dan etis yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dapat dikatakan benar atau salah tergantung apakah hak moral yang melekat pada individu, seperti hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan hak atas kebenaran dihormati atau dilanggar.  Dengan menggunakan perspektif teori ini, kebohongan putih dapat dianggap tidak etis jika tindakan tersebut melanggar hak seseorang atas kebenaran atau hak untuk menentukan nasib sendiri. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa etis atau tidak etisnya kebohongan putih bergantung pada pendekatan mana yang dianut seseorang dan keadaan spesifik kebohongan tersebut. Oleh karena itu, keputusan kembali lagi di tangan kita masing-masing. Apa pun keputusan yang kita pilih, perlu dipertimbangkan konsekuensi yang dapat diakibatkan oleh kebohongan. Duty-Based Ethics Etika Right-Based Ethics Utilitarianism White lie
Markdown
BINUS @ - [Greater Jakarta](http://binus.ac.id/) - [Bekasi](http://binus.ac.id/bekasi) - [Bandung](http://binus.ac.id/bandung) - [Malang](http://binus.ac.id/malang) - [Semarang](http://binus.ac.id/semarang) [![Character Building](http://binus.ac.id/character-building/wp-content/uploads/2019/05/logo-CBDC.svg)](https://binus.ac.id/character-building) [Character Building](https://binus.ac.id/character-building) - [BINUS @Greater Jakarta](http://binus.ac.id/) - [BINUS @Bekasi](http://binus.ac.id/bekasi) - [BINUS @Bandung](http://binus.ac.id/bandung) - [BINUS @Malang](http://binus.ac.id/malang) - [BINUS @Semarang](http://binus.ac.id/semarang) - [Home](http://binus.ac.id/character-building/) - [Gallery](http://binus.ac.id/character-building/galeri/) - [Team](https://binus.ac.id/character-building/team/) - 360 Tour & Video - [Moderasi Beragama](https://binus.ac.id/character-building/moderasi-beragama/) - [Moderasi Beragama 360 – Fullscreen](https://binus.ac.id/character-building/moderasi-beragama-360-fullscreen/) - [Bela Negara](https://binus.ac.id/character-building/bela-negara/) - [Rumah Kayu](https://binus.ac.id/character-building/rumah-kayu/) - [Rumah Kayu 360 – Fullscreen](https://binus.ac.id/character-building/rumah-kayu-360-fullscreen/) - [Indonesian Character Journal](https://journal.binus.ac.id/index.php/icj/index) - [Bineka Bahasa](https://binus.ac.id/character-building/binekabahasa/) - [About Us](http://binus.ac.id/character-building/team) - Program - [Journal Akademis](http://binus.ac.id/character-building/journal) - [Liputan Media](http://binus.ac.id/character-building/liputan/) - [Referensi Artikel Scopus](https://binus.ac.id/character-building/referensi-artikel-scopus/) - More [![BINUS 38th](https://binus.ac.id/character-building/wp-content/themes/binus-2017-core/image/header/type-1/logo-anniversary.svg)](http://www.binus.edu/38th-binus/) [Home](https://binus.ac.id/character-building) [Suara Mahasiswa](https://binus.ac.id/character-building/category/mahasiswa/) Etis atau Tidak Etis : Berbohong Demi Kebaikan # Etis atau Tidak Etis : Berbohong Demi Kebaikan 28 Feb 2023 - [Suara Mahasiswa](https://binus.ac.id/character-building/category/mahasiswa/) ![](https://binus.ac.id/character-building/wp-content/uploads/2023/02/Rachel-Fanggian-2-e1677593912208.jpg) Oleh: Rachel Fanggian \| PPTI 13 \| 2502041520 Tindakan menyampaikan pernyataan palsu dengan niatan untuk mencegah perasaan seseorang terluka sering kali disebut sebagai kebohongan putih atau *white lie*. Jenis kebohongan ini sering kali dianggap sebagai kebohongan kecil yang tidak berbahaya dengan alasan “demi kebaikan”. Banyak orang melakukan kebohongan putih untuk mempertahankan hubungan antara sesama seperti hubungan pertemanan dan asmara. Sebagai contoh, saat teman kita memberikan hadiah kepada kita, kita berbohong mengatakan bahwa kita menyukai hadiahnya meskipun sesungguhnya tidak. *White lie* memiliki dua sisi, baik dan buruk, tergantung bagaimana kita menilai tindakan tersebut sehingga kerap kali menimbulkan kontroversi pada masyarakat umum. Kita dapat menggunakan 3 perspektif etika yang berbeda untuk menentukan apakah kebohongan putih benar atau salah secara etis dengan. Berikut cara masing-masing teori memandang kebohongan putih: - **Utilitarianism** Utilitarianisme (*utilitarianism*) adalah teori yang memiliki prinsip “the greatest happiness for the greatest number”. Teori ini menyatakan bahwa suatu tindakan adalah benar jika tindakan itu menghasilkan kebahagiaan untuk banyak orang. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa tujuan akhir dari perilaku manusia adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dari perspektif ini, kebohongan putih dapat dianggap etis jika menghasilkan kebahagiaan dan kesejateraan bagi banyak orang. - **Duty-Based Ethics** Etika berbasis tugas (*duty-based ethics*) adalah teori yang menyatakan bahwa suatu tindakan dapat dikatakan benar atau jika kewajiban moral tertentu terpenuhi, terlepas dari konsekuensinya. Sumber dari moralitas ini bisa dari agama, masyarakat, atau kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pedoman Pancasila. Menurut etika ini berbohong dengan alasan apa pun akan dianggap tidak etis karna melanggar kewajiban untuk selalu berkata jujur yang diakui secara agama dan umum. Bertentangan dengan konsep utilitarianisme, kebohongan putih dipandang sebagai tidak etis meskipun kita berbohong untuk membahagiakan orang lain. - **Right-Based Ethics** Etika berbasis hak (*right-based ethics*) adalah teori filosofis dan etis yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dapat dikatakan benar atau salah tergantung apakah hak moral yang melekat pada individu, seperti hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan hak atas kebenaran dihormati atau dilanggar. Dengan menggunakan perspektif teori ini, kebohongan putih dapat dianggap tidak etis jika tindakan tersebut melanggar hak seseorang atas kebenaran atau hak untuk menentukan nasib sendiri. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa etis atau tidak etisnya kebohongan putih bergantung pada pendekatan mana yang dianut seseorang dan keadaan spesifik kebohongan tersebut. Oleh karena itu, keputusan kembali lagi di tangan kita masing-masing. Apa pun keputusan yang kita pilih, perlu dipertimbangkan konsekuensi yang dapat diakibatkan oleh kebohongan. - [Duty-Based Ethics](https://binus.ac.id/character-building/tag/duty-based-ethics/) - [Etika](https://binus.ac.id/character-building/tag/etika/) - [Right-Based Ethics](https://binus.ac.id/character-building/tag/right-based-ethics/) - [Utilitarianism](https://binus.ac.id/character-building/tag/utilitarianism/) - [White lie](https://binus.ac.id/character-building/tag/white-lie/) ![](http://binus.ac.id/character-building/wp-content/uploads/2023/02/Rachel-Fanggian-2.jpg) Rachel Fanggian Share to your friends ## BINUS HIGHER EDUCATION Jl. Kemanggisan Ilir III No.45, Kemanggisan, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11480 Copyright © BINUS UNIVERSITY. All rights reserved
Readable Markdown
28 Feb 2023 ![](https://binus.ac.id/character-building/wp-content/uploads/2023/02/Rachel-Fanggian-2-e1677593912208.jpg) Oleh: Rachel Fanggian \| PPTI 13 \| 2502041520 Tindakan menyampaikan pernyataan palsu dengan niatan untuk mencegah perasaan seseorang terluka sering kali disebut sebagai kebohongan putih atau *white lie*. Jenis kebohongan ini sering kali dianggap sebagai kebohongan kecil yang tidak berbahaya dengan alasan “demi kebaikan”. Banyak orang melakukan kebohongan putih untuk mempertahankan hubungan antara sesama seperti hubungan pertemanan dan asmara. Sebagai contoh, saat teman kita memberikan hadiah kepada kita, kita berbohong mengatakan bahwa kita menyukai hadiahnya meskipun sesungguhnya tidak. *White lie* memiliki dua sisi, baik dan buruk, tergantung bagaimana kita menilai tindakan tersebut sehingga kerap kali menimbulkan kontroversi pada masyarakat umum. Kita dapat menggunakan 3 perspektif etika yang berbeda untuk menentukan apakah kebohongan putih benar atau salah secara etis dengan. Berikut cara masing-masing teori memandang kebohongan putih: - **Utilitarianism** Utilitarianisme (*utilitarianism*) adalah teori yang memiliki prinsip “the greatest happiness for the greatest number”. Teori ini menyatakan bahwa suatu tindakan adalah benar jika tindakan itu menghasilkan kebahagiaan untuk banyak orang. Hal ini didasarkan pada gagasan bahwa tujuan akhir dari perilaku manusia adalah untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dari perspektif ini, kebohongan putih dapat dianggap etis jika menghasilkan kebahagiaan dan kesejateraan bagi banyak orang. - **Duty-Based Ethics** Etika berbasis tugas (*duty-based ethics*) adalah teori yang menyatakan bahwa suatu tindakan dapat dikatakan benar atau jika kewajiban moral tertentu terpenuhi, terlepas dari konsekuensinya. Sumber dari moralitas ini bisa dari agama, masyarakat, atau kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pedoman Pancasila. Menurut etika ini berbohong dengan alasan apa pun akan dianggap tidak etis karna melanggar kewajiban untuk selalu berkata jujur yang diakui secara agama dan umum. Bertentangan dengan konsep utilitarianisme, kebohongan putih dipandang sebagai tidak etis meskipun kita berbohong untuk membahagiakan orang lain. - **Right-Based Ethics** Etika berbasis hak (*right-based ethics*) adalah teori filosofis dan etis yang menyatakan bahwa sebuah tindakan dapat dikatakan benar atau salah tergantung apakah hak moral yang melekat pada individu, seperti hak untuk hidup, hak atas kebebasan, dan hak atas kebenaran dihormati atau dilanggar. Dengan menggunakan perspektif teori ini, kebohongan putih dapat dianggap tidak etis jika tindakan tersebut melanggar hak seseorang atas kebenaran atau hak untuk menentukan nasib sendiri. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa etis atau tidak etisnya kebohongan putih bergantung pada pendekatan mana yang dianut seseorang dan keadaan spesifik kebohongan tersebut. Oleh karena itu, keputusan kembali lagi di tangan kita masing-masing. Apa pun keputusan yang kita pilih, perlu dipertimbangkan konsekuensi yang dapat diakibatkan oleh kebohongan. - [Duty-Based Ethics](https://binus.ac.id/character-building/tag/duty-based-ethics/) - [Etika](https://binus.ac.id/character-building/tag/etika/) - [Right-Based Ethics](https://binus.ac.id/character-building/tag/right-based-ethics/) - [Utilitarianism](https://binus.ac.id/character-building/tag/utilitarianism/) - [White lie](https://binus.ac.id/character-building/tag/white-lie/)
ML Classification
ML Categoriesnull
ML Page Typesnull
ML Intent Typesnull
Content Metadata
Languagenull
AuthorRachel Fanggian
Publish Timenot set
Original Publish Time2023-02-01 00:00:00 (3 years ago)
RepublishedNo
Word Count (Total)536
Word Count (Content)412
Links
External Links7
Internal Links41
Technical SEO
Meta NofollowNo
Meta NoarchiveNo
JS RenderedNo
Redirect Targetnull
Performance
Download Time (ms)1,576
TTFB (ms)944
Download Size (bytes)82,536
Shard114 (laksa)
Root Hash8483853357925275714
Unparsed URLid,ac,binus!/character-building/2023/02/etis-atau-tidak-etis-berbohong-demi-kebaikan/ s443